Kasus Ditutup? Yosef, Yoris, Mimin dan Danu Klaim Terbebas dari Kasus Subang, Lalu Kelanjutanya?


Yosef, Yoris, Mimin, Danu Klaim Terbebas dari Kasus Subang, Lalu Kelanjutannya? Ini Kata dr Hastry

Yosef, Mimin Mintarsih, Yoris dan Danu, para saksi kunci pembunuhan ibu dan anak di Subang saling klaim telah terbebas dari kasus tersebut. 

Hal ini semakin membuat kasus terbunuhnya Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu semakin misterius. 

Di satu sisi, ahli forensik Mabes Polri Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti menjawab pernyataan soal kasus ini. 

Dugaan Mimin sudah terbebas dari kasus ini ditandai dengan dikembalikan barang-barang mimin yang sebelumnya disita polisi. 

"Untuk barang-barang yang sempat disimpan pihak kepolisian sudah dikembalikan ke Bu Mimin. Selepas Bu Mimin menandatangani Berita Acara Sumpah," ucap Deden Nasution tim kuasa hukum Mimin di Subang, Senin (11/10/2021).

Menurut Deden, barang-barang milik istri muda Yosef yang sempat disimpan oleh pihak kepolisian berupa handphone serta kendaraan sepeda motor.

Dan kedua barang itu sudah dikembalikan ke tangan Mimin Mintarsih.

"Memang sebelumnya, kan, masih disimpan oleh pihak penyidik kayak handphonenya Bu Mimin, terus sama kendaraan sepeda motor," katanya.

Mimin juga menyampaikan pesan kepada pihak kuasa hukum, jika terus berharap agar kasus kematian Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) segera terungkap dan dipublikasikan langsung kepada publik.

"Bu mimin menyampaikan ke saya, dia terus sabar dan berdoa agar kasus ini segera terungkap, memang tujuannya agar tidak ada lagi asumsi-asumsi liar dari publik," ujar Deden.

Sebelumnya, kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mengklaim kliennya sudah terbebas dari kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Klaim Rohman itu diungkapkan setelah Yosef menjalani pemeriksaan terakhir di Mapolres Subang pada Rabu (28/9/2021). 

Menurut Rohman, Dalam materi pemeriksaan Yosef, kata dia, penyidik kembali menanyakan detik-detik ditemukannya Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

"Jadi, Yosef menyampaikan kepada penyidik bahwa sebelum ke kantor polisi Jalancagak pukul 07.24 WIB dia sempat menghubungi HP Amel," ujar Rohman Hidayat saat dihubungi, Sabtu (2/10/2021).

Menurut Rohman, Yosef sudah merasakan ada kejanggalan saat dia pulang ke rumah.

Namun, ia belum menduga terjadi pembunuhan.

Yosef kemudian mencoba menghubungi Amel, tapi tidak direspons.

Kemudian, kata dia, Yosef menghubungi Yoris, anaknya yang lain, di jam yang sama.

"Telepon Yoris dijawab oleh istrinya. Di situ Yosef menyampaikan ke istri Yoris bahwa di rumah ada penculikan."

"Kenapa berpikir penculikan, karena pada saat itu Yosef melihat di jalan sebelah pintu masuk, ada bekas ban mobil," katanya.

Sekitar pukul 07.35 WIB, Yosef kemudian mendatangi Polsek Jalancagak.

Di saat itu juga, kata Rohman, Yoris menelepon.

"Jam 08.02 WIB, Yosef tidak masuk lagi ke TKP, tapi dibawa ke ruang komite sekolah SMA Jalancagak."

"Di TKP sudah banyak warga masyarakat dan sudah di police line," ucapnya.

Jadi, ujar Rohman, fakta baru itu menyebutkan bahwa kliennya tidak mengetahui adanya peristiwa pembunuhan terhadap istri dan anaknya.

"Bahkan pada saat pagi-pagi dia berpikir masih ada penculikan, itu dibuktikan dari log call-nya, yang menghubungi HP korban," katanya.

Keluarga Yoris dan Danu Sudah Lega

Danu, saksi pembunuhan ibu dan anak di Subang yang kini bolak-balik diperiksa polisi. Berikut 6 faktanya.

Danu, saksi pembunuhan ibu dan anak di Subang yang kini bolak-balik diperiksa polisi. Berikut 6 faktanya. (Kolase Facebook Sergio/tribun jabar)

Akhirnya keluarga korban pembunuhan ibu dan anak di Sumedang mengaku sudah lega. 

Bukan karena pembunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu sudah ditangkap, tapi karena dua orang yang selama ini diperiksa intensif polisi kini telah dilepaskan. 

Keduanya adalah Yoris Raja Amanullah, anak tertua korban Tuti Suhartini dan Muhammad Ramdani alias Danu, keponakan Tuti. 

Sebelumnya Yoris dan Danu memang menjadi perhatian polisi dan harus menjalani pemeriksaan berkali-kali.

Bahkan Danu hingga 7 kali dan sempat menginap 3 hari di kantor kepolisian. 

Namun, baru-baru ini, keduanya tak lagi menjalani pemeriksaan intensif. 

Barang bukti milik keduanya berupa ponsel dan sepeda motor pun sudah diserahkan kembali. 

Terkait hal itu, Yeti Mulyati, bibi mereka mengaku sudah lega.  

Yeti mengaku sempat khawatir Yoris dan Danu akan dijebloskan ke penjara dan dikambinghitamkan. 

"Takutnya dijeblosin, Dikambing hitamkan. 

Tapi Alhamdulillah sekarang udah lega, keponakan udah lepas," kata Yeti dikutip dari channel youtube Heri Susanto, Kamis (23/9/2021) 

Meski lega, Yeti masih menyimpan kesedihan karena adiknya telah tiada.  

"Sebenarnya kalau udah meninggal ya udah ya, tapi masih ingat.

Dibalik kebahagiaan, adik saya gak ada," katanya. 

Yeti berharap pembunuh adik dan keponakannya itu bisa cepat tertangkap dan dihukum seberat-beratnya. 

Danu yang ditemui terpisah juga mengaku sudah lega karena semua barang bukti miliknya sudah dikembalikan polisi. 

Danu memastikan tidak terlibat dalam kasus ini. 

Jawaban dr Hastry

Pakar Forensik Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti saat berada di TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Sementara itu, Ahli forensik Sumy Hastry Purwanti akhirnya buka suara soal hasil autopsi jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Sumy Hastry Purwanti atau karib disapa dokter Hastry menjawab ketika ditanya soal hasil autopsi korban pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Dokter Hastry sendiri dilibatkan dalam pengungkapan pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Dalam penyilidikannya, Polisi bahkan telah dua kali melakukan autopsi jenazah Tuti dan Amalia.

Pertama jasad ibu dan anak ini diautopsi di RS Sartika Asih, Kota Bandung tak lama setelah korban ditemukan di bagasi mobil Alphard.

45 hari kemudian, Polisi kembali melakukan autopsi tepatnya pada Sabtu (2/10/2021).

Sumy Hastry Purwanti yang berpangkat Kombes Pol itu turut dilibatkan.

"Bismillah, mulai merumput lagi," tulis dr Hastry di Insta Story.

"Alhamdulillah, ini baru selesai TKP Subang. Pasti terungkap," kata dokter Hastry setelah selesai melakukan autopsi jasad Tuti dan Amalia.

Setelah beberapa waktu, dokter Hasrty maupun Polisi belum mengungkap hasil autopsi tersebut.

Hingga kemudian banyak orang termasuk warganet yang penasaran.

"Kelanjutan Kasus di Subang Bagaimana bu Dokter?? kami menunggu hasil otopsi ibu Dr Hastry kok blm di Up Lagi Ya," tulis akun ragilembaeh8796 di postingan dr Hastry.

Akun dwi_apriliyanto97 menerangkan bahwasanya dr Hastry tak berwenang untuk membuka kasus atau hasil autopsi.

"dr forensik tidak punya wewenang membuka kasus, walaupun beliau Polisi. Yg berhak ya yg menanggani perkara, krn Janji Profesi semua Tenaga Kesehatan sama “tidak memberikan informasi medis kepada siapapun kecuali pasien dan jika dimintai keterangan dimeja hijau (kasus hukum dipengadilab)” tulisnya.

Soal ini dr Hastry pun membenarkannya.

"@dwi_apriliyanto97 yaa betul ," jawab dr Hastry.

Ada netizen lain yang menanyakan kelanjutan kasus Subang.

dewishafiqa :Mohon izin dok Kasus yg di Subang Gimana dok @hastry_forensik

Pertanyaan ini pun dijawab langsung oleh dr Hastry.

"@dewishafiqa soon yaa," jawab akun dr Hastry.

Sementara itu Rohman Hidayat, kuasa hukum Yosef akan melaporkan kanal-kanal Youtube tendensius yang menggiring opini yoseflah sebagai pelaku kasus pembunuhan Subang, sontak saja membuat warganet berkomentar

Banyak bgt uang pak ocep sampe mau memenjarakan netizen๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ "ujar warganet

Akhhh ini mh gk bakalan tuntas gk bakaln ada di penjara lagi mungkin mau di tutup tanpa hukuman, "timpal warganet lainnya

para creator youtube jangan takut dengan ancaman pengacara yosef.hukum harus di tegakkan terus kawal perkembangan kasusnya. jngn sampe lengah atau sampe kasusnya dinyatakan ditutup. karena ada oknum yg punya kuasa membackup si pelaku dan mempunyai pengaruh cukup besar yang berusah supaya kasus ini bungkam selamanya. kalian sdh pasti taulah siapa oknum dan pelakunya. kl kita ngk salah dan ingin mengungkapkan tabir kejahatan maju terus dan kawal sampe polisi mau merilis identitas pelakunya. karena polisi sebenarnya sdh tau pelakunya. tetapi di dihalangi sama oknum ini. sekarang bukan zaman pak harto. siapapun oknum yg membackup pelaku kriminal harus siap menanggung resiko sangsi tegas " tegas salahsatu warganet 



Belum ada Komentar untuk "Kasus Ditutup? Yosef, Yoris, Mimin dan Danu Klaim Terbebas dari Kasus Subang, Lalu Kelanjutanya?"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel