Terungkap hari ini, Inilah Fakta Kecanggihan Pelaku Subang Hingga Polisi Diperdaya


Saat-saat waktu krusial kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang akan diumumkan oleh pihak kepolisian

Dan dengan diambil alihnya kasus pembunuhan di Subang ini dari Polres Subang ke Polda Jabar, kasus Subang ini mengalami kemajuan yang pesat dengan di kantongi nama pelaku oleh pihak kepolisian.

Namun belum terungkap kasus ini mungkin ada beberapa masalah yang terjadi yang harus dipecahkan oleh pihak kepolisian, karena diduga pelaku sangat profesional dan pintar dalam segala hal mengenai trik-trik supaya lolos dari jeratan hukum.

Beberapa fakta yang analisis para pakar tentang ke profesional dan kecanggihan pelaku yang diduga menjadi tantangan pihak kepolisian.

1.Lihai dalam Forensik

Pertanyaan kenapa ahli forensik dr. Sumy Hastry Purwanti tidak mau membeberkan hasil autopsi kedua terhadap jenazah korban pembunuh ibu dan anak di Subang, akhirnya terungkap.

Dalam acara live ‘Forensic Talk’ dengan tema ‘Kasus Subang’ yang diselenggarakan Pusat Forensik Terintegrasi Universitas Indonesia (UI) dr Sumy Hastry menjelaskan alasannya.

"Saya dan juga ahli (forensik) yang lain tuh hanya berbicara atau menyerahkan hasil ke penyidik atau nanti berbicara di pengadilan. Jadi banyak rekan-rekan yang meminta apa hasil otopsi kedua (kasus Subang) kita tidak bisa bicara”, ujar Hastry.

Begitu juga soal kenapa (setelah melakukan autopsi kedua kasus Subang) dirinya tidak segera menentukan tersangka atau pelakunya, Hastry menegaskan bahwa itu bukan kewenangannya tapi itu ranahnya penyidik.

"Saya kan hanya bantuan teknis sebagai dokter forensik. Forensik itu berbicara jika ada manusia meninggal tidak wajar. Apakah dia korban pembunuhan, bunuh diri, kecelakaan atau meninggal karena tidak wajar lainnya”, jelas dr. Hastry.

Belakangan mencuat beberapa fakta baru terkait perkembangan kasus Subang.

Tentang sosok pelaku yang berhati-hati, jenazah korban dimandikan, saksi yang berubah-ubah dan lain-lain.

dr Sumy Hastry mengungkapkan, bahkan di jenazah korban Tuti dan Amalia sudah tak ditemukan sidik jari.

Sidik jari di jenazah Tuti dan Amalia alias Amel sudah hilang karena lebih dulu dibersihkan oleh pelaku.

Kondisi jenazah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu saat ditemukan di dalam bagasi mobil sudah bersih.

Menurut Hastry, sidik jari dalam tubuh bisa hilang jika dibersihkan dengan sabun.

Cara menghilangkan jejak sidik jari dalam tubuh dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang adalah orang yang memang ahli atau mengetahui forensik.

Apa yang dilakukan pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang dengan membersihkan (memandikan?), jenazah korban Tuti dan Amalia, kata dr. Hastry, sudah jelas maksudnya untuk menghilangkan jejak

Atas dasar itulah, dr Hastry berkesimpulan jika pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang memiliki ilmu pengetahuan luar biasa dan sangat paham dunia forensik. Mengetahui ilmu forensik dimungkinkan

Sekarang Tim Inafis Mabes Polri dan Polres Subang masih bisa mendeteksi sidik jari pembunuh ibu dan anak di Subang di tembok yang kering, pintu masuk, pintu keluar, dan di mobil.

Bisa ditemukan, mungkin waktu membersihkan cepat-cepat. Kemarin saya dapat, sidik jari di sekitar mobil, di rumah juga," ujar dr Hastry.

2. Menguasai tempat dan waktu di lapangan dengan teliti.

Ada dugaan kuat pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang bisa memanfaatkan CCTV yang mati untuk menutupi jejaknya dan CCTV yang hidup untuk memperkuat alibinya.

YouTuber Anjas di Thailand dalam segmen analisanya menyoroti khusus CCTV yang berada di SMA Jalancagak yang berlokasi di depan rumah kejadian yang ternyata dalam kondisi mati.

Anjas menduga bahwa pelaku pembunuhan terhadap korban Tuti Suhartini (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23) alias Amel, sudah mengamati dan mengetahui kondisi CCTV di sekitar lokasi di Jalancagak, Subang.

Anjas juga menduga bahwa pelaku pembunuhan sudah membuat peta letak dengan detail bahkan mengetahui kondisi CCTV yang hidup dan yang mati di sekitar TKP.

Anjas menduga, para pelaku bagi-bagi tugas, termasuknya soal meloloskan diri dari CCTV. Dengan melihat gambaran ini, kejadian pembunuhan ibu dan anak itu kecil kemungkinan ketidaksengajaan.

"Sepertinya, para pelaku mengetahui sekali, sehingga mereka bisa menghindari sejumlah CCTV yang hidup, dan mengetahui mana yang mati," ujar Anjas.

Ia pun menduga bahwa pelaku, dalang, dan orang yang membantu pembunuhan itu memang orang-orang yang sudah dikenal korban.

Jika ternyata para pelaku pembunuh mengetahui bahwa CCTV di depan rumah kejadian pembunuhan dalam kondisi mati, dari siapa mereka mengetahuinya?

Namun yang pasti, menurut Anjas, para pelaku pembunuhan Subang itu sudah merencanakan dengan baik sebelum melakukan aksinya. Soalnya, mereka tahu betul peta di wilayah sekitaran TKP, mana CCTV yang mati, dan mana CCTV yang hidup.

"Kita tahu di daerah Subang, ada beberapa lokasi CCTV yang mati, ada beberapa yang hidup. Mungkin saja mereka tahu untuk melewati jalur-jalur CCTV-nya tidak mati di waktu-waktu tertentu yang mendekati dengan waktu kematian berdasarkan hasil autopsi," tuturnya.

Anjas menduga, kemungkinan pelaku tahu, CCTV yang akan diambil polisi sebagai barang bukti nantinya. Sehingga mereka melewati pada jam-jam tertentu agar frame-nya tepat.

3. Alat komunikasi Korban HP

Gambaran itu muncul pada YouTube Anjas di Thailand, “Kemajuan Pesat !! 1 HP Amel yang Dirusak Pelaku Telah Ditemukan !! diunggah baru-baru ini bulan Desember 2021.

terkait soal HP Amel dalam Kasus Pembunuh Ibu dan Anak di Subang yang sebelumnya dikabarkan ditemukan tim penyidik di tangan Yosef, menurut Yosef, yang ditemukan tim penyidik itu bukan HP melainkan dusnya.

Saat tu, Yoris yang juga anak dan kakak dari korban pembunuhan Subang, menyatakan ada tiga HP Amel Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang yang hilang yakni IPhone 11, IPad, serta Samsung M12.

Dengan ditemukannya HP Amel, diharapkan bisa mengungkap kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut. Anjas juga menilai HP tersebut merupakan barang penting bagi tim penyidik untuk melacak jejak HP tersebut dengan IMEI dan nomor yang dipakai Amel terakhir.

menurut Anjas, dari para saksi kasus pembunuhan Subang tersebut, tim penyidik sebelumnya sudah menyita HP milik mereka

Koordinat-koordinat dari handphone itu berada di mana saja? Seperti yang sudah aku bahas di video sebelumnya. Ada dugaan ini menurut seorang yang memberikan informasi dari sumber istimewa yang menyatakan di tanggal 18 Agustus bahwa handphonenya Amel yang merk Samsung M12 itu pada 07.30 aktif," ujar Anjas.

Kemungkinan hp tersebut dirusak pelaku supaya tidak mengetahui titik terakhir hp hal yang tidak bisa kita pungkiri juga bahwa HP Amel nantinya bisa menunjukkan titik koordinat.

"Memang agak sulit untuk dikembalikan mungkin sudah dihancurkan sudah di babak belur, simcardnya mungkin sudah tidak ada, dan memang untuk mengembalikan handphone yang rusak seperti itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan bisa.

Tapi dibutuhkan waktu yang cukup lama tapi dengan nomor imei dan juga handphone yang sudah ada itu merupakan sebuah kemajuan," ucap Anjas.

4. Bisa mengelabui tes kebohongan (Lie Detector)

Roy seorang pakar telematika dan informatika beberapa waktu lalu pernah mengatakan, penggunaan alat tes kebohongan pada kasus pembunuh ibu dan anak di Subang itu sudah benar.

Hanya perlu dilakukan lagi pada subyek-subyek yang terkait dengan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang lainnya, disertai sampel pertanyaan yang lebih bisa ‘menjebak’ jawaban ungkap Roy Suryo.

Harus LD (Lie Detector) yang canggih, bukan yang hanya mengandalkan sensor nadi saja”, kata Roy Suryo

Pakar telematika Roy Suryo mengatakan dengan belum terungkapnya kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, itu mungkin pelaku sudah sangat profesional dan mengerti tahapan-tahapan penyidikan.

Mungkin dia (pelaku), berasal dari oknum desersi aparat tertentu. Dia mengerti tentang Ilmu Dactyloscopy (Sidik jari) termasuk cara-cara menghilangkannya di TKP, sehingga semua potensi jejak bisa dihapuskan oleh pelaku, ungkap Roy Suryo.

"Tapi At last but not least. Saya tetap percaya yang benar akan tetap benar dan yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Percayalah Gusti Allah SWT tidak sare. Jadi meski sudah menggunakan teknologi macam-macam diatas, tetap berdoa agar diberikan petunjuk dan jalan terang”, ungkap Roy Suryo.

Belum ada Komentar untuk "Terungkap hari ini, Inilah Fakta Kecanggihan Pelaku Subang Hingga Polisi Diperdaya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel