Setelah 3 Bulan Akhirnya Pelaku Subang Terungkap? Dr Hastri dan Erdi A Chaniago Buka Suara


Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang semakin pelik dan rumit, meski sudah memasuki hampir tiga bulan belum ada titik terang pelaku pembunuh Subang.

Pernyataan dr Sumy Hastry Purwanti pada Minggu 7 November 2021 membuat gempar mengingat apa yang dikatakannya itu bikin terhenyak semua pihak yang masih konsen mengungkap dan ingin tahu kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Sumy Hastri menyebut bila dalam sebuah kasus pembunuhan sebenarnya tidak ada otopsi kedua, otopsi dilakukan hanya satu kali. Sedangkan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ramai dibicarakan bahwa jenazah korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu diotopsi dua kali.

Pernyataan Sumy Hastry itu memang perlu diyakini karena memang dialah ahli forensik yang diakui, karena Sumy Hastry merupakan polwan pertama di Asia yang bergelar Doktor.

Dan Sumy Hastry pun di Indonesia menangani kasus kasus besar seperti korban bon JW Marriot, Bom Bali, korban gempa bumi Padang dan kasus besar lainnya.

Ahli forensik dr Sumy Hastry mengungkapkan hal mengejutkan, dia menyebutkan dalam live Instagram @pusatforensikui pada 7 November 2021, bahwa sebenarnya melakukan otopsi kedua itu tidak ada dalam forensik.

“Jadi memang sebenarnya tidak ada otopsi kedua dalam forensik. Tapi kalau memang dianggap perlu, ya kita periksa lagi,” ujar Sumy Hastry dalam live Instagram @pusatforensikui yang dipandu oleh Adrianus Meilala pada Minggu, 7 November 2021.

Sumy Hastry juga menambahkan, “memang memeriksa jenazah itu kayaknya mudah, tapi sebenarnya sulit. Jadi benar-benar orang yang mengetahui dan bisa konek dengan TKP,” katanya.

Ahli forensik dr Sumy Hastry juga melanjutkan, “jadi harusnya memang dokter forensiknya juga datang ke TKP, jadi tahu dan harus didampingi penyidik. Kalau forensiknya tidak ke TKP, ya penyidiknya harus ada di kamar jenazah (saat ahli forensik memeriksa),” ujarnya.

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini menjadi sorotan banyak orang karena penyelidikan yang tak usai dan pelaku tak kunjung ditangkap.

Ahli forensik bersama pihak kepolisian masih bekerja sama agar kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini segera menemukan titik terang.

Padahal, beberapa saksi diantaranya Yosef, Yoris, Mimin dan Danu sudah dimintai keterangan atas kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini.

Diketahui bahwa kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini semakin sulit diungkap karena adanya pihak yang masuk ke TKP pasca kejadian.

MENGEJUTKAN Polisi Erdi A Chaniago Sebut Begini Soal BANPOL yang Suruh DANU Masuk TKP Kasus Pembunuhan Subang

Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang makin seru untuk disimak pasalnya kasus pembunuhan Subang tersebut sudah menjadi isu nasional. Semua pihak mengarahkan matanya pada kasus Subang.

Kasus Subang terbaru hari ini datang dari kepolisian yang membahas soal bantuan polisi (Banpol) yang diduga telah memerintahkan Muhammad Ramdanu alias Danu Subang untuk masuk ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut.

Danu saat itu menerobos police line atau garis polisi yang sudah di pasang sehari sebelumnya setelah ditemukan jenazah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu yang tertumpuk di bagasi Toyota Alphard yang diparkir di rumah TKP kasus pembunuhan Subang.

Belakangan Yoris membongkar bahwa oknum Banpol tersebut bernama Uci yang sehari hari bertugas di Polsek Jalan Cagak Subang.

Sosok Banpol tersebut dibongkar oleh Yoris Subang saat melakukan wawancara dengan wartawan seperti dikutip dari kanal Youtube TVOneNews, Senin 8 November, Yoris mengungkap nama dan posisi Banpol tersebut.

Dijelaskan, saat wawancara dengan TV One Yoris dengan terang terangan mengetahui Banpol tersebut. Namanya adalah Uci dan biasa kerja di Polsek Jalancagak, Subang.

Yoris mengakui, dia sering melihat Uci di Polsek Jalancagak, dan awalnya mengira Uci adalah seorang polisi karena seragamnya hampir mirip seragam polisi.

Yoris baru mengetahui bahwa Uci adalah seorang Banpol, setelah ramainya pemberitaan soal Banpol dan Danu yang masuk ke TKP Ciseuti.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago memastikan tidak ada keterlibatan Banpol dalam perkara pembunuhan Subang.

"Tidak ada itu," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 9 November 2021.

Menurut Erdi A Chaniago setelah kejadian area TKP merupakan ranah dari penyidik. Dibuka atau ditutupnya area TKP merupakan kewenangan dari penyidik.

"Nggak ada. TKP itu dibuka dan ditutup oleh petugas. Jadi tidak ada Banpol untuk membuka-buka itu tidak ada," kata Erdi A Chaniago menegaskan.

Seperti diketahui isu Banpol ini diembuskan oleh Danu salah satu kerabat korban pembunuhan di Subang. Danu mengaku sehari setelah mayat Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu ditemukan, Danu diminta Yoris menjaga TKP kasus pembunuhan Subang.

Di saat dia berjaga, Danu melalui kuasa hukumnya Achmad Taufan mengaku ada oknum Banpol yang meminta Danu masuk ke TKP untuk membersihkan bak kamar mandi. Di bak itupun ditemukan gunting dan cutter.

Keberadaa oknum Banpol juga sebelumnya sempat diragukan oleh Rohman Hidayat kuasa hukum Yosep, suami sekaligus ayah korban.

"Saya sampai saat ini belum memiliki data yang akurat terkait Banpol. Apakah itu benar ada atau rekayasanya Danu," ucap Rohman Hidayat.

Rohman menuturkan isu Banpol baru muncul belakangan ini usai Danu diperiksa oleh penyidik. Melalui kuasa hukumnya, Danu disebut diminta oknum Banpol untuk membersihkan bak mandi rumah Yosep hingga menemukan gunting dan cutter dalam bak.

Rohman menyebut selama mendampingi kliennya diperiksa belasan kali, belum ada keterangan soal Banpol ini. Sehingga, dia menuding Danu mengarang cerita soal Banpol ini.*



Belum ada Komentar untuk "Setelah 3 Bulan Akhirnya Pelaku Subang Terungkap? Dr Hastri dan Erdi A Chaniago Buka Suara"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel