Fakta Baru Terungkap Polisi Jangan Ragu Tetapkan Yosef Tersangka Pelaku Subang


Praktisi hukum Ricky Vinando menilai, sudah saatnya aparat penegak hukum menetapkan Yosef sebagai tersangka pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan seorang ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Hal ini, kata Ricky karena Yosef mengaku membersihkan semuanya di TKP.

Keadaan itu tak bisa dilepaskan dari keadaan Yosef di TKP dan hasil autopsi pertama kepala korban yang mengalami luka berat sampai tulang tengkorak kepala patah akibat digebuk pakai papan pencuci baju.

 “Ini menjadi alat bukti petunjuk yang sangat kuat. Saya menganalisa sesuai KUHAP, telah ditemukan adanya banyak persesuaian keadaan. Sudah terlalu banyak persesuaian keadaan yang satu dengan tindak pidana tersebut. Jadikan Yosef sebagai tersangka," kata Ricky melalui keterangan, Senin 4 Oktober 2021.

Saya tidak menuduh tapi secara hukum sudah ada begitu banyak keadaan yang saling bersesuaian dengan tindak pidana yang terjadi di TKP.

Pasal 184 KUHAP dan Pasal 188 KUHAP sudah terpenuhi pada Yosef. Segera tersangkakan Yosef dan Mimin. Yosef jadi saksi mahkota, supaya peran Mimin bisa dibuka, Yosef karena tak mungkin Yosef mau sendirian menghadapi sangkaan Pasal 340 KUHP ini," tegas Ricky.

Fakta lain yang juga baru terungkap adalah Yosef di hari kejadian pada 18 Agustus 2021 pukul 07:24 WIB sempat menelpon Amel, namun tak ada jawaban.

Dan berdasarkan pengakuan Yosef, dirinya sempat menduga Amel diculik saat sebelum mendatangi Polsek Jalancagak.

 Kemudian mengenai pengakuan Yosef datang ke rumah saat Mimin sudah tidur dan Yosef memasak nasi goreng di rumah Mimin justru bertentangan dengan keterangan Mimin.

 Saksi Suparman saat ke TKP melihat Yosef diduga menyiram darah banyak genangan darah campur air, pak RT juga lihat banyak genangan darah, bahkan Yosef mengaku membereskan semuanya karena berantakan, berarti Yosef sudah merusak TKP."

Menurut Ricky, apa yang dilakukan Yosef diduga melanggar Pasal 221 ayat 2 KUHPidana karena yang dilakukan Yosef telah berakibat sukarnya penyidikan karena diduga dia telah menghilangkan bekas-bekas kejahatan di TKP dengan membersihkan semua yang berantakan.

 "Itu juga tindak pidana. Kalau masih berat 340 dahulukan saja 221 ayat 2 KUHPidana. Mengapa dia membersihkan semuanya di TKP? Itu kan sama saja melenyapkan bekas kejahatan. Harusnya seberantakan apapun kondisinya, dia tak boleh membersihkan TKP, harusnya dia membiarkan darah itu, tapi kenapa harus membersihkan semuanya?" kata dia.



Sementara itu Praktisi Hukum Ricky Vinando mengatakan: Posisi Yosef Sudah Terjepit

Kasus pembunuhan ibu dan anak Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang perlahan menemukan titik terang.Terlebih, ada banyak fakta baru yang belakangan ini banyak terungkap. Salah seorang saksi yakni Suparman alias Ujang memergoki Yosef membersihkan darah di rumah yang menjadi TKP kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, namun keterangan Suparman diralat Yosef dan Yosef mengatakan membersihkan rumah yang berantakan.

Fakta lain yang juga baru terungkap adalah Yosef di hari kejadian pada 18 Agustus 2021 pukul 07:24 WIB sempat menelpon Amel, namun tak ada jawaban. Dan berdasarkan pengakuan Yosef, dirinya sempat menduga Amel diculik saat sebelum mendatangi Polsek Jalancagak. Kemudian mengenai pengakuan Yosef datang ke rumah saat Mimin sudah tidur dan Yosef memasak nasi goreng di rumah Mimin justru bertentangan dengan keterangan Mimin.

Praktisi hukum Ricky Vinando kembali angkat bicara. Menurutnya, banyak fakta baru tersebut justru membuat Yosef makin dicurigai. Menurutnya, keterangan saksi Suparman yang diralat Yosef makin memberatkan posisi Yosef, karena Yosef terang-terangan mengakui membersihkan TKP yang seharusnya sama sekali tak boleh dilakukan dengan alasan apapun juga, terlebih lagi, berawal Yosef diduga menyiram darah di lantai rumah diduga kuat pakai ember besar warna biru besar yang ada di belakang mobil berisi dua mayat.

Berdasarkan keterangan saksi Suparman dan saksi Pak RT Dede, kondisi di TKP dalam rumah banyak genangan darah bercampur air mulai dari kamar Amel, dapur, dekat pintu belakang, ruang tamu hingga lantai yang tak jauh dari mobil. Seperti diketahui jenazah ibu dan anak tersebut ditemukan di dalam bagasi mobil Toyota Alphard yang terparkir di halaman rumah korban di Kampung Ciseuti, Kecamatan Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat.

"Pengakuan Yosef membersihkan semuanya patut diduga membersihkan bekas-bekas kejahatan. Kan dari keterangan awal saksi Suparman saja telah membuktikan ada lagi alat bukti petunjuk yang kuat dan saling bersesuaian dengan keadaan Yosef di TKP yang mengaku membersihkan semuanya. Membersihkan semuanya harus dibuat genangan. Adanya persesuaian keadaan antara adanya genangan darah bercampur air di belakang mobil berisi mayat dengan keadaan di dalam rumah TKP yang juga banyak genangan darah bercampur air lalu Yosef mengaku membersihkan semuanya, ada pembersih lantai juga," papar Ricky.

"Itu alat bukti petunjuk sesuai Pasal 188 KUHAP, alat bukti petunjuk itu keadaan karena ada persesuaian dengan telah terjadinya tindak pidana di TKP ditambah dengan banyak darah di jaket Yosef, itu alat bukti petunjuk yang sangat kuat. Ini saya menganalisa sesuai KUHAP, telah ditemukan adanya banyak persesuaian keadaan. Sudah terlalu banyak persesuaian keadaan yang satu dengan tindak pidana tersebut. Jadikan Yosef sebagai tersangka," kata Ricky melalui keterangan

Dirinya juga menjelaskan, alat bukti petunjuk lainnya yakni adanya keadaan yang juga sesuai adalah berdasarkan hasil pemeriksaan forensik yang pertama, terungkap fakta medis bahwa jarak kematian korban pertama dengan korban kedua berjarak 5 jam. Hasil pemeriksaan forensik tersebut adalah alat bukti petunjuk berupa surat yang dibuat dokter forensik. Dan saat sidang biasanya dokter forensik dihadirkan maka keterangannya menjadi alat bukti keterangan ahli.

Belum ada Komentar untuk "Fakta Baru Terungkap Polisi Jangan Ragu Tetapkan Yosef Tersangka Pelaku Subang"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel