Sudah Banyak Gugurkan Bayi, Dokter Aborsi Ilegal ini Meninggal diduga Terpapar Covid 19

 


SWS adalah seorang dokter yang menjadi tersangka kasus aborsi legal; di Raden Saleh, Jakarta Pusat meninggal dunia pada Rabu (30/09) sekitar pukul 09.00 WIB diduga karena terinfeksi Covid-19. Sebelum meninggall dunia, SWS bis mendapatkan keuntungan hingga Rp. 70 juta per bulan hasil dari menjalankan praktik aborsi ilegal itu.

Polda Metro Jaya berhasil membongkar praktik ilegal itu pada 3 Agustus 2020 lalu dan berhasil mengamankan 17 orang yang diduga terlibat. 17 rang itu yakni SS (57), dr SWS (84), dr TWP (59), EM (68), AK (27), SMK (32), W (44), J (52), M (42), S (57), WL (46), AR (44), MK (44), WS (49), CCS (22), HR (23), dan LH (46). Dalam sehari klinik yang sudah beroperasi sekitar lima tahun itu bisa menerima pasien lima hingga tujuh orang pasien aborsi.

Sebelum meninggal dunia. SWS memang sudah dirawat inap selama tiga hari di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, JAkarta Timur. Dugaan SWS meninggal karena Covid-19 ini dibantah oleh polisi dan menyatakan hasil rapid test dan swab SWS negatif.

Namun kenyataan yang dikatakan polisi ini berbeda dengan yang dikatakan pihak rumah sakit bahwa hasil rapid test dan swab SWS positif.

Akhirnya jenazah SWS dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. Jenazah SWS dimakamkan dengan tetap mengikuti protokotol Covid-19 guna mencegah penularan lebih lanjut. Hal ini terlepas dari SWS positif atau tidak Covid-19.

“Tadi pagi sudah diambil (keluarga) langsung tetap kita melaksanakan penguburan dengan prokes covid-19,” ungkap Yusri.

Belum ada Komentar untuk "Sudah Banyak Gugurkan Bayi, Dokter Aborsi Ilegal ini Meninggal diduga Terpapar Covid 19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel