Demo Omnibus Law di Istana Ricuh, Polisi Lepaskan Gas Air Mata

 


Demo gabungan mahasiswa dan buruh di kawasan Istana Merdeka berujung ricuh. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Semula, aksi berjalan dengan damai di kawasan simpang Juanda-Hayam Wuruk atau lebih dikenal dengan Harmoni. Massa beroperasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto juga terus mengimbau agar aksi tetap berjalan damai. Sehingga tak perlu ada benturan antara polisi dan massa.

Namun, kondisi berubah menjadi ricuh. Massa melempari polisi dengan berbagai barang, seperti botol air mineral.

Polisi akhirnya melepaskan gas air mata ke arah massa. Pimpinan aksi di mobil komando terus meminta massa untuk tenang.

Tapi, imbauan itu tak digubris. Massa terus melempari polisi.

Polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Polisi juga menerjunkan water cannon.

Masa lalu lari kocar-kacir ke berbagai arah. Tapi, mereka tak menyerah. Mereka terus melempari polisi dengan batu dan benda keras lainnya.

Belum ada Komentar untuk "Demo Omnibus Law di Istana Ricuh, Polisi Lepaskan Gas Air Mata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel