Belajar dari Mak Cumi 86 Tahun yang Tidak Pernah Menyerah dengan Keadaan Hidupnya berjalan tertatih memikul dagangannya


Betapa badan telah renta dan menua, namun semangat untuk mencari nafkah masih menggebu, tak ingin menjadi beban katanya. Meski beliau sering kali melewatkan pembeli karena pendengaran nya yang telah tak berfungsi.

Beliau adalah mak cumi, lansia berumur 86 tahun, di usia senjanya, neliau masih harus mencari nafkah untuk dirinya sendiri. (video)

Emak Cumi lansia berusia 86 tahun yang tinggal di alamat Tegal Tanjung Rt001 Rw019 Kelurahan Karang Pawaitan Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang. Sehari hari beliau berjualan tahu untuk menafkahi dirinya.

Mak cumi mencari nafkah dengan berjualan tahu bumbu, penghasilan beliau hanya sekitar 20 ribu rupiah perharinya (video)

Memulai hari dikala matahari masih di peraduan, Emak Cumi telah mempersiapkan semua barang dagangannya, membungkus tahu dan membumbui nya baru kemudian beliau bergegas memikulnya dan berkeliling menjajakan tahu bumbu nya.

beliau tidak ingin menjadi beban bagi siapapu, itulah alasan mak cumi masih berjualan hingga kini (video)

Tak banyak untung yang bisa beliau dapatkan hanya 20 ribu rupiah setelah di potong modal belanja tahu, bumbu dan kemasan plastik. Namun sejak pandemi, Emak pulang dengan tahu yang lebih banyak tersisa dan tentu saja tanpa keuntungan yang bisa didapat.

Sejak subuh hari beliau sudah mempersiapkan dagangannya, setelah itu beliau akan menjajakan daganganya, berkeliling dari kampung ke kampung (video)

berjalan tertatih memikul dagangannya (video)

Pendengaran Emak Cumi tak lagi berfungsi.  Hal ini pula yang membuat beliau sulit mendapatkan pelanggan. Sering kali pembeli berteriak memanggil nya namun tak terdengar, Emak akan menoleh jika ditepuk bahunya.

Pendengaran Emak Cumi tak lagi berfungsi, terkadang pembeli harus berteriak kepada beliau (video)

tak jarang banyak pembeli yang ia lewati karena ketika mereka memanggil, mak cumi tidak mendengarnya sama sekali (video)

Emak Cumi pun sering merasa kelelahan, sehingga beliau seringkali beristirahat di pinggir jalan untuk memulihkan tenaga nya.

Tubuh rentanya harus sering beristirahat ketika sedang berjualan, entah dipinggir jalan atau dimana saja ketika beliau merasa kelelahan. (video)

Mak cumi kesulitan mendapatkan pelanggan karena kekurangannya itu, tapi beliau tidak pernah menyerah dengan keadaan hidupnya.(video)

Terkadang pembeli harus menepuk pundak beliau sebagai tanda akan membeli, (video)

Semenjak pandemi banyak tahu yang dijual terbawa pulang kembali, karena tidak ada pembeli, namun beliau tetap tabah menjalaninya (video)

Ketika sampai dirumah pun, Emak hanya bisa beristirahat di sebuah bale bambu dengan kasur tipis di atasnya. Meski begitu beliau bersyukur masih diberi kesehatan.

Beginilah kondisi rumah Mak Cumi, dengan lantai yang berdebu (video)

Mak cumi hanya tidur beralaskan tikar dan kasur tipis, dapur sederhana beliau tidak ada makanan yang istimewa (video)

Dinding rumah beliau juga hanya terbuat dari bilik bambu (video)


bagi netizen yang tergerak mau mewujudkan harapan mak cumi di hari tuanya, silahkan salurkan donasinya melalui  link partner in goodness yang ada di deskripsi suara hati sang istri






Belum ada Komentar untuk "Belajar dari Mak Cumi 86 Tahun yang Tidak Pernah Menyerah dengan Keadaan Hidupnya berjalan tertatih memikul dagangannya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel