Kasus Subang Tertangkap? Polda Jabar Siapkan Tim Nya Untuk Memburu Tersangka, Pelaku Tak Berkutik


Terjadinya kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, diperkirakan segera terungkap, karena ada saksi-saksi mengetahui saat malam sampai pagi.

Lewat dari 100 hari penyidikan pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Jalancagak Subang, sepertinya mulai ada harapan segera terungkap.

Sebab, kuasa hukum dari Yoris dan Danu, yaitu Acmad Taufan mengatakan, sudah memperoleh dua informasi penting untuk berupaya menungkap kasus ini.

Jika sebelumnya Achmad Taufan mengatakan sudah memperoleh saksi yang mengetahui atau melihat situasi malam sampai pagi.

Sebelumnya, Achmad Taufan mengatakan, sudah memiliki rekaman pengakuan Banpol yang menyuruh saksi Danu masuk ke tempat kejadian pembunuhan, kini disebutkan

Kuasa Hukum dari Yoris dan Danu, yaitu Achmad Taufan, mengatakan, sudah memiliki saksi yang melihat kejadian saat malam pembunuhan sejak pukul 00.00 WIB sampai pukul 07.30 WIB pagi.

“Tetapi yang lebih penting bagi kami, ada saksi-saksi yang benar-benar mengetahui dari jam 00.00 WIB sampai 07.30 WIB,” ujar Achmad Taufan.

Sebab kata Achmad Taufan, “Saksi itu ada. Bahkan salah seorang diantara saksi sudah bertemu dengan kami,” tegas Achmad Taufan.

Hanya saja, Achmad Taufan tidak menjelaskan, apakah saksi tersebut berkaitan tanggal berapa.

Sebab, yang dinanti publik pastinya adalah tanggal 18 Agustus 2021, dimana diharapkan saksi itulah yang mengetahui atau melihat kejadian pada waktu pembunuhan ibu dan anak di Jalancagak Subang itu.

Namun Fredy Sudaryanto masih mengalisa, apakah yang dimaksud oleh Achmad Taufan sebagai saksi itu apakah saksi kunci atau saksi biasa.

Menurut Fredy Sudaryanto, keterangan Achmad Taufan itu boleh jadi akan menjadi kesaksian luar biasa.

Yang menjadi pertanyaan, apakah saksi tersebut memiliki alat bukti atau melihat saja.

Tetapi, ini akan menjadi petunjuk luar biasa untuk penyidikan oleh polisi.

Dalam rekaman keterangan Achmad Taufan soal saksi tersebut, tampak dilontarkan sambil berkumpul bersama Danu, YouTuber Heri Susanto, YouTuber Subang Hijau Jack Batubara, serta beberapa orang lainnya.

Tampaknya, mereka berkumpul di Jakarta, sepulang diwawancara oleh sebuah stasiun televisi swasta, Jumat, 3 Desember 2021.


Mendekati detik-detik deadline batas akhir pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, saat ini tim penyidik kepolisian sudah tidak lagi mencari pengakuan saksi tapi menjurus ke pencarian alat bukti.

Jelasnya, meski saksi yang dicurigai mengaku melakukannya tapi alat bukti tidak mengarah ke sana maka dia tidak akan dijadikan tersangka dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Sebaliknya meskipun saksi mengelak misalnya dengan tegas mengatakan tidak terlibat dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang dengan mengatakan; saya tida melakukan ini itu, tapi kalau fakta-fakta menunjukkan bahwa ada alat bukti yang mengarah ke dirinya, dia akan dijadikan sebagai tersangka.

Menurut Anjas di Thailand, dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ada tiga kategori calon tersangka yang terlibat. Pertama adalah pelaku, kedua adalah otak atau dalang, dan ketiga adalah orang yang membantu.

Mimin istri muda Yosef Subang bersama kedua anaknya yakni Arigi dan Abi serta dua teman anaknya, dua hari lalu dipanggil penyidik Polda Jabar untuk diperiksa lagi di Polres Subang terkait pembunuh ibu dan anak di Subang. Ada apa? Apakah ada indikasi Arigi dan Abi termasuk ke salah satu kategori yang disebutkan Anjas di Thailand?

Meski Anjas di Thailand tidak secara eksplisit mengatakannya, namun atas  dasar analisanya ia meyakini jika pemanggilan kembali kedua anak Mimin yaitu Arigi dan Abi untuk yang ke empat kalinya terkait kasus pembunuh ibu dan anak di Subang adalah dalam upaya mencari alat bukti.

“Kalau sebenarnya pemeriksaan (terdahulu) itu sudah klir, menurut aku tidak dibutuhkan lagi sampai empat kali.  Menurut aku, sampai empat kali itu memang ada seuatu hal yang harus dilakukan klarifikasi lagi dan lagi”, kata Anjas di Thailand.

Anjas di Thailand menuturkan,  hasil cek fakta dari sejumlah media massa, pada tanggal 17 Agustus 2021 malam dimana pembunuh ibu dan anak di Subang terjadi,  Arigi anak pertama  Mimin mengaku tidak ada di rumah tapi tidur di tempat kerjanya.

Pengakuan itu diklarifikasi oleh tim kuasa hukum Arigi bahwa memang sudah menjadi kebiasaan Arigi sering tinggal atau tidur di counter Hand Phone (HP) tempat dia bekerja .

“Nah ini menurut aku menjadi salah satu alasan kenapa ada salahsatu teman dia yang diminta juga keterangannya apakah benar nih saat itu dia (Arigi) tidur di kantor atau tidak”, ujar Anjas di Thailand.

Tapi kenapa kalau memang sudah meyakinkan Arigi malam itu tidur di counter tempat kerja sampai dilakukan pemeriksaan empat kali?. Analisa Anjas di Thailand mengatakan mungkin ada temuan dari tim penyidik kasus pembunuh ibu dan anak di Subang lainnya yang  berhubungan dengan data-data yang sifatnya berasal dari BTS dari telepon selular.

Belum ada Komentar untuk "Kasus Subang Tertangkap? Polda Jabar Siapkan Tim Nya Untuk Memburu Tersangka, Pelaku Tak Berkutik"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel