Terungkap, Bukti dari Rohman Hidayat, Danu Sudah Bisa Menjadi Tersangka Subang, Kasus di Tutup?


Sekarang ini dalam pengungkapan kasus Subang tersebut Polda Jabar kembali mengulang pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi yang diduga untuk melengkapi BAP pelaku yang sudah dikantongi Polisi.

Baru-baru ini tanggal 6-7 Desember 2021 secara berturut-turut Desember 2021, Saksi Muhammad Ramadanu alias Danu diperiksa di Mapolda Jabar,

Tentu saja ini menjadi pertanyaan, jangan jangan Danu jadi calon tersangka namun ini baru praduga tak bersalah karena hanya penyidik lah yang menentukan.

Namun bila bila diteliti pada data dan fakta yang telah diungkap penyidik dan juga ahli forensik memang mulai mengarah ke Danu, seperti menerobos TKP yang sudah di garis polisi yang diduga bisa menghilangkan barang bukti di TKP, Ada sidik Jari di TKP, Tes DNA, dan selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah sehingga menambah kecurigaan penyidik.

Beberapa Fakta yang diungkapkan kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat yang bisa membuat Danu Langsung Jadi Tersangka.

1.Menerobos garis polisi (police line) yang bisa dikategorikan melanggar hukum Pidana

Beberapa waktu yang lalu masalah ini pernah dilontarkan oleh kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, ini bukan tanpa alasan, karena menurutnya Danu dan oknum Banpol itu telah leluasa menerobos garis polisi (police line) Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pembunuh ibu dan anak di Subang dengan korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Dalam keterangan menurut Rohman Hidayat, bila menerobos berarti sudah melanggar KUH Pidana karena saja mereka menghilangkan barang bukti seperti diatur dalam pasal 221 ayat 2

Tetapi konteksnya pada datangnya Danu ke TKP pada tanggal 19 Agustus 2021 itu jelas memenuhi unsur pasal 221 ayat 2.

"Jadi apakah dia disuruh, atau menyuruh orang lain, itu jelas dia sudah melanggar itu," ujar Rohman Hidayat.

"Yang jelas setelah TKP di police line siapapun tidak boleh masuk ke TKP dan barangsiapa yang masuk itu sudah melanggar KUHP dan bisa dijadikan tersangka, makanya saya minta Polisi segera menetapkan Danu dan oknum Banpol sebagai tersangka," ungkap kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat.

2. Adanya Puntung rokok milik Danu di TKP.

Masalah sekarang yang sedang hangat-hangatnya adalah tentang adanya puntung rokok yang sempat dibahas oleh penyidik baru-baru ini.

Penasehat hukum Yosef, Rohman Hidayat begitu yakin soal puntung rokok yang ditemukan penyidik di Rumah Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah milik Danu.

"Kami meyakini itu puntung rokok milik Danu, namun itu memang pastinya ada di penyidik dan penyidik lah yang lebih tahu, hanya saja kami berasumsi seperti itu berdasarkan keterangan pa Yosef yang telah disampaikan ke penyidik," ujar kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat kepada Deskjabar.com Selasa 7 Desember 2021 malam.

Berikut ini beberapa fakta lain yang terungkap hingga memberatkan Danu

1. Adanya tapak tangan di sekitar TKP dan diakui oleh Danu.

Dalam olah TKP, penyidik menemukan tapak tangan Danu di sekitar TKP

Tangan yang ada di sekitar lokasi, Danu mengungkapkan bahwa ia disuruh membantu membuka pintu yang susah dibuka dan tidak memakai sarung tangan.

2. Adanya sidik jari di dalam mobil Korban.

Mengenai sidik jari Danu di mobil tempat pembunuhan, Danu mengaku sempat diajak oleh Polisi."Disuruh sama polisi, sama Polisi ikut, Danu juga tadinya gak mau ikut, jadi ikut aja, nurut," ungkap Danu. Yang dimaksud Danu polisi adalah Banpol

3. Oknum Banpol

Fakta lainnya yang menyeret nama Danu dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang adalah soal anggota bantuan polisi (banpol) yang menyuruh Danu menerobos tempat kejadian perkara (TKP).

Namun untuk hal yang satu ini, tim pengacara Danu mendapat bukti rekaman pengakuan banpol saat menceritakan kejadian masuknya dia ke TKP itu kepada seseorang.

Pengacara Danu Achmad Taufan mengungkapkan, bukti rekaman ini bisa meyakinkan bahwa kejadian Danu masuk TKP karena disuruh banpol.

"Menurut kami kejadian banpol masuk lokasi itu benar adanya. Kami punya bukti rekaman,

Pengakuan banpol menceritakan kejadian tersebut sedang berkomunikasi sama seseorang. "TIdak ada lagi alasan untuk menilai kejadian banpol ini tidak ada," tegas Achmad Taufan dalan chanel YouTube Heri Susanto.

Sebab itu Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan mendesak kepolisian untuk segera memeriksa oknum banpol, Apa, kenapa, tujuannya apa masuk ke TKP. Lalu seandainya saat itu Danu tidak ada, apakah oknum banpol akan tetap masuk ke ke TKP dan menguras kamar mandi sendiri?

3. DNA Danu

Polisi juga sempat mengungkap DNA Danu ditemukan di TKP. DNA Danu terlacak pada pada sebuah puntung rokok.

Namun soal DNA pada puntung rokok ini dijelaskan oleh kuasa hukum Danu, Achmad Taufan. Menurutnya, kliennya Danu memiliki alibi kuat.

Masalah puntung rokok pernah diungkapkan oleh kuasa hukum Danu, Achmad Taufan.

Seperti yang dilansir dari tayangan video YouTube Heri Susanto, yang dilihat pada hari Selasa 7 November 2021.

"Jadi kalau banyak orang yang memperdebatkan puntung rokok sebenarnya simple aja. Sebenarnya

puntung rokok bisa dicari tahu, umurnya itu sudah berapa lama,” ungkap kuasa hukum Danu, Achmad Taufan.

4. Terendus anjing pelacak

Selain pernyataan Yosef itu, Danu juga diendus oleh anjing pelacak polisi saat olah TKP pertama. Anjing pelacak polisi terus menggonggong ke arah Danu yang sedang dimintai keterangan.

Mudah-mudahan dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini polisi cepat menangkap otak pelakunya.

Belum ada Komentar untuk "Terungkap, Bukti dari Rohman Hidayat, Danu Sudah Bisa Menjadi Tersangka Subang, Kasus di Tutup?"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel