Akhirnya Yosef Mengakuinya Sebagai Pelaku? Setelah Bareskrim Mabes Polri Turun Tangan ke Subang



Bareskrim Polri akhirnya turun tangan membantu penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Pasalnya, kasus tersebut telah berlarut hingga sebulan lamanya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan penyidik Bareskrim Polri telah berada di Subang untuk membantu penyelidikan kasus tersebut.

"Iya, tim asistensi dari Bareskrim sudah disana untuk membantu melakukan penyelidikan," kata Andi saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Andi menerangkan penyidik nantinya akan menganalisa dan evaluasi terkait penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Polres Subang dan Polda Jawa Barat.

"(Penyidik) menganalisa semua informasi yang sudah diperoleh oleh Polres Subang dan Polda Jabar," tukasnya.

Sebagai informasi, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat masih menyisakan tanda tanya.

Pelaku pembunuhan hingga kini masih berkeliaran bebas hingga sebulan lamanya.

Tim Inafis dari Polres Subang saat melakukan penyelidikan ulang terhadap penemuan mayat Ibu dan Anak di Subang, Jumat (20/8/2021).

Korban pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu ditemukan tertumpuk di bagasi mobil Alphard pada 18 Agustus 2021, di parkiran rumah mereka.

Yosep adalah suami Tuti Suhartini dan ayah Amalia Mustika Ratu yang diperiksa hingga 9 kali dalam kasus ini.

Kali ini, penyelidikan polisi mulai bergeser kepada aset Yosef.

Dalam pemeriksaan terakhir, Senin (13/9/2021), Yosep ditanya terkait asetnya, yakni sebuah yayasan pendidikan bernama Bina Prestasi Nasional di Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang.

Yosef merupakan pemilik yayasan Bina Prestasi Nasional.

Sementara anak tertuanya, Yoris (34), menjadi ketua yayasan, sedangkan Amalia Mustika Ratu sebagai bendahara.

Kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Kabupaten Subang belum terungkap hingga berpekan-pekan membuat Bareskrim Mabes Polri turun tangen. Bareskrim akan mem-back up penyelidikan kasus tersebut.

"Jadi untuk masalah kasus Subang, pembunuhan Subang sudah ada atensi dari pimpinan di pusat. Sehingga sekarang ada penguatan dalam mem-back up pengungkapan kasus pembunuhan ini," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/9/2021).

Erdi mengatakan tim dari Bareskrim Mabes Polri tersebut nantinya akan mem-back up bilamana ada kesulitan dalam proses penyelidikan. Proses penyelidikan secara digital dan konvensional akan dibantu oleh Bareskrim Mabes Polri.

"Bukan dari Polda saja, bahkan dari Bareskrim Mabes Polri yang bisa membantu pengungkapan baik secara manual konvensional maupun digital ini diberdayakan dan semua mem-back up Polres Subang," kata dia.

Sementara itu untuk kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan. Polisi masih melakukan pengembangan atas hasil laboratorium forensik yang sudah didapat.

"Sementara masih dikembangkan, dipelajari bukti-bukti yang sudah didapat selama ini," kata dia.

Sebelumnya, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada Rabu (18/8). Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).

Kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Kabupaten Subang belum terungkap hingga berpekan-pekan membuat Bareskrim Mabes Polri turun tangen. Bareskrim akan mem-back up penyelidikan kasus tersebut.

"Jadi untuk masalah kasus Subang, pembunuhan Subang sudah ada atensi dari pimpinan di pusat. Sehingga sekarang ada penguatan dalam mem-back up pengungkapan kasus pembunuhan ini," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/9/2021).

Erdi mengatakn tim dari Bareskrim Mabes Polri tersebut nantinya akan mem-back up bilamana ada kesulitan dalam proses penyelidikan. Proses penyelidikan secara digital dan konvensional akan dibantu oleh Bareskrim Mabes Polri.

"Bukan dari Polda saja, bahkan dari Bareskrim Mabes Polri yang bisa membantu pengungkapan baik secara manual konvensional maupun digital ini diberdayakan dan semua mem-back up Polres Subang," kata dia.

Sementara itu untuk kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan. Polisi masih melakukan pengembangan atas hasil laboratorium forensik yang sudah didapat.

"Sementara masih dikembangkan, dipelajari bukti-bukti yang sudah didapat selama ini," kata dia.


Belum ada Komentar untuk "Akhirnya Yosef Mengakuinya Sebagai Pelaku? Setelah Bareskrim Mabes Polri Turun Tangan ke Subang"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel