RS Siloam Palembang Buka Jalan Damai, Ratu Entok Sebut Kasus Jason Jadi Pelajaran Bagi Perawat


Kasus penganiayaan Jason terhadap seorang perawat di Palembang, Sumatera Selatan, tampaknya akan berakhir damai. 

Hal tersebut setelah manajemen Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya Palembang membuka peluang damai untuk Jason, tersangka penganiaya perawat bernama kristina. 

Direktur Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Bona Fernando mengatakan, mediasi akan dilakukan jika pihak keluarga Jason maupun pelaku langsung menemui korban untuk meminta maaf atas kejadian tersebut. 

"Yang melapor adalah perawat, jadi kita serahkan sepenuhnya ke perawat. Kalau nanti setelah laporan polisi dia datang dan meminta maaf dan perawat bersedia untuk menerima permohonan maaf ya apa salahnya," kata Bona kepada wartawan 

Menurut Bona, kejadian yang menimpa kristina saat ini menjadi atensi khusus bagi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang agar kasus tersebut tak kembali terulang. 

Selama ini, seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit telah dijalankan secara profesional. 

Sementara itu, Jason sebelumnya telah mengakui semua perbuatannya yang telah menganiaya kristina hingga babak belur. 

Jason mengungkapkan, saat kejadian berlangsung ia merasa kelelahan lantaran sudah beberapa hari belakangan menjaga anaknya yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut karena menderita peradangan paru-paru. 

Emosi Jason pun menjadi tersulut saat melihat tangan anaknya berdarah usai jarum infus dicabut oleh korban ketika hendak ia datang ke ruang perawatan. 

Sang Istri Jason, Melisa juga mengklarifikasi pemberitaan yang menurut dia hanya memojokkan pihaknya.

"Saya mau klarifikasi di sini. Kejadian tersebut bermula karena seorang suster Rumah Sakit dalam melayani pasien tidak profesional," ucap dia.

Suster yang dia maksud merupakan korban penganiayaan suaminya di ruang perawatan anak pada Kamis 15 April 2021 itu.

"Menurut saya sebagai orang tua bisa berakibat fatal, apalagi anak saya masih balita," ungkap Melisa mengawali cerita.

Pengakuan Melisa, sejak awal anaknya dirawat di rumah sakit itu mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan hatinya.

"Nada bicaranya saja agak ketus, saat menangani anak saya yang rewel juga nyeletuk 'Ini (anaknya) rewel terus, harusnya kalau siang jangan ditidurin jadi malem ngga rewel terus'," tutur Melisa.

Bahkan sebelum video viral, Melisa sempat memfoto suster itu karena merasa yang tidak enak dengan pelayanannya.

Ketika anaknya sudah selesai dirawat dan akan pulang ke rumah, perawat yang bertugas melepas infus anaknya, menurutnya tidak dilakukan secara profesional.

"Dia mencabutnya kasar, darah sampai kemana-mana di baju, lantai, kasur. "Eh, malah saya disalahin. Katanya sebaiknya ibu jangan gendong anak," tuturnya.

Masih kata Melisa, darah yang keluar dari tubuh anaknya cukup banyak.

"Sebagai orang tua saya pikir wajar kita panik. Apalagi setelah lihat anak saya sampai keluar darah, suster itu tidak mau meminta maaf," paparnya.

"Masih ada bekas darahnya di baju, semua saya foto," pungkasnya.

Masih pengakuan Melisa, ia langsung mengadu ke kepala perawat.

"Saya sampai mengadu ke kepala perawat baru ditangani, dikasih plester," ucapnya.

"Sama suster itu darah anak saya cuma ditutul-tutul aja pakai tissu toilet. Saya ngga bohong, saya berani bersaksi nanti di pengadilan," bebernya.

Melisa meminta ke RS Siloam tempat anaknya dirawat mempertimbangkan posisi dirinya dan meminta supaya suster diberikan teguran.

Di sisi lain, viral video seorang wanita mendadak viral di media sosial. Wanita tersebut membahas soal kasus penganiayaan keluarga pasien terhadap seorang perawat di Rumah Sakit RS Siloam Sriwijaya, Palembang

Seperti terlihat di akun @ratu_entok2, wanita tersebut mengatakan bahwa kasus penganiayaan perawat itu merupakan pelajaran bagi rumah sakit dan semua perawat yang ada Indonesia agar lebih memperbaiki pelayanan kepada pasien. Apalagi pasien dari kalangan keluar miskin yang berobat dengan BPJS.

“Lepas dari salah atau ngga salah perawat, mungkin ini pukulan bagi semua rumah sakit, pukulan besar bagi perawat-perawat di muka bumi Indonesia ini,” ujar wanita tersebut seperti dikutip akun Twitter @gi_grey.

Di menyebut bahwa kejadian itu agar bisa membuat para perawat sadar atas pelayanan mereka kepada warga miskin

“Supaya kalian sadar, kalian sudah disumpah, makanya jangan pilih-pilih buluh, ” 

“Ini pukulan untuk semua perawat-perawat karena selama ini kalian banyak yang sombong, banyak yang lantang, apalagi merawat orang-orang miskin, pakai BPJS, pakai surat miskin, pakai surat KIS, hah, muka perawat kaya tong sampah,” tulis wanita tsb dalam uanggahanya

Dia mengatakan, apalagi pada malam hari para perawat sibuk dengan urusannya tanpa peduli pasien.

“Malam hari tidur ngorok chating sama jantannya, kita merawat anak kita, keluarga kita sendiri dalam ruangan, capek deh,” katanya.

“Apalagi kita dari keluarga miskin, pakai BPJS, udahlah ya, perawat-perawat ini sadar, supaya jangan kalian sepele sama pasien.” tutup wanita tersebut.

Sebelumnya, pelaku Jason Tjakrawinata alias JT (38) kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus penganiayaan perawat yang bernama Christina Remauli Simatupang (27).

Pelaku juga meminta maaf dan menyesali perbuatannya yang dia sebut merupakan emosi sesaat. 

Belum ada Komentar untuk "RS Siloam Palembang Buka Jalan Damai, Ratu Entok Sebut Kasus Jason Jadi Pelajaran Bagi Perawat"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel