Ahok siap jadi Capres 2024, Refly Harun beberkan peluangnya


Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu berseloroh siap menjadi calon Presiden (Capres) 2024. Dia bahkan menantang, agar ada partai yang mau meminangnya, terlebih dengan gelar penista agama yang pernah disandangnya. 

Terkait hal ini, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari apa yang disampaikan Ahok. Menurut dia, apa yang dikatakan Ahok soal kesiapannya menjadi Capres 2024 sah-sah saja, karena merupakan jadi salah satu hak warga negara.     

Namun soal peluang dan apakah ada ganjalan ke depan, Refly Harun kemudian merincinya. Menurut dia, agak sukar bagi Ahok untuk menjadi Capres 2024. Mengapa?      

Ahok sudah dikunci

 Menurut Refly Harun, sejatinya kompetisi untuk jadi capres dan cawapres terbuka bagi siapa saja yang mampu. Artinya biarkan mereka berkompetisi secara sehat, dan biarlah rakyat yang menentukan. 

Akan tetapi, dia menyebut agak sukar Ahok untuk menjadi capres 2024 karena sesuatu hal. Yakni terganjal aturan pengembangan pasal hak konstsitusi.   

“Namun syarat yang tidak bisa ditembus Ahok, di undang-undang di dalam Pasal 169 UU Nomor 7 2017,” kata Refly di saluran Youtube-nya, dikutip Rabu 23 September 2020. 

Di mana, ada salah satu poin yang menyebut kalau tiap calon presiden dan wakil presiden harus tidak pernah melakukan tindak pidana yang ancaman hukumnya lima tahun lebih.  

“Sementara Ahok, meski akhirnya divonis dua tahun penjara, namun ancaman hukumannya lima tahun lebih. Yang dilihat di sini ancamannya, bukan vonisnya. Maka itu, dalam undang-undang Ahok sudah dikunci tidak bisa. Sebenarnya Ahok sudah game over.” 

Andaipun dia bisa maju, maka harus ada judicial review, untuk pengecualian. Tetapi apabila tidak, selama pasal itu terus bercokol di sana, maka Ahok, kata Refly Harun, seumur hidup pun tak akan pernah bisa menjadi Capres dan Cawapres.    

“Bahkan menjadi seorang menteri pun tidak akan bisa,” tegasnya lagi. 

Bukan soal kemampuan

 Refly menegaskan, persoalan Ahok menjadi capres 2024 ini bukan bicara soal kemampuannya memimpin negara. Atau bukan juga soal pernyataannya yang selalu kontroversial. Atau juga bukan datang dari dari etnis minoritas.  

Melainkan memang syarat undang-undang yang berkehendak demikian. 

“Kalau saya katakan dia triple minority, dia bukan Jawa, dia dari daerah kecil, lalu minoritas dari sisi agama, bukan Islam, dan minoritas dari sisi etnis tionghoa.” 

“Tapi bukan itu konteksnya, cuma yang menghalangi Ahok adalah syarat-syarat menjadi presiden yang tidak mungkin bisa ditembusnya lagi, kalau tidak dilakukan perubahan undang-undang,” tegasnya. 

Sedangkan apabila syaratnya cuma sekadar yang tercantum dalam konstitusi, maka selesai bagi dia. 

Sebab syarat konstitusional hanya menyebutkan: Mesti warga negara Indonesia dan tidak pernah menjadi warga negara lain, dan atas kehendaknya sendri. Kemudian tidak mengkhianati negara. Dalam hal ini Ahok tentu memenuhi syarat, karena delik kemarin soal penistaan agama, bukan negara. 

Dan terakhir, mampu secara jasmani dan rohani untuk menjadi capres dan cawapres. 

Sebelumnya Ahok dalam sebuah wawancara mengatakan siap untuk menjadi Capres 2024. “Saya kan sekarang ada di Merdeka Timur (kantor Pertamina), makin dekat ke Merdeka Utara (Istana Presiden),” kata Ahok dalam wawancara dengan Majalah TEMPO. 

Ahok mengatakan, tak mau maju Pilpres 2024 jika sudah ada calon yang bagus. Dia tak merinci kriteria yang dimaksudnya. 

“Masalahnya, partai berani enggak nyalonin gue jadi presiden? Saya kan liability (beban), sudah punya label sebagai penista agama,” ucap Ahok. 

Ahok menyatakan, mempunyai kemampuan dalam mengelola negara dan siap dibandingkan dengan calon presiden lainnya. “Meskipun etos kerja, kemampuan, integritas, bolehlah ditanding,” jelasnya. 

Belum ada Komentar untuk " Ahok siap jadi Capres 2024, Refly Harun beberkan peluangnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel