Terungkap, Ada Oknum Pejabat yang Hambat Tentukan Tersangka Subang? Ternyata ini Orangnya


Perkembangan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang terus bergulir, kini Muhammad Ramdanu alias Danu sedang diperiksa di Polda Jabar pada Selasa 7 Desember 2021.

Kasus pembunuhan Subang ini memang belum bisa diketahui siapa algojo tersangka pembunuhan sadis pada Amalia Mustika Ratu (Amel) dan Tuti Suhatini yang terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu.

Kini berkembang informasi soal lamanya penentuan tersangka kasus pembunuhan Subang karena ada sesuatu dibalik kasus ini.

Mungkin ada oknum yang tidak terlibat langsung dalam kasus pembunuhan namun bila terungkap kasus ini akan merembet.

Dalam analisa seorang dosen di Thailand, Anjas Asmara melalui Kanal YouTubenya

Anjas menyebutkan bisa saja terjadi konflik antara Polda Jabar ketika mengambil alih kasus Subang dari Polres Subang. Kemudian penyidik Polda Jabar melakukan pemeriksaan ulang, dari analisa Anjas seharusnya tidak seperti itu.

"Ini kayanya Polres Subang dan Polda Jabar ada mis komunikasi apa itu ada hal teknis atau disengaja," ujar Anjas.

Anjas menganalisasi seperti itu karena sampai sekarang belum ditentukan tersangkanya padahal hanya dua alat bukti saja cukup untuk menentukan tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang.

Anjas di Thailand menganalisa mengenai penyidik yang belum juga menentukan tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang, diduga ada oknum pejabat terlibat?

Anjas di Thailand menganalisa mengenai penyidik yang belum juga menentukan tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang, diduga ada oknum pejabat terlibat? /Tangkapan Layar Kanal YouTube Anjas di Thailand

Dari analisasnya pula, ada yang berpendapat yang dirangkum dari suara netizen ada ketakuta kalau satu orang ditentukan tersangka maka akan merembet, nyanyi dan menyebut orang atau oknum yang tidak terkait langsung pembunuhan Subang terbongkar.

"Kasus nya memang tidak berhubungan dengan pembunuhan tapi ketika ada tersangka maka terbongkar di kasus lainnya dan itu diduga menyangkut oknum pejabat tertentu," ujarnya.

Anjas menyebut memang dalam kasus ini tidak terlepas adanya dugaan keterkaitan yayasan, dan yayasan tersebut mengelola SMP dan SMK, saat dipegang Amel dan Tuti, yayasan tersebut maju karena memang secara administrasi keuangan bagus dan ketat.

Nah ada dugaan tidak suka dengan sikap Amel dan Tuti seperti itu karena dana yang dikelola cukup gede mengungat ada dana bantuan sekolah (BOS) dari pemerintah.

Sehingga penyidik pun sempat melakukan pengecekan langsung ke bank rekening koran yayasan kemana saja uangnya.

Maka dari itu kasus ini menjadi sulit teratasi. "Kenapa kasus ini dibuat sulit, apa beneran sulit, kalau terbongkar ini, nanti merembet akan terbongkar pula kasus lainnya," ujarnya.

"Seperti ada oknum yang menerima dana bantuan juga ada dugaan penyelewengan oknum mendapatkan dana itu bisa terbongkar juga. Nah ini dugaan bukan omong kosong karena kasus penyelewengan dana BOS banyak sekali," katanya.

Dugaan netizen ada oknum terlibat dalam kasus pembunuhannya atau kkalau ini terungkap maka bisa terungkap pula kasusnya.

"Jika ada oknum, lalu kasus lain terungkap dari efek kasus pembunuhan Subang apa bisa diungkap," katanya.

Sebelumnya Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana kembali menegaskan, kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, penyelidikannya jalan terus.

Irjen Pol Suntana Itu meyakinkan bahwa proses penyelidikan pembunuh ibu dan anak di Subang semakin ditingkatkan untuk mengungkap dengan cepat siapa otak pelaku atau dalang dibalik pembunuhan ibu dan anak di Subang yang keji itu. Didasarkan pada pengambilan alih kasus pembunuhan Subang ini oleh Polda Jabar langkah Kepolisian semakin mengalami kemajuan. Sekarang ini dalam pengungkapan kasus Subang tersebut Polda Jabar kembali mengulang pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Tentang Sosok pelaku pembunuh ibu anak di Subang diduga kuat mempunyai pengetahuan yang canggih, berhati-hati dan selalu waspada. Sehingga polisi berhati-hati dalam pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini dengan memanggil ulang para saksi. Ahli forensik dr Sumy Hastry mengatakan bahkan di jenazah korban Tuti dan Amalia sudah tak ditemukan sidik jari. Hal itu dikarenakan pelaku memandikan jenazah Tuti dan Amel terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke mobil. Menurut Hastry, sidik jari dalam tubuh bisa hilang jika dibersihkan dengan sabun. Cara menghilangkan jejak sidik jari dalam tubuh dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang adalah orang yang memang ahli atau mengetahui forensik. Apa yang dilakukan pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang dengan membersihkan (memandikan?), jenazah korban Tuti dan Amalia, kata dr. Hastry, sudah jelas maksudnya untuk menghilangkan jejak Atas dasar itulah, dr Hastry berkesimpulan jika pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang memiliki ilmu pengetahuan luar biasa dan sangat paham dunia forensik. Mengetahui ilmu forensik dimungkinkan Sekarang Tim Inafis Mabes Polri dan Polres Subang masih bisa mendeteksi sidik jari pembunuh ibu dan anak di Subang di tembok yang kering, pintu masuk, pintu keluar, dan di mobil. Bisa ditemukan, mungkin waktu membersihkan cepat-cepat. Kemarin saya dapat, sidik jari di sekitar mobil, di rumah juga," ujar dr Hastry. Meski sedikit, ungkap Hastry, petunjuk yang didapat dianggap sudah cukup kuat untuk menjadi alat bukti yang bisa menjerat tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang. Karena kepolisian didukung oleh tim forensik yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Beberapa waktu yang lalu Tim Inafis Mabes Polri dan Polres Subang masih bisa mendeteksi sidik jari kemungkinan pelaku di tembok yang kering, pintu masuk, pintu keluar, dan di mobil. Terutama di sekitar mobil, misalnya di setir mobil dan pintu bagasi yang sudah dibersihkan dengan air pun masih bisa dideteksi sidik jari. "Bisa ditemukan, mungkin waktu membersihkan cepat-cepat. Kemarin saya dapat, sidik jari di sekitar mobil, di rumah juga," ujar ahli forensik dr Sumy Hastry. Pada hari ui Senin, 6 Desember 2021, saksi Danu kembali memenuhi panggilan dari Polda Jabar untuk pemeriksaan dan penyelidikan lanjutan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini.

Danu hari ini sedang menjalani pemeriksaan kembali, Selasa 7 November 2021. 

Keterangan Danu akan menjadi kunci pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Setelah memenuhi panggilan Polda Jabar pada Senin kemarin, di detik-detik kasus pembunuh ibu dan anak, Danu ternyata diminta untuk kembali lagi ke Polda Jabar hari.

Kita tunggu hasilnya seperti apa, mudah-mudahan besok atau lusa pelakunya akan segara ditangkap

Seperti diketahui kasus ibu dan anak dibunuh di Subang cukup menggegerkan masyarakat.

Kasus pembunuhan di subang itu yang jadi korban Tuti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23).

Jasad ibu dan anak dibunuh di Subang itu ditemukan di dalam bagasi mobil toyota Alpard milik nya yang diparkir di halaman rumah korban di Kampung Ciseuti kecamatan Jalan Cagak Subang.

Awal ditemukan oleh Yosef, suami sekaligus ayah kedua korban, saat itu pada Rabu 18 Agustus 2021 Yosef baru saja datang ke rumahnya sehabis menginap di rumah istri muda.

Namun saat hendak masuk rumah, ternyata sudah berantakan dan penghuni rumah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu tidak ditemukan.

Kemudian Yosef bergegas menuju kantor polisi dan tidak lama lagi kembali ke rumahnya.

Bersama polisi akhirnya mayat kedua korban ditemukan di dalam mobil toyota alpard dengan keadaan bertumpuk dibagasi mobil.

Menurut kepolisian, kedua korban mengalami patah tulang tengkorak kepala hingga luka robek. Hingga memasuki 3 bulan lebih kasus ini belum bisa terungkap.

Belum ada Komentar untuk "Terungkap, Ada Oknum Pejabat yang Hambat Tentukan Tersangka Subang? Ternyata ini Orangnya "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel