Semua Terungkap, Inilah Sosok Saksi yang Terakhir Berada di Rumah Bersama Yosef di Malam Kejadian


Setelah Yosef diperiksa untuk ke 14 kalinya pada Kamis (21/10/2021) malam, terungkap saksi lainnya, yakni saksi sosok yang terakhir bertemu dengan Tuti dan Amalia, selain Yosef.

Kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang sampai dua bulan ini belum juga diungkap.

Sementara ini, penyidik Polres Subang didampingi Polda Jabar dan Bareskrim Polri masih perlu waktu mengulik kasus Subang tersebut.

Berbagai barang bukti dan upaya pemeriksaan telah dilakukan.

Setelah sebulan terakhir pemeriksaan saksi, polisi kembali melakukan pemeriksaan kembali.

Satu di antaranya kepada Yosef, suami korban dari Tuti Suhartini sekaligus ayah kandung Amalia Mustika Ratu.

Untuk ke 14 kalinya rekor Yosef menjalani pemeriksaan memberikan keterangan lebih detail pada hari sebelum dan sesudah kejadian.

Pada pemeriksaan tersebut, kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mengklaim alibi kesaksian kliennya itu semakin kuat tak terlibat dalam kasus Subang itu.

Dalam wawancara setelah kliennya diperiksa, dijelaskan selain Yosef terdapat beberapa saksi yang ada sebelum dan sesudah kejadian di TKP.

Satu di antaranya adalah sosok saksi yang terakhir bertemu Tuti dan Amalia, selain Yosef.

Diungkap Rohman Hidayat, saksi tersebut sempat bertamu di malam sebelum Tuti dan Amalia dirampas nyawanya.

Saat itu saksi bertamu ke rumah Tuti ketika Yosef masih ada di rumah TKP.

Dilansir dari tayangan kanal Youtube Kades Jalan Cagak, Indra Zaenal, sosok saksi itu adalah Deden.

Deden merupakan seorang warga yang mengenal Tuti dan Yosef.

Dijelaskan Indra Zaenal, Deden adalah orang yang pernah membantu-bantu pekerjaan di rumah Tuti Suhartini.

Ia pernah menjadi kuli yang membantu membangun rumah Tuti di Jalan Cagak tersebut.

Namun, pekerjaan Deden membantu di rumah Tuti sebagai sampingan.

Sementara itu diketahui Dede memiliki pekerjaan yakni sebagai tukang ojek.

Lewat kanal Youtube Kades Jalan Cagak tersebut juga diungkapkan kronologi saat Deden bertemu terakhir kali dengan Tuti dan Amalia.

Deden menceritakan ia terakhi kali bekerja atau menarik muatan sekira pukul setengah 8 malam, (17/10/2021).

Selesai membawa penumpang ia melewati Jalan Cagak tepatnya rumah Tuti.

Di sana ia melihat Tuti dan Amalia sedang di luar rumah sedang duduk.

Ia bermaksud menyapa Tuti sekadar untuk bersilaturahmi menanyakan kabar.

“Enggak biasanya di luar gitu, damang-damang biasa (bersalaman),” ujar Deden.

Selain bertemu dengan Tuti dan Amalia, Deden sempat menyapa Yosef yang ada di dalam rumah.

Di sana Dede mengaku sempat mengobrol dengan Yosef tak cukup lama, hanya sekira 5 menit.

Setelah selesai dan berpamitan, Deden mangaku langsung pergi.

Ia memastikan saat dirinya pulang, sementara Yosef masih di rumah saat dirinya bertamu tersebut.

Demikian ia mengaku tak mengetahui secara pasti Yosef pun pergi dari rumah Tuti.

Adapun saat ditanyakan keesokan harinya, Deden baru mengetahui kabar Tuti dan Amalia meninggal dunia dalam bagasi mobil Alphard sekira pukul 9 pagi (18/8/2021).

Ia mengaku tahu dari orang-orang di sekitarnya dan itu pun Deden sedang bekerja.

“Tahu-tahu dari orang-orang, lagi kerja itu juga,” ujar Deden.

Ketika tahu Tuti dan Amalia, orang yang ia temuinya tadi malam itu menjadi korban perampasan nyawa, Deden mengaku syok dan seolah tak percaya.

“Iya pasti (syok, red),” ujarnya.

Selain syok setelah tahu kejadian tersebut, Deden sempat jatuh sakit.

Namun, ia mengaku sakitnya tersebut karena kecapean.

Ia berhenti dari pekerjaan sebagai tukang ojek untuk bekerja sebagai kuli bangunan.

Karena kecapean setelah bekerja menjadi kuli bangunan, Deden mengaku sementara istirahat dari pekerjaan sehari-hari menjadi tukang ojek.


Yosef Pasrahkan Hasil Penyelidikan ke Polisi

Lebih dari 60 hari kasus Subang diselidiki, pelaku rajapati Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) belum diungkap.

Kematian Tuti dan Amalia yang ditemukan tak bernyawa di dalam bagasi mobil Aplhard di rumahnya di Jalan Cagak, Subang (18/8/2021) lalu itu masih ditangani polisi.

Setelah dua bulan polisi melakukan penyelidikan, mereka juga masih membutuhkan beberapa keterangan dari para saksi.

Pada Kamis (20/10/2021), saksi Yosef, suami sekaligus ayah dari korban kembali menjalani pemeriksaan untuk ke 14 kalinya.

Rekor pemeriksaan polisi terhadap Yosef tersebut tak jarang membuat publik bertanya hingga menaruh curiga.

Kendati begitu, pandangan publik kepada Yosef tak membuatnya gentar dan juga berharap agar pelaku rajapati istri dan anaknya segera terungkap.

Yosef meyakini dirinya tak bersalah dan tak terlibat dalam kasus perampasan nyawa istri dan anaknya tersebut.

Beberapa kali kepada media Yosef menyatakan bahwa dirinya tidak sama sekali melakukan perbuatan keji tersebut, apalagi berpikir mengabisi nyawa istri dan anaknya.

Kini, untuk ke 14 kalinya dalam pemeriksaan tersebut, Yosef tak banyak bicara soal pemeriksaan tersebut.

Namun, Yosef meyakinkan, bahwa dirinya mempercayakan segalanya hasil penyelidikan kasus Subang tersebut kepada polisi.

“Saya percayakan kepada penyidik 100 persen, kepada kepolisian, itu aja,” ujar Yosef

Begitu juga dengan kuasa hukum Yosef, mereka mendesak polisi agar segera menangkap pelaku rajapati ibu dan anak di Subang tersebut.

Kuasa Hukum Yosef itu tak ingin berlarut-larut dan menyebabkan fitnah dan asumsi liar di masyarakat yang merugikan kliennya tersebut.

Rohman Hidayat meyakini hasil pemeriksaan Yosef kali ini memberikan titik terang kepada polisi.

Ia juga berharap keterangan tersebut dapat merujuk pada petunjuk siapa pelaku sebenarnya.

“Saya meyakini dengan keterangan hari ini, mudah-mudahan penyidik segera dapat mengungkap siapapun pelakunya,” ujar kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat.

Lanjut ia menegaskan dirinya dan tim dalam kasus Subang tersebut tidak berkapasitas menjadi penyidik.

Rohmat menjelaskan dirinya dan tim sekadar mendampingi, memberikan bantuan hukum.

Dalam hal ini, ia juga hanya bertugas menempatkan posisi Yosef sebagai saksi dan sebagaimana mestinya.

Selama penyidikan pihaknya tak menutupi fakta maupun mencari-cari fakta.

“Fungsi kami bukan menyelidiki, fungsi kami hanya memastikan proses hukum ini berjalan dengan benar,” tuturnya.

Kemudian, Rohman menyinggung soal penempatan posisi Yosef dalam kasus Subang tersebut.

Tak dapat ia pungkiri, dalam kasus Subang tersebut Rohman menegaskan bahwa Yosef pun keluarga dari Tuti, bahkan suami sekaligus ayah korban.

Hal ini kemudian yang menurutnya sangat dirugikan dalam kasus Subang tersebut.

“Keluarga almarhum itu kan bukan kakak adiknya saja, tetapi pak Yosef juga suaminya adalah keluarganya,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap atas nama Yosef penyidik segera menemukan pelakunya dengan petunjuk yang telah dikumpulkan tersebut.

Kuasa hukum Yosef itu mendesak polisi segera mengungkap pelaku agar tidak terjadi tudingan kepda kliennya.


Kuasa Hukum Yosef Klaim Alibi Yosef Semakin Kuat Tak Bersalah

Diberitakan sebelumnya, Yosef (55) kembali dimintai keterangan pihak kepolisian terkait dengan kasus perampasan nyawa istri serta anaknya yang terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu.

Dengan pemanggilan kali ini, Yosef sudah menjalani pemeriksaan sebanyak 14 kali.

Pada pemeriksaan yang ke-14 kali ini Yosef selama 8 jam ditanyai secara mendetail oleh penyidik tentang kejadian pada malam hari sebelum kejadian, yakni pada tanggal 17 Agustus 2021 malam hingga 18 Agustus 2021 pagi.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat.

"Hasil dari BAP hari ini Pak Yosef dimintai keterangan hal-hal detail di tanggal 17 Agustus malam dan tanggal 18 Agustus pagi," ucap Rohman saat selesai mendampingi Yosef di Satreskrim Polres Subang, Kamis (21/10/2021) malam.

Menurut Rohman, dengan pernyataan dari beberapa saksi lain, alibi yang disampaikan oleh kliennya semakin kuat bahwa Yosef tidak ada kaitannya dalam kasus perampasan nyawa ibu dan anak itu.

"Keterangannya semakin jelas hari ini. Alibi dari klien saya itu sudah jelas pada pagi hari tanggal 18 Agustus itu bukan cuman satu saksi saja yang melihat pagi hari Pak Yosef sedang membeli surabi," katanya.

Pada pemanggilan ke-14 ini Yosef hanya mendapat sekitar 20 pertanyaan dari polisi.

"Sekitar 15 sampai 20 pertanyaan saja hari ini, hanya detail-detail."

"Kebanyakan kami ngobrol. Kami berbicara dengan pihak penyidik menyampaikan beberapa hal."

"Diskusi juga, ditanyakan yang dituangkan dalam BAP ini," ujar Rohman.

Pada 18 Agustus 2021 warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang dihebohkan dengan penemuan mayat dua perempuan yang ditumpuk di dalam bagasi mobil mewah Alphard.

Keduanya tak lain seorang ibu bernama Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23).

Pihak kepolisian meyakini bahwa keduanya merupakan korban perampasan nyawa.

Sudah berjalan 67 hari kasus perampasan nyawa ibu dan anak tersebut pihak kepolisian masih terus berupaya untuk mengungkap kasus yang sudah menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

Sejauh ini, 54 saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.



Belum ada Komentar untuk "Semua Terungkap, Inilah Sosok Saksi yang Terakhir Berada di Rumah Bersama Yosef di Malam Kejadian"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel