INILAH SOSOK PELAKU Ibu dan Anak di Subang, HARD GUMAY Sebut Ciri Cirinya Seperti Ini..Oh Ternyata


Memasuki bulan ke empat nampaknya kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, masih menjadi sorotan banyak publik.

Salah satunya datang dari seorang indigo bernama Hard Gumay, yang ikut menyoroti kasus pembunuhan  Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Hard Gumay mencoba menerawang dan menggambarkan sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Dalam kanal YouTube Farm Gumay yang berjudul Teka Teki kasus pembunuhan di Subang yang diunggah pada 18 Desember 2021.

Hard Gumay mencoba menerawang sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang yang dimulai dari wajah hingga postur tubuhnya.

Dalam penggamaran Hard Gumay sosok pelaku tersebut memiliki rambut yang pendek sedikit acak-acakan, dengan warna rambut yang hitam.

“saya melihat rambutnya ini bisa dibilang sedikit acak-acakan tidak rapih, kalau dikatakan cepak bondol  itu seperti saya, namun ini masih rambutnya cukup tebal tapi tidak klimis tidak rapih dan sedikit dan rambutnya sepenuhnya berwarna hitam,” ucap Hard Gumay dikutip DeskJabar dari kanal YouTube Farm Gumay.

Sedangkan pada postur tubuh pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus.

“tubuhnya hamper proporsional hanya lebih sedikit dari standar tinggi dan body must indexnya itu overweight  lebih kurang tiga sampai empat kilo, sedangkan postur tinggi lebih kurang 170 cm dan berat badanya lebih kurang 72 kg,” lanjut Hard Gumay.

Detail wajah pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang dimulai dari alis hingga digambarkan juga oleh Hard Gumay.

“bagian alisnya tidak tipis namun tidak juga terlalu tebal, eh hidung dikatakan agak cukup besar memang bisa dikatakan mancung, matanya tidak sipit cukup bulat matanya cukup besar sedikit,” sambung Hard Gumay.

Berdasarkan penerawangannya Hard Gumay menggambarkan sosok dari pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Dengan berjenis kelamin laki-laki, tinggi badan lebih kurang 170 cm, berat badan lebih kurang 72 kg, dengan tubuh yang proporsional, alis cukup tebal, rambut berwarna hitam.

“saya menangkap sosok laki-laki ini memiliki gangguan mental , maka sangat butuh bantuan psikiater atau psikolog, agak sedikit terganggu psikisnya atau mental illnesnya, dalam kesehariannya pelaku merupakan sosok yang pendiam, kulitnya berwarna kuning langsat Indonesia,” tutur Hard Gumay.

Terlepas benar atau tidaknya mengenai terawangan Hard Gumay yang menggambarkan sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Namun alangkah lebih baiknya kita tidak mudah menyimpulkan begitu saja, dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah, sebelum penyidik benar-benar mengumumkan pelaku sebenarnya.

Disamping itu terawangan Hard Gumay, Kapolda Irjen Suntana juga memberikan sinyal bahwa kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang akan segera terungkap.***


PENGUMUMAN TERSANGKA KASUS SUBANG Batal Dilakukan Hari Ini: MENGEJUTKAN, INI PENYEBABNYA...

Sepekan belakangan ini santer kabar bahwa Polda Jawa Barat akan mengumumkan nama-nama pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang, pada hari ini  Sabtu, 18 Desember 2021 beretepatan dengan  4 bulan penyelidikan kasus tersebut (18 Agustus 2021 - 18 Desember 2021).

Selain itu, momen 18 Desember 2021 juga bertepatan dengan ulang tahun ke 24 Amalia Mustika Ratu alias Amel, korban pembunuh ibu dan anak di Subang yang ditemukan meninggal bersama ibunya Tuti Suhartini pada 18 Agustus 2021 lalu.

Namun hingga berita ini diuanggah Sabtu 18 Desember 2021 sore, tidak ada tanda-tanda pengumuman nama-nama pembunuh ibu dan anak di Subang itu akan dilakukan Polda Jabar.

Padahal publik sudah menaruh harapan besar dan menebak-nebak pengumuman dilakukan hari ini mengingat pada Selasa 14 Desember 2021 lalu, di sela acara vaksinasi massal di Subang, Kapolda Jabar Irjen Suntana mengatakan dari hasil pemeriksaan para saksi kini telah didapatan sejumlah nama yang diduga merupakan dalang pembunuh ibu dan anak di Subang.

"Dalam waktu dekat sudah mengarah pada nama-nama tersangka. Mohon doa restunya," kata Suntana dalam keterangan resminya di Subang kala itu.

Dengan bertambah lamanya pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, tak heran jika kini banyak orang yang menyimpulkan bahwa kasus ini merupakan kejahatan sempurna, dilakukan secara matang oleh para pelaku sehingga polisi merasa kesulitan mengungkapnya.

Kriminolog dari Universitas Padjadjaran  (Unpad) Bandung, Prof. Yesmil Anwar menegaskan dirinya tidak setuju jika kasus pembunuh ibu dan anak di Subang dianggap sebagai kejahatan yang sempurna atau perpect crime

"Tidak mungkin. Tanpa jejak tidak mungkin," kata Kriminolog Yesmil Anwar dalam sebuah rekaman wawancara di kanal Youtube Anjas di Thailand yang berjudul: “Penyidik Sudah Siap Umumkan 2 Pelaku Subang?? Tidak Perpect Crime!!” yang diunggah Jumat, 17 Desember 2021. 

Namun diakui oleh Yesmil Anwar,  pelaku kejahatan itu (yang profesional) biasanya lebih maju selangkah dari polisi. Bahkan khusus dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang yang sudah empat bulan belum terungkap juga, Yesmil Anwar mengatakan tidak cuma selangkah, namun mungkin sudah puluhan langkah lebih maju dibandingkan polisi.

“Karena ya suka tidak suka, kita kan tidak lagi mendengarkan klarifikasi update dari tim penyidik mengenai beberapa hal yang memang ditanyakan dari media massa gitu?. Kita hanya mendengar updatenya mungkin dari saksi-saksi yang berbicara di media massa. Itu tidak ada balance-nya gitu”, ujar Yesmil Anwar.

Namun Yesmil Anwar menegaskan, kejahatan apapun tidak mungkin tanpa jejak. Kejahatan yang sempurna itu tidak ada. Bahkan kejahatan yang tanpa jejak sekalipun, kata Yesmil Anwar bukan artinya tidak bisa diselidiki. 

"Itu membuat seolah-olah akan raib begitu saja, disebutkan sebagai perfeck crime ya, kejahatan sempurna. Bukan tanpa jejak artinya tidak bisa diselidiki, tapi harus berlomba dengan kejahatan itu. Biasanya kejahatan itu selangkah lebih maju dari polisi gitu," kata Profesor Yesmil Anwar

Kenyataan sudah empat bulan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tapi belum juga diumumkan siapa tersangkanya, Anjas di THailand di kanal YouTube Anjas di Thiland memaklumi jika kini ada sebagian netizen yang berpikir pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang bukan lagi selangkah lebih maju, tapi sudah puluhan langkah dibanding dengan tim penyidiknya. 

“Tapi aku masih percaya sih, kalau untuk tim kemampuan penyidik gak usah diragukan deh. Tapi lebih ke hal-hal lainnya, karena menurut aku sih kasus ini, adal kemungkinan besar bahwa tidak lagi mengenai faktor kriminal murni, tapi juga ada faktor tekanan-tekanan dari orang-orang lainnya”, ujar Anjas di Thailand. 

Anjas di Thailand menduga, kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ada hubungan dengan kasus lainnya misalnya dengan yayasan, karena korban Tuti dan Amel juga pendiri yayasan. Kita tahu, ujar Anjas, yayasan di Indonesia itu ada sebagian yang suka menerima bantuan dari pemerintah dan swasta.

 “Dan ada oknum-oknum yang mempermainkan dana-dana tersebut. Ada dugaan takutnya, kalau ini terbongkar kasus yang lainnya akan terbongkar, seperti efek domino”, kata Anjas di Thailand. 

Namun begitu, seberapa pun dana atau orang-orang yang ingin diselamatkan dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, kata Anjas di Thailand, nama besar (marwah) kepolisian Indonesia jauh lebih penting dan jauh lebih berharga dibandingkan hanya uang puluhan atau ratusan miliar ataupun juga belasan atau puluhan orang-orang penting. 

“Untuk mengorbankan sebuah (institusi) kepolisian, Its not work it at all. OK, kita tunggu apakah nanti tim penyidik berani dan juga percaya diri untuk mengumumkan siapa tersangkanya. Menurut aku tim penyidik harusnya percaya diri untuk mengumumkan siapakah tersangkanya”, ujar Anjas di Thailand.

Belum ada Komentar untuk " INILAH SOSOK PELAKU Ibu dan Anak di Subang, HARD GUMAY Sebut Ciri Cirinya Seperti Ini..Oh Ternyata"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel