Akibat Takut Rapid Test, Warga Satu Kampung ini Sampai Nekat Mengungsi Saat Tengah Malam


Niat baik Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 malah tak disambut hangat oleh masyarakat.

Seperti diberitakan TribunBanten.com, ratusan warga di salah satu wilayah yang dijadwalkan untuk rapid test, yakni Kampung Masigit, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, berbondong-bondong meninggalkan tempat tinggal mereka pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, hingga hanya menyisakan anak muda dan bapak-bapak.

Hal itu dilakukan karena mereka khawatir dengan rencana tes cepat atau rapid test Covid-19, yang dapat menjadikan mereka pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Memang ada informasi bahwa di sini akan ada rapid test pada Senin pagi. Tapi, ternyata jam 2 sampai jam 3 subuh itu warga pada kabur. Ada yang ke rumah saudaranya di Ciceri, pokoknya pergi dari rumahnya,” ungkap warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

“Ada lebih dari seratus yang mengungsi, sekitar 70 persen warga di Kampung Masigit sudah mengungsi,” sambungnya.

“Sekarang ini tersisa para pemuda dan bapak-bapak saja untuk berjaga. Kalau yang anak-anak, perempuan dan yang sakit sudah diungsikan,” terangnya.

Menurut warga tersebut, hal ini bukan semata-mata kesalahan warga, tetapi tidak adanya sosialisasi yang baik dari pihak kelurahan maupun pemerintah setempat.

“Seharusnya ada yang menjelaskan kepada masyarakat bahwa rapid test ini tidak akan menyengsarakan mereka. Ini demi kebaikan bersama,” ucapnya.

“Saya sudah mencoba menenangkan, tapi kan masyarakat tidak peduli, saya bukan siapa-siapa,” tuturnya.

1 Komentar untuk "Akibat Takut Rapid Test, Warga Satu Kampung ini Sampai Nekat Mengungsi Saat Tengah Malam"

  1. Berita2 anda cukup bagus tapi tolong iklan2 dengan gambar tidak pantas itu disingkirkan. Iklan2 dg gbr seronok itu taronya di majalah dewasa !

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel