DETIK-DETIK TERUNGKAP Kasus Subang, Penyidik Umumkan Satu Tersangka, Pasti Terbongkar Lainnya?



Walaupun memasuki bulan keempat tampaknya kasus pembunuhan anak dan ibu di Subang masih belum bisa ditentukan siapa tersangka sebenarnya, namun jika penyidik sudah mengumumkan satu tersangka besar kemungkinan tersangka lainnya segera tertangkap.

Nasib malang menimpa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika (23), keduanya harus meregang nyawa ditangan orang yang belum diketahui identitas dan motifnya.

Bahkan sampai saat ini tim penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk benar-benar menentukan siapa tersangka sebenarnya.

Berbicara kemungkinan, apabila penyidik sudah mengumumkan satu tersangka pembunuhan anak dan ibu dan anak di Subang maka besar kemungkinan tersangka lainnya segera tertangkap.

Sedangkan tersangka ini bisa termasuk dalam beberapa kategori yaitu, pelaku/eksekutor, dalangnya, orang yang membantu atau orang yang mengetahui.

Sebagaimana diberitakan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika (23) ditemukan tewas bertumpuk dalam bagasi mobil Toyota Alphard di garasi rumahnya di Ciseuti, Jalancagak, Subang pada 18 Agustus 2021.

Terkait pembunuhan ini bahkan penyidik sudah menghadirkan 55 saksi, bahkan ada saksi yang sudah diperiksa belasan kali.

Tidak hanya itu, untuk mengungkap tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang. Berbagai upaya dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan kehatan baik itu test kejiwaan, test kebohongan atau test psikologi terhadap saksi.

Pasalnya saksi mempunyai informasi yang sangat penting untuk agar kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang segera terungkap.

“Pertama yah mungkin kalau psikotest tuh harus menjawab banyak soal, soal psikotest tidak ada yang salah tidak ada yang benar karena tujuan psikotest itu bukan untuk apkah orangnya pinter atau tida pinter tapi dalam konteks lebih menggambarkan apa yang ada dalam pikirannya,” ucap Anjas dikutip dari kanal YouTube Anjas di Thailand.

Tidak hanya itu sedang tujuan dari psikotest yang dijalani tim penyidik adalah untuk mengetahui masalah kejiwaan atau penyakit sosial yang ada pada saksi.

“pertama adalah untuk mengrtahui orang tersebut psikopat, sosiopat, orang punya kecenderungan bohong atau orang berkepribadiaan ganda atau penyakit sosial lainnya,” lanjut Anjas.

Namun jika saksi benar memiliki penyakit sosial, maka pernyaan bisa dianulir oleh penyidik walaupun saksi berkata sesungguhnya dan besar kemungkinan saksi bisa dimanfaatkan oleh tersangka untuk mengelabui penyidik.

“kedua, jangan- jangan ini adalah salah satu usaha dari beberapa orang yang benar-benar  pelaku sebarnya pada saat saksi ini nanti diperiksa secara psikologi jiwanya gitu,” ungkap  Anjas

“nanti ini bisa mengaburkan hasilnya apabila dia benar mengalami permasalahan di jiwa atau  psikologinya ini bisa menjadi anulir tidak dipercaya lagi saksinya,” sambung Anjas.

Berdasarkan analisa Anjas mengatakan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tidak bisa hanya mengandalkan keterangan saksi saja.

Walaupun saksi bisa menjadi alat bukti yang kuat, dan keterangan yang bisa berasal dari keterangan ahli, petunjuk dan surat.

Sedangkan surat itu sendiri merupakan hasil analisa atau laboratorium yang ditulis oleh bidang ahli (bidang forensik, bidang psikologi).

Dengan banyaknya serangkaian pemeriksa dan test oleh tim penyidik kepada para saksi adalah cara untuk menentukkan siapa tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini.

Namun hal ini justru menjadi pertanyaan publik dinilai belum ada kebenarian untuk segera mengungkap tersangka dari kasus pembunuhan Ibu dan anak di Subang.

Padahal jika melihat perkembangan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, sudah ada beberapa alat bukti baik itu berasal dari keterangan ahli, petunjuk dan surat.

Bahkan jika dikumpulkan alat bukti tersebut juga sudah melebihi dua alat bukti, sehingga dengan dua alat bukti seharusnya tim penyidik sudah bisa menentukan siapa tersangka dari pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Sehingga publik yang mengikuti kasus pembunuhan ibu dan Subang ini berharap agar penyidik  bisa segara diberi keberanian untuk mengukap tersangka sebenarnya.

DETIK-DETIK TERUNGKAP Kasus Pembunuhan Subang, Inilah Penyebab Luka di Kaki DANU

Danu kembali diperiksa Polda Jabar secara beruntun 6-7 Desember 2021 guna mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Danu memang sempat menjadi topik pembicaraan sebab kontroversinya. Seperti puntung rokok, Banpol, hingga yang terbaru saat ini masalah luka yang sempat dia tutup-tutupi.

"Masalah luka di kaki. (Kulit) Danu ini agak sensitif. Kalau garuk-garuk sedikit bisa luka. Makanya banyak bekas luka," ujar Achmad Taufan.

Achmad Taufan juga mengklarifikasi bahwa pemeriksaan kesehatan terhadap Danu itu bukan tes kebohongan tetapi tes kesehatan dan kejiwaan yang dilakukan di RS Sartika Asih.

Selama menjalani tes kesehatan dan kejiwaan, Danu juga didampingi kedua orangtuanya dan Uanya yakni Ibu Lilis yang juga kakak dari korban, almarhumah Tuti Suhartini.

"Jadi setelah saya konfirmasi kepada tim penyidik, keberadaan orangtua Danu dan ibu Lilis dalam rangka mendampingi tes kesehatan Danu, biar Danu rileks. Setelah itu mereka pulang lagi ke Subang," tutur Achmad Taufan.

"Masalah luka di kaki. (Kulit) Danu ini agak sensitif. Kalau garuk-garuk sedikit bisa luka. Makanya banyak bekas luka," ujar Achmad Taufan.

Achmad Taufan juga mengklarifikasi bahwa pemeriksaan kesehatan terhadap Danu itu bukan tes kebohongan tetapi tes kesehatan dan kejiwaan yang dilakukan di RS Sartika Asih.

Selama menjalani tes kesehatan dan kejiwaan, Danu juga didampingi kedua orangtuanya dan Uanya yakni Ibu Lilis yang juga kakak dari korban, almarhumah Tuti Suhartini.

"Jadi setelah saya konfirmasi kepada tim penyidik, keberadaan orangtua Danu dan ibu Lilis dalam rangka mendampingi tes kesehatan Danu, biar Danu rileks. Setelah itu mereka pulang lagi ke Subang," tutur Achmad Taufan.

Ketika ditanya apakah ke depan akan ada pemeriksaan lanjutan lagi terhadap Danu, Achmad Taufan menyatakan belum tahu.

"Masalah pemeriksaan (lanjutan) kita belum tahu. Kita tunggu aja dari penyidik kapan," kata Achmad Taufan.

Ia juga menjelaskan pada pemeriksaan Senin, Danu bukan menginap di Polda Jabar, melainkan istirahat di hotel karena esoknya harus kembali ke Polda Jabar untuk memenuhi pemeriksaan kembali.

Dikutip Desk Jabar dari YouTube Heri Susanto pada 9 Desember 2021, Heri mengatakan Danu dites kesehatan dan kejiwaannya.

"sekarang ini yang saya ingin jelaskan kepada teman-teman semuanya. Berbagi informasi bahwa hasil tes kesehatan tersebut belum keluar pada hari itu.

Dan mungkin dari pihak rumah sakit yang seperti saja kan tadi nanti akan diberikan ke penyidik sebagai kedalaman atau hasil daripada tes kesehatan tersebut.

Jadi apabila misalkan ada yang mengatakan tes kesehatannya danur seperti ini dan seperti itu yang saya tahu sampai saat ini belum ya belum belum tahu hasilnya seperti apa dan kirim semuanya kita serahkan saja kepada pihak penyidik." ucap Heri Susanto.


Belum ada Komentar untuk "DETIK-DETIK TERUNGKAP Kasus Subang, Penyidik Umumkan Satu Tersangka, Pasti Terbongkar Lainnya?"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel