Kasus Subang Terbongkar, Benarkah Mulyana Diduga Sogok Para Saksi untuk Sampaikan Keterangan Palsu?

 


Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang menewskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu alias Amel kini sudah memasuki usia 4 bulan, namun pelaku belum juga terungkap. 

Terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, muncul hal mengejutkan mengenai Mulyana adik Yosef, Yosef sendiri merupakan ayah dan juga suami dari korban pembunuhan Subang. 

Mulyana merupakan sosok yang menyarankan Yosef untuk segera menyewa seorang pengacara setelah terjadi pembunuhan terhadap Tuti dan Amel. 

Bahkan baru-baru ini ada saksi yang mengungkap fakta mengenai Mulyana dan Lurah Desa Jalancagak, dimana mereka membagikan uang kepada sejumlah saksi yang dipanggil oleh penyidik untuk dimintai kesaksian. 

Dikatakan, bahwa Mulyana bersama dengan Lurah Jalancagak, Indra Zainal memberikan gasilitas dan juga pesangon untuk para saksi. 

“Mereka warga saya. Jadi ketika dipanggil oleh penyidik, mereka akan diangkur oleh mobil dinas desa,” tutur Indra Zainal, di kutip dari kanal YouTube Media Informasi Akurat pada 18 Desember 2021. 

Bahkan Indra Zainal juga mengungkap jika para saksi tersebut juga diberi uang dan makanan oleh Mulyana. 

“Para saksi ini banyak diberi uang dan amakn oleh pak Mul (Mulyana) ketika penyelidikan berlangsung,” ungkap Indra Zainal. 

Mengenai hal tersebut, Mulyana menaggapi bahwa apa yang dilakukan kepada para saksi merupakan sebagai rasa terima kasih atas partisipasi mereka dalam mengungkap kasus pembunuhan Subang. 

“Netizen jangan curiga dulu, saya memang memberikan uag untuk beberapa saksi. Tapi saya Cuma berikan uang untuk biaya makan, kok. Tahu sendiri kan, kalu penyelidikan ini memakan waktu lama,” pungkas Mulyana. 

Dari pembagian uang dan makanan dari Mulyana untuk para saksi tersebut menjadi kecurigaan tersendiri bagi para publik. 

Hal tersebut lantaran, memberikan uang kepada para saksi merupakan suatu hal yang tidak sesuai dengan SOP kepolisian, sebab memberikan uang kepada para saksi kemungkinan bisa menjadi ajang menyogok saksi agar memberikan keterangan yang berbeda dan tidak sesuai. 




Rupanya sejak penyelidikan pertama yang dilakukan penyidik pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu telah ditemukan bukti fakta terkait adanya dua jejak kaki di TKP pembunuhan.

Mengenai temuan dua jejak kaki di lokasi TKP pembunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu alias Amel telah dikonfirmasi oleh Kapolres Subang, AKBP Sumarni.

Melalui penjelasan resminya ketika itu, diirnya membenarkan mengenai jejak dua kaki yang berbeda tersebut.

Penemuan penyidik yang lain seperti puntung rokok, sidik jari dan lainnya telah dibahas di beebrapa media massa.

Namun untuk temuan dua jejak kaki yang berbeda ini nampaknya belum pernah ada jarang ada yang membahas dan memberitakan temuan dua jejak kaki itu.

Dimana dua jejak kaki yang ditemukan di lokasi TKP tersebut diharap dapat membantu penyidik dalam mengungkap siapa pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang, terlenih kasus ini sudah berjalan hingga 4 bulan namun belum juga terungkap.

Dalam tayangan tersebut, Anjas mencoba menganalisa untuk membedah mengenai dua jejak kaki yang berbeda tersebut.

Anjas memastikan bahwa dari dua jejak kaki yang berbeda tersebut maka dapat diartikan itu merupakan jejak dari dua orang yang berbeda juga.

Diawal kasus Subang, Kapolres Subang Sumarni pernah menuturkan bahwa sangat kuat dugaan pelaku pembunuh Tuti dan Amel merupakan orang dekat, orang yang kenal, dan mengetahui lokasi kejadian.

Anjas mengatakan bahwa jejak kaki tersebut tidak terindikasi dengan sesuatu yang dapat mengarah menajdi petunjuk.

Anjas juga menyampikan jika lokasi TKP juga sebagai kantor yayasan, bahkan keternagan terbaru dari Kompolnas yang menyampikan ada lebih 50 DNA yang berhasil ditemukan di TKP.

Jika jejak kaki dikonfirmasi kepada saksi orang dekat yang diduga kuat sebagai pemilik jejak kaki tersebut, Anjas menyampikan bahwa mereka akan beralibi, “Ya, wajar aja ada jejak kaki saya disana, karena memang saya sering ke sana. Jadi ya kalau ditemukan jejak kaki saya, itu hal yang wajar, bukan hal yang baru.”

“Tapi aku belum tahu bagaimana kata-kata untuk meneruskan, bagaimana tim penyidik bisa mengeluarkan statmen dua jejak kaki yang berbeda. Kemungkinan besar jejak kaki yang berbeda ini, lokasinya berbeda di tempat dimana disitu dilakukannya eksekusi,” tutur Anjas.

Walau begitu, Anjas tetap menyerahkan semua itu tentang jejak kaki tersebut kepada tim penyidik.

Lantaran untuk mengetahui pemilik dari jejak kaki tersebut apakah pakai sepatu, pakai sandal, atau langsung jejak telapak kaki merupakan bagian dari mereka yang ahli di bidang tersebut.

“Pasti mereka-mereka akan bisa menjelaskan nanti. Itu adalah bagian dari tim ahli yang nanti akan membantu kasus ini kalau memang ini merpakan salah satu bagian alat bukti,” tutur Anjas.

Mengulas kembali dari penyataan Kompolnas pada saat wawancara di televise yang menyampikan sudah ada 55 saksi yang diperiksa dan ditemukan banyak DNA, Anjas mengatakan bawwa rupanya masih banyak pula DNA yang belum teridentifikasi.

“Menurut aku tim penyidik harusnya percaya diri untuk mengumumkan siapakah pealku tersangkanyadengan 55 saksi yang telah diperiksa, dengan banyak tim ahli yang diterjunkan, tidak hanya dari Polda Jabar dan Polres Subang, tetapi juga dari Mabes Polri,” ungkap Anjas.

“Dengan temuan-temuan (jejak kaki). Kalau seandainya nih, bahwa jejak kaki berbeda itu adalah bagian dari keluarga mungkin?, atau orang yang dikenal?, atau bagian dari yayasan?, atau orang-orang yang pernah datang ke lokasi kejadian?,” tutur Anjas.



Belum ada Komentar untuk "Kasus Subang Terbongkar, Benarkah Mulyana Diduga Sogok Para Saksi untuk Sampaikan Keterangan Palsu?"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel