Terjawab Sudah, Wajah Novel Tetap Mulus, Gamis Tak Sobek Walau Disiram Air Keras



Belakangan Indonesian Police Watch (IPW) mempertanyakan kasus air keras yang menimpa Novel Baswedan. IPW mengaku heran, meski disiram air keras, mengapa wajah Novel, si penyidik senior KPK itu tetap mulus dan tampan.

Padahal secara logika, wajahnya akan rusak karena kandungan air keras yang dapat merusak daging, dan permukaan wajah.     

Setidaknya pernyataan itu disampaikan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane. “Sementara wajah Novel saat ini masih mulus dan tetap tampan,” ujarnya di Jakarta, Selasa 16 Juni 2020.

Neta juga mempertanyakan visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga pada 24 April 2017. 

Neta pun beralasan kalau pada dasarnya, kasus penyiraman Novel berbeda dengan kasus penyiraman air keras yang ada selama ini. Di mana wajah korbannya rusak parah, sementara Novel tetap mulus.

Neta kemudian melihat kasus Novel ini menjadi momentum bagi sejumlah pihak untuk memojokkan dan menjatuhkan citra Presiden Jokowi. 

“Kasus ini didramatisasi dan dipolitisasi sedemikian rupa, seolah-olah menjadi kasus yang luar biasa dan heboh.”

IPW menilai sejauh ini sikap jaksa dan majelis hakim dalam memproses kasus Novel Baswedan sudah berjalan sesuai alurnya, sehingga tidak perlu takut terhadap manuver para pendukung Novel.

Jawaban kenapa wajah Novel tetap mulus

Sementara itu seperti disitat dalam arsip laporan Tempo, dalam kejadian bertanggal 26 Mei 2017 itu, disebutkan kalau ada luka bakar ringan dan sedang pada wajah, hidung, dan kelopak mata Novel yang disebabkan oleh paparan air keras berjenis asam sulfat.

Sementara cedera parah, menurut laporan itu, dialami oleh kedua mata Novel. Bahkan, mata kirinya mengalami kerusakan lebih dari 90 persen.

Menurut hasil investigasi tim pencari fakta kasus Novel yang dibentuk Polri, air keras jenis asam sulfat yang disiramkan kepada Novel berkadar larut tidak pekat. Sehingga menjadi wajar jika wajah Novel menjadi tidak rusak.

“Sehingga tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah korban dan baju gamis yang dikenakan korban juga tidak mengalami kerusakan dan penyiraman tersebut tidak mengakibatkan kematian,” ujar juru bicara tim pencari fakta itu, Nur Kholis, pada 17 Juli 2018.

Dari foto yang beredar, kerusakan wajah kala itu, nampak wajah Novel mengalami benjolan di bagian dahi dan mata kirinya. Lalu, mata kanan Novel juga tampak mengalami memar.

Dari temuan tersebut, tim pencari fakta meyakini adanya kemungkinan bahwa serangan terhadap Novel bukan dimaksudkan untuk membunuh, tapi membuat Novel menderita. Nur Kholis juga mengungkap kemungkinan motif, yakni balas dendam. “Untuk membalas sakit hati atau memberi pelajaran terhadap korban,” tuturnya.

Temuan tim pencari fakta tersebut serupa dengan pernyataan Kapolri saat itu, Jenderal Tito Karnavian, pada 12 April 2017, sehari setelah Novel Baswedan disiram air keras.

Menurut Tito, dari hasil analisa laboratorium forensik, asam sulfat yang digunakan pelaku tidak memiliki konsentrasi yang tinggi.

“Tidak berkonsentrasi pekat karena, kalau terlalu pekat, bisa membuat daging hancur,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Pada 6 Mei 2017, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dan tiga anak buahnya juga sempat membesuk Novel Baswedan di SGH. Saat itu, Novel memberikan foto Ahmad Lestaluhu, pria yang diduga sebagai penyiramnya. 

Pada 25 Mei 2017, Iriawan pun menyatakan hal yang sama dengan yang dikatakan oleh Tito ketika ditanya mengenai motif penyiraman air keras terhadap Novel.

“Air kerasnya tidak optimal. Kalau benar-benar keras, kulit langsung melepuh,” ujarnya.

Belum ada Komentar untuk "Terjawab Sudah, Wajah Novel Tetap Mulus, Gamis Tak Sobek Walau Disiram Air Keras"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel