Mengejutkan! Danu Kembali Diperiksa Tunjuk Pelaku Subang, Mantan Kapolda Jabar Beri Pesan Menohok


Kasus Subang Terbaru, Danu Diperiksa 8 Jam, Kini Masuk 73 Hari Pembunuhan Tuti dan Amalia

Kasus Subang hingga hari ini Jumat 29 Oktober 2021 sudah memasuki hari ke 73.

Pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang belum juga terungkap.

Terbaru, polisi kembali memeriksa Muhamad Ramdanu alias Danu (21) saksi kunci dalam kasus Subang, Kamis 28 Oktober 2021 kemarin.

Danu diperiksa selama 8 jam di gedung Satreskrim Polres Subang.

Danu adalah keponakan Tuti Suhartini (55). Danu memang sempat intens diperiksa polisi.

Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan mengatakan, penyidik hanya menanyakan penegasan soal keterangan Danu dalam BAP awal.

"Kalo materi pemeriksaan sebetulnya tidak ada pertanyaan baru hanya klarifikasi pernyataan yang sebelum-sebelumnya," ucap Achmad di Polres Subang, Kamis kemarin.

Menurutnya, belasan pertanyaan dilayangkan penyidik kepada kliennya tersebut.

"Tadi sekitar 17 pertanyaan yah yang ditanyakan kepada Danu, hanya penegasan," katanya.

Kuasa hukum Danu, Ahid Syahroni, dipantau dari kanal Youtube Heri Susanto,  sebelumnya membenarkan pemanggilan Danu.

“Kami sudah dapat info dari klien kita, Kang Danu, terkait rencana hari Kamis pemanggilan beliau di Polres Subang,” ujar kuasa hukum Danu, Ahid Syahroni.

Ahid menjelaskan pemanggilan kembali kepada Danu tersebut merupakan masih dalam rangka pemeriksaan lanjutan kasus Subang.

Ia juga menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Danu.

Termasuk persiapan yang dibutuhkan pada proses pemeriksaan tersebut.

Ahid menegaskan pihaknya berkeyakinan bahwa Danu tidak terlibat dalam kasus Subang tersebut.

Namun, Ahid menjelaskan posisi Danu dalam kasus Subang itu ia analisis memang tidak tepat.

“Insya Allah kita sampai saat ini masih bekeryakinan bahwa Kang Danu ini tidak terlibat dalam persoalan ini.”

“Cuman, beliau adalah orang yang memang posisinya tidak tepat pada saat itu,” papar kuasa hukum Danu.

Kendati begitu, pihaknya terus mendukung proses kepolisian dalam mengungkap tindak pidana dalam kasus Subang tersebut.

Ia mewanti-wanti agar pengungkapan kasus Subang itu tidak terjadi kekeliruan terkait penetapan pelaku.

“Jangan sampai ada kekeliruan ada kesalahan tentang siapa pelaku,” ucapnya.

Ahid menegaskan prinsipnya agar pelaku tetap ditemukan dan proses hukum tetap berjalan.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, dalam pemeriksaan saksi tersebut anggota kepolisian dari Polda Jabar, Bareskrim Mabes Polri serta ahli Forensik Polri turut hadir.

Saat Danu diperiksa, di Polres Subang juga terlihat ahli forensik Polri dr Hastry.

Belum ada keterangan resmi mengenai keterkaitan pemeriksaan Danu dengan kehadiran dr Hastry.

Yang pasti dr Hastry beberapa waktu lalu melakukan autopsi ulang terhadap jasad ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Anggota lain tim kuasa hukum Danu, Heri Susanto, mengatakan tujuan pemanggilan kembali Danu adalah untuk dimintai keterangan oleh pihak penyidik.

"Hari ini kami mendampingi Danu, kemarin mendapatkan undangan dari penyidik di Satreskrim Polres Subang, jadi kami mendampingi Danu untuk pemeriksaan lanjutan," ucap Heri di Polres Subang, Kamis 28 Oktober 2021.

Heri mengatakan, Danu menjalankan pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB tadi pagi.

"Kami sempat minta diundur jam 2 siang, tapi jadinya tetap jam 10," katanya.

Pantauan Tribun di lapangan, Danu sempat keluar dari ruangan penyidikan pada pukul 12.00 WIB, dan kembali masuk ke ruangan Satreskrim Polres Subang pada pukul 12.50 WIB.

Kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu sampai dengan hari ke-73 ini masih misteri.

Kabar terakhir, kepolisian sudah meminta keterangan 54 saksi terkait kasus yang selalu menjadi sorotan publik ini.

Pantauan Tribun Jabar di lapangan, ahli forensik Mabes Polri, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti, turut hadir dalam pemeriksaan kemarin.

Terlihat dr Hastry keluar dari ruangan pemeriksaan pada pukul 15.00 WIB.

Saat ditanya wartawan, dr Hastry pun bungkam dan tidak memberikan keterangan apa pun.

Di sisi lain, Mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan beri pesan menohok untuk jajaran kepolisian yang sedang mengungkap kasus subang dimana reputasi polri sedang dipertaruhkan

Belum terungkapnya kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, mendapat tanggapan dari mantan Kapolda Jawa Barat  Irjen. Pol. (Purn) Dr. H. Anton Charliyan, MPKN.

Anton Charliyan, yang juga mantan Kadiv Humas Polri, pernah sukses menangani dua kasus besar yang menjadi isu nasional bahkan internasional yaitu pembunuhan aktivis buruh Marsinah di Jawa Timur dan aktivis HAM, Munir.

Dalam wawancara wartawan, Abah Anton --demikian ia kini dipanggil-- mengatakan, jika kasus pembunuh ibu dan anak di Subang sudah menjadi isu Jawa Barat atau isu nasional harus dituntaskan.

“Jangan sampai nanti dianggap Polri tidak mampu atau dianggap Polri menutupi kasus atau dianggap Polri tidak berani,” kata Anton Charliyan yang semasa bertugas berprinsip tidak ada satu permasalahan pun yang tidak bisa diungkap.

Berdasarkan pengalamannya dalam mengusut satu kasus rumit, Anton Charliyan mengungkapkan kuncinya adalah penyidik harus ulet, serius dan harus berdasarkan scientific crime investigation.

Dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, kata dia, jika Polres kewalahan, harus ada backup khusus dari Polda. Bahkan jika perlu, penyidik itu harus gabungan.

“Waktu saya melakukan penyidikan (kasus) Munir saja anggotanya itu lebih dari 60 orang. Jadi kita harus betul-betul mengerahkan satu kekuatan yang cukup signifikan. Kenapa?, karena dalam setiap item itu harus ada yang menanganinya”, ungkap Anton Charliyan.

Sebab itu, jelas dia,  tim penyidik juga harus dibagi-bagi lagi. Ada tim yang khusus menangani masalah saksi, ada tim yang khusus menangani barang bukti, ada tim yang menangani scintific crime investigation, dan tim lain tergantung kepentingan.

“Tim masalah saksi tugasnya khusus hanya mengelola saksi. Tim barang bukti hanya mengelola barang bukti, tim scintific investigation khusus menangani hasil uji lab dan lain-lain. Itu saja tugas masing-masing tim khusus itu”, ujar Anton.

Tak kalah pentingnya, tambah Anton Charliyan, selanjutnya harus ada evaluasi yang berkala, membahas sampai sejauh mana perkenbangan kasus yang dihadapi. Bisa dilakukan minimal 1 minggu 1 kali sehingga progresnya setiap hari setiap bulan akan jelas.

“Kalau tanpa adanya evaluasi,  penyidikan ini nantinya ya begitu-begitu saja. Ini yang saya alami”, pungkas Anton.




Belum ada Komentar untuk "Mengejutkan! Danu Kembali Diperiksa Tunjuk Pelaku Subang, Mantan Kapolda Jabar Beri Pesan Menohok"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel