Misteri Nasi Goreng Terungkap, Pelaku Subang Hari ini Ditangkap dan Ini Pelakunya


Nama Mimin Mintarsih lama tak terdengar.

Istri muda Yosef itu sebelumnya sempat tersudut akibat asumsi liar terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Terkini, Mimin dikabarkan kembali dipanggil ke Polres Subang, Senin (29/11/2021) siang.

Mimin dipanggil kepolisian terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang hingga kini belum terkuak.

Namun, belum dapat dipastikan apakah pemanggilan terhadap Mimin tersebut untuk di-BAP lagi atau bukan.

Informasi yang dihimpun, selain Mimin, kedua anak Mimin pun turut dipanggil polisi.

"Hari ini agendanya ada pemanggilan ke Bu Mimin sama kedua anaknya," ucap Fajar Sidik kuasa hukum Mimin

Ia masih belum mengetahui tujuan dari Polres Subang memanggil dari kliennya tersebut.

Fajar juga mengatakan, Mimin diminta untuk datang ke Satreskrim Polres Subang, tetapi untuk undangannya langsung dari penyidik Polda Jabar.

"Belum tahu agendanya apa BAP lagi atau gimana kita tunggu saja, tempatnya di Polres. Cuma dari undangannya tetap dari Polda Jabar," katanya.

Sebelumnya, Mimin memang sempat sempat diperiksa secara intens oleh kepolisian dalam kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Ia juga menjadi saksi yang menjadi sorotan publik pada kasus perampasan nyawa yang sampai saat ini masih terus menjadi misteri.

Dalam kasus ini, beberapa anggota keluarga Tuti dan Amalia diperiksa polisi. Selain Mimin dan Yosef, Yoris dan Danu juga pernah diperiksa. Dua nama terakhir adalah anak dan keponakan Tuti.

Sebelumnya, polisi meyakini pelaku perampasan nyawa Amalia dan Tuti orang dekat. Dugaan itu merujuk pada temuan di lokasi penemuan mayat Amalia dan Tuti di bagasi Toyota Alphard.

"Pintu rumah tidak dirusak, artinya orang itu kan bisa masuk dengan gampang. Artinya kan (pelaku) diduga sudah saling mengenal," kata AKBP Sumarni, Kapolres Subang, saat diwawancarai beberapa hari setelah penemuan dua mayat itu.

Hubungan Mimin dan Yosef Sempat Dikabarkan Berubah

Ditengah upaya kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan Subang, hubungan Mimin Mintarsih dengan Yosef dikabarkan sempat berubah.

Mimin Mintarsih mengaku sudah tak mendapat nafkah dari Yosef.

Hal itu diungkapkan oleh Deden Nasution selaku tim kuasa hukum Mimin dalam sebuah wawancara 

Dijelaskan Deden, kini Mimin mendapat nafkah dari anaknya.

Hal itu lantaran Yosef belum bisa menafkahi kembali Mimin sejak kasus pembunuhan terhadap Tuti dan Amalia terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu.

"Untuk nafkah sehari-hari memang saat ini klien kami Bu Mimin dapat dari anaknya yang sudah bekerja, jadi untuk makan serta kebutuhan dapur saat ini sama anaknya," ucap Deden Nasution di Subang, Senin (11/10/2021).

Deden menambahkan, pasca-kasus kematian Tuti dan Amalia, Mimin bersama dengan Yosef sudah tidak tinggal satu atap.

"Memang sejak dari awal kasus, Bu Mimin sama Pak Yosef tidak tinggal serumah, Bu Mimin tinggal bersama dengan anaknya, sementara Pak Yosef tinggal bersama dengan adiknya," imbuhnya ketika itu.

Untuk diketahui, sebelumnya kepolisian sempat menyita barang milik Mimin untuk keperluan proses penyelidikan.

Barang-barang milik Mimin yang sempat disimpan oleh pihak kepolisian berupa handphone serta kendaraan sepeda motor.

Barang-barang tersebut saat ini sudah dikembalikan ke tangan Mimin.

"Untuk barang-barang yang sempat disimpan pihak kepolisian sudah dikembalikan ke Bu Mimin. Selepas Bu Mimin menandatangani Berita Acara Sumpah," ucap  tim kuasa hukum Mimin di Subang, Senin (11/10/2021).

"Memang sebelumnya, kan, masih disimpan oleh pihak penyidik kayak handphonenya Bu Mimin, terus sama kendaraan sepeda motor," katanya.

Sementara itu, Kesaksian Danu Terkait Nasi Goreng Diungkap, Kuasa Hukum Serahkan Pada Polisi

Kuasa Hukum Danu memberikan bantahan terkait adanya tuduhan kepada Danu, yang disebut-sebut sebagai orang yang membawa nasi goreng pada malam sebelum kejadian pembunuhan Amalia dan Tuti, 18 Agustus 2021.

Pengungkapan sasi goreng itu menjadi penting untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Dengan temuan nasi goreng, mengindikasikan ada orang yang datang ke rumah Amalia dan Tuti pada malam sebelum kejadian.

Saat ini, penyidikan kasus Subang ditangani Polda Jabar setelah sebelumnya ditangani Polres Subang.

Pada pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jabar ini, pekan lalu, Yosef, Yoris dan Danu sudah dimintai keterangan.

Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan membantah soal tudingan bahwa Danu adalah sosok yang membawa nasi goreng pada malam sebelum kejadian kasus Subang.

"Menurut kesaksian Danu itu tidak benar, Danu di saat malam sebelum kejadian tidak kemana-mana atau tidak membeli nasi goreng," ucap Achmad Taufan kuasa hukum Danu saat dihubungi melalui sambungan seluler, Senin 29 November 2021.

Biarpun seperti itu, Taufan pun tetap mempercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan masih menunggu hasil akhir dari perkara yang sampai dengan saat ini masih terus berjalan.

"Kami tetap percayakan kepada penyidik yah apalagi sekarang sudah ditangani oleh Polda Jabar, apapun hasilnya nanti kita tunggu saja," katanya.

Yosef Ungkap Terkait Nasi Goreng

Rohman Hidayat kuasa hukum Yosef yang mendampingi saat pemeriksaan mengatakan, kliennya itu ditanya soal nasi goreng di TKP kasus Subang pada 17 Agustus 2021 atau malam sebelum hari kejadian.

Saat itu, penyidik menunjukkan foto meja makan yang terdapat nasi goreng dan makanan lain.

"39 pertanyaan untuk Pak Yosef, salah satunya yaitu terkait dengan adanya nasi goreng dan makanan dengan bungkus aluminium foil," ujar Rohman Hidayat, Jumat 26 November 2021.

Pada malam hari sebelum kejadian, Yosef mengaku sempat datang ke rumah tersebut untuk pamit karena akan menginap di rumah istri muda, Ny Mimin.

"Pak Yosef tidak mengetahui hal itu, karena sebelum berangkat ke Bu Mimin tidak ada makanan apa-apa," ucap Rohman Hidayat.

Fajar Sidik, kuasa hukum Yosef lainya, menambahkan, dalam pemeriksaan, Yosef ditunjukan foto meja makan yang mana terdapat nasi goreng.

"Ada juga bagaimana kebiasaan dari anaknya Pak Yosef yaitu Amalia dari cara menyajikan makanan kalo misalnya Amalia beli nasi goreng cara menyajikannya seperti apa, apa langsung dimakan dari kertas nasinya langsung atau dipindahkan dulu ke piring," katanya.

Dari 39 pertanyaan, selain soal makanan, polisi juga menanyakan soal ponsel.

"Dalam BAP nya bukan hanya dipertanyakan terkait kepemilikan Handphone," ucapnya.

Tapi Achmad Taufan Tiba-tiba Singgung Danu Jadi Tersangka

Kuasa hukum Yoris dan Danu, Achmad Taufan mempercayai kerja polisi dalam menangani kasus ini. Sekalipun nanti hasil penyidikan menetapakan kliennya jadi tersangka.

"Apapun hasilnya nanti yang diputuskan polisi, kami tetap akan tetap mengahapi seandainya pun ada dari klien kita (tersangka) ya tetap kita hadapi proses hukumnya," kata Achmad Taufan saat dihubungi pada Selasa (23/11/2021).

Meski begitu, Achmad Taufan meyakini Yoris dan Danu tak terlibat perampasan nyawa Amalia Mustika Ratu dan Tuti.

"Kami sejak awal meyakini bahwa kedua klien kami ini tidak terkait apapun, kami memiliki bukti-bukti serta kesaksian langsung dari klien kami sendiri maupun kesaksian dari keluarga," ucap Taufan.

Biarpun seperti itu, pihak kuasa hukum Yoris serta Danu masih tetap menunggu keputusan resmi dari Polda Jabar. Yoris dan Danu sendiri selama kasus ini disidik, disebut-sebut jadi saksi kunci.

Sementara itu, Yoris dan Danu menjadi dua saksi yang secara intens dilakukan pemanggilan dari pihak kepolisian untuk terus diperiksa lanjutan.




Belum ada Komentar untuk "Misteri Nasi Goreng Terungkap, Pelaku Subang Hari ini Ditangkap dan Ini Pelakunya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel