Alhamdulilah Kalung Milik Amalia yang Terputus Ditemukan, Bukti Kuat Pelaku Subang Segera Ditangkap


Pengejaran pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang sudah masuk ke hari ke-51.

Namun hingga kini, pelaku belum juga terungkap, dan banyak pihak yang berharap agar hasil autopsi kedua jadi tumpuan.

Pasalnya hasil autopsi tersebut nantinya akan menguatkan bukti-bukti yang sudah ditemukan selama proses penyelidikan.

Namun siapa sangka ternyata sebelum proses autopsi, polisi sempat menemukan kalung putus di garasi rumah Tuti (TKP pembunuhan).

Menurut pengakuan sepupu Tuti, Indra Zaenal Alim kalung itu milik Amalia ditemukan di bagian luar rumah.

Diduga kuat Amel diseret dari pintu belakang rumah menuju arah garasi mobil hingga membuat kalungnya putus.

Untuk mengungkap itu semua, saksi-saksi sudah dimintai keterangan, bahkan orang dekat hingga keluarga korban juga dimintai keterangan mengenai kasus yang menghebohkan tersebut.

Tak terkecuali Yosef yang tak lain dan tak bukan adalah suami sekaligus ayah dari korban.

Bukan hanya Yosef, pihak kepolisian juga memanggil tiga kakak dari Tuti Suhartini, korban pembunuhan Subang, pada (6/10/2021)

Ketiga saksi tersebut adalah Yeti, Ida, dan Lilis yang merupakan kakak dari Tuti Suhartini.

Pemeriksaan ketiga kakak dari Tuti Suhartini tidak berlangsung lama, berselang 30 menit ketiganya keluar dari gedung dan menuju ruang Kapolres.

Di sisi lain, Mabes Polri terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa pihak Polres Subang dan Polda Jawa Barat sedang melakukan penyidikan untuk membuktikan pembunuhan kasus tersebut.

Pasalnya sudah lebih dari satu bulan berlalu, kasus pembunuhan Subang belum juga terungkap.

“Untuk kasus subang, penanganan kasus subang, saya sampaikan bahwa penyidik Polres Subang, dibantu oleh penyidik Direktorat Krimum Polda Jabar terus melakukan penyidikan. Saat ini masih berproses ya. Jadi kita tunggu saja, penanganan yg dilakukan. Yakinlah bahwa penyidik terus apalagi telah dibantu oleh bareskrim Polri,” ucap Kombes Ahmad.

Ia juga menambahkan pihaknya telah menerjunkan Tim Puslabfor Polri untuk mengusut pembunuhan tersebut.

“Tim puslabfor juga turun kemudian tim inafis juga turun utk mengungkap kasus ini. Kita semua menanti bahwa kasus di subang ini segera terungkap. Kita monitor terus kalau ada update nanti kami sampaikan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan Kini muncul kabar jika sosok bernama Danu diduga berpotensi jadi tersangka pembunuhan Subang.Berdasarkan data ilmiah, terdapat bukti kuat yang merupakan puntung rokok tertinggal di TKP.

Setelah barang bukti terverifikasi DNA, puntung rokok tersebut ternyata milik Danu. Terkait kasus tersebut, YouTuber bernama kerap menganalisis kasus-kasus tersebut secara mendalam dengan sejumlah bukti ilmiah yang diperoleh.

Yang janggal, kalau benar Danu empat hari sebelum kejadian, Mengapa Tuti dan Amel tidak membersihkan asbak ruang tamu selama empat hari.

“Ada beberapa kemungkinan, bukan tuduhan. Bukan berarti mentang-mentang ada DNA terus dia jadi terlibat. Jika memang DNA di puntung rokok dipastikan milik Danu, kalau ada cerita support yang memperkuat soal Danu, maka dia tentu akan jadi tersangka,” tutur Anjas


Polisi masih terus berupaya untuk mengungkap kasus tewasnya ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Terbaru pihak kepolisian telah melakukan autopsi ulang terhadap jasad Tuti (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Autopsi tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan bukti baru.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erdi A Chaniago, mengatakan autopsi ulang dilakukan untuk mencari kesesuaian antara bukti yang ditemukan dengan kondisi jenazah.

Sebab, bukti baru tersebut diduga terkait dengan penyebab kematian korban.

"Kenapa kita lakukan autopsi lagi, karena kita sedang mencari kesesuaian antara bukti dan petunjuk yang telah kita temukan yang baru dengan bukti penyebab kematian," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/10/2021).

Diketahui, sebelum melakukan autopsi ulang, polisi menemukan kalung milik Amalia yang terputus di dekat belakang garasi.

Kepala Desa Jalancagak sekaligus sepupu Tuti, Indra Zaenal Alim, mengatakan kalung milik Amalia ditemukan di bagian luar rumah.

Menurutnya, jasad korban diduga diseret dari pintu belakang rumah menuju arah garasi mobil tempat ditemukannya jasad Tuti dan Amelia.

Indra menambahkan, sepanjang jalan dari pintu belakang menuju garasi banyak ceceran darah.

"Lewat pintu belakang, dari sana diperkirakan diseret ke garasi. Di sini masih penuh darah waktu itu, penuh darah seretan."

"Kemudian ditemukan kalung almarhumah Amel, tepat di sebelah sini (menunjuk lokasi)," katanya, 

Tiga kakak Tuti diperiksa polisi

Setelah melakukan autopsi ulang terhadap jasad Tuti dan Amalia, polisi memeriksa tiga kakak Tuti.

Ketiganya yakni Yeti Mulyati (60), Ida (58), dan Lilis Sulastri (56).

Mereka bertiga datang didampingi oleh anggota dari Polsek Jalancagak, Polres Subang.

Ketiganya diperiksa pada Rabu (5/10/2021) sore.

Sebelum menyambangi ruangan penyidik, Lilis sempat mengatakan dirinya berharap agar kasus kematian adik dan keponakannya cepat terungkap.

"Semoga cepat selesai, cepat terungkap doakan saja," ujar Lilis singkat.

Pantuan Tribun Jabar di lapangan, mereka bertiga dimintai keterangan selama enam jam di ruangan Kapolres Subang.

Dari informasi yang didapatkan, ketiganya dimintai keterangan tambahan terkait kasus tewasnya Tuti dan Amalia.



4 Pengakuan Terbaru Yosef di Hari Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang menyeret nama Yosef yang tidak lain adalah suami dan ayah korban.

Meski demikian Yosef membantah sebagai pelaku pembunuhan atau menyuruh pembunuh bayaran melakukan aksi keji itu.

Justru Yosef mengungkapkan 4 fakta terbaru yang terkait pembunuhan tersebut.

Fakta tersebut disampaikan Yosef saat diperiksa penyidik Polres Subang pada pemeriksaan ke-13.

1. Telepon Amelia

Yosef mengaku saat dia kembali ke rumah pada Rabu 18 Agustus 2021 pagi, ia sempat menelepon putrinya Amelia, namun tak dijawab.

Itu sebelum kedua korban ditemukan sudah tak bernyawa di bagasi mobil Alphard.

"Yosef menelepon korban Amel pukul 07.24 WIB. Telepon seluler (ponsel) Amelia aktif namun tidak ada yang mengangkat," kata Rohman Hidayat, kuasa hukum Yosef.

2. Telepon Yoris

Kemudian pukul 07.26, Yosef menelepon Yoris, tapi yang mengangkat istri Yoris. Saat itu, istri Yoris di telepon mengatakan, Yoris sedang tidur.

"Kemudian ketika Pak Yosef ada di kantor polisi, Yoris kemudian nelepon," ujar Rohman.

3. Lihat Bekas Ban Mobil

Pada hari kejadian, Rabu 18 Agustus 2021, saat mau keluar rumahnya, Yosef melihat bekas ban mobil.

Jejak ban mobil yang masih baru itu ditemukan Yosef di pintu masuk rumahnya. Karena itu, Yosef langsung telepon Amel. Tapi posisi handphone Amelia tidak ada yang mengangkat.

4. Tidak Ada Pemblokiran Rekening

Mengenai isu pemblokiran rekening yayasan dan Amelia, Rohman memastikan tidak ada rekening yang diblokir.

"Bahkan, rekening saat ini dipegang oleh kepolisian untuk mengetahui transaksi di rekening Amel. Karena yang berkepentingan mengurus itu adalah keluarga," kata Rohman.

Menurut Rohman, salah satu persyaratan dari bank itu adalah keterangan dari ahli waris.

"/Nah keterangan ahli waris inilah kemarin kami bikin melalui Kepala Desa Jalancagak dan sudah keluar.

"Tadipun sudah kami sampaikan persyaratan untuk membuka rekening Amel sudah ada dan kapan kepolisian meminta Pak Yoris dan Yoris untuk datang ke bank bersangkutan," jelas Rohman.



Belum ada Komentar untuk "Alhamdulilah Kalung Milik Amalia yang Terputus Ditemukan, Bukti Kuat Pelaku Subang Segera Ditangkap"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel