Cerita Ayah Kandung Bocah yang Tewas di Tangan Pemerkosa Ibunya: ‘sempat disuruh lari sama ibunya. Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku’

 


Bocah SD berinisial R (9) tewas ketika hendak melindungi ibunya dari pemerkosaan. Ayah kandung R menceritakan detik-detik kematian anaknya itu. Sang ayah yang tidak berada di lokasi kejadian itu turut merasakan ketegangan sebab mendengar cerita dari mantan istrinya, D (28). Pria bernama Fadli Fajar itu mengatakan jika putranya itu anak yang cerdas dan R sering mendapat pringkat 1 dan 2 di sekolahnya.

Fadli Fajar yang kini tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara itu tak kuasa menaha tangisnya saat mengingat ana sulungnya sudah tiada. Diketahui, R baru dua minggu tinggal bersama sang ibu (D) di Kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur. R dan sang adik tinggal bersama Fadli Fajar di Medan Selayang sejak ia berpisah dengan D dua tahun yang lalu.

“Tanggal 19 September 2020 lalu, saya baru saja merayakan ulang tahun almarhum yang genap berusia 10 tahun,” ujar pria berdarah Aceh-Karo ini sambil menangis.

Seperti mempunyai firasat, saat D datang ke rumahny di Medan dengan tujuan ingin membawa R ke Aceh, Fadli Fajar mengaku berat untuk melepas sang putra. Tetapi, krena R yang terus merenge dan bersikeras untuk ikut, akhirya ia mengizinkan.

Fadli Fajar mengaku sangat kaget dan tidak percaya saat mendengar kabar anaknya itu meninggal duniia. Apalagi ia meninggal terkena sabetan parang pelaku karena berusaha membantu ibunya di rumah yang sedang dalam kondisi bahaya.

“Saya hampir tak percaya mendengar kabar Rangga meninggal. Dia meninggal terkena sabetan parang pelaku karena berusaha membantu ibunya di rumah itu,” ujar Fadli Fajar.

Kemudian, Fadli Fajar menceritakan detik-detik saat anaknya melindungi sang ibu hingga akhirnya sakaratul maut di tangan pelaku , Samsul. Sebelum meninggal dunia, R semoat disuuh lari oleh sang ibu namun ia tidak lari malah melawan pelaku.

“Saya dapat kabar bahwa sebelum meningal, anak saya sempat disuruh lari sama ibunya. Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku.Setelah terkena parang, ia sempat berucap sakit. Lalu ia langsung terdiam, mungkin saat itu anak saya ini sakratul maut,” imbuhnya lagi.

“Almarhum memang beda dengan anak seusianya. Ia anak cerdas, periang, keras berpendirian, dan selalu mendapat rangking di kelas. Bahkan sekarang Ia sudah mampu membaca Alquran,” kenang ayahnya menangis sedih.

Belum ada Komentar untuk "Cerita Ayah Kandung Bocah yang Tewas di Tangan Pemerkosa Ibunya: ‘sempat disuruh lari sama ibunya. Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku’"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel