Pilu, Tangis Nenek Penjual Peyek Terdampak PPKM: Mau Makan Apa?



Seorang nenek yang sedang berjualan di pinggir jalan baru-baru ini menuai sorotan publik. Bukan tanpa sebab, ia menangis sambil curhat diminta untuk tetap di rumah, sementara bila tak berjualan berarti tidak ada makanan.

Sebelumnya diketahui, pandemi ini membuat sebagian besar kegiatan dipindahkan ke rumah. Hanya saja, hal tersebut memberi dampak besar buat orang-orang yang sehari-hari mencari nafkah di jalanan.

Seperti misalnya yang dialami nenek ini, momennya ketika curhat soal dampak pandemi dibagikan akun @adeseptiannn di Instagram

Dalam video berdurasi kurang dari semenit tersebut, tampak seorang nenek bernama Umi Tamamiyah atau yang kerap disapa Mbah Umi menceritakan kesehariannya yang terdampak pandemi ini

“Jual peyek, Nak,” kata nenek berusia 82 tahun tersebut.

Sambil tangannya gemetar, Mbah Umi bercerita sehari-hari, sehabis subuh, dirinya mulai berjualan peyek di pinggir jalan dengan harga Rp2 ribu per bungkus. Imbas pandemi, ia cuma bisa menghasilkan 

Adapun nenek tersebut kini hidup sebatang kara. Satu dari tiga anaknya telah meninggal, sementara sisanya hidup sendiri-sendiri. Karenanya, meski diimbau ketua RT untuk tetap di rumah, Mbah Umi rela tetap berjualan peyek demi bisa menyambung hidup.

“Biar, Nak, meskipun ada corona. Kata pak RT harus di rumah, terus nenek makan apa, Nak?” kata Mbah Umi yang tak lagi bisa menahan air mata.

Dari keterangan warganet, diketahui video tersebut diunggah Ade Septian pada Agustus 2020 lalu. Mengenai lokasi kejadian, Mbah Umi tinggal di Lembah Putro, Sidoarjo dan kerap berjualan di depan toko cat di Jalan Diponegoro, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kini unggahan tersebut pun viral di berbagai media sosial, Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan yang merasa iba dengan nenek tersebut.

“Pepatah mengatakan bahwa seorang ibu bisa menghidupkan 10 anaknya sekaligus, sedangkan 10 anak belum tentu mampu menghidupkan seorang ibu. Terbukti dengan adanya Mbah ini,” kata akun Novita Hariani.

“Ya Allah, nangis banget gua dengernya. Suka bertanya-tanya kalo lihat yang kayak gini, apa anaknya tega ngebiarin orang tua mereka sendiri kaya gini? Yang seharusnya itu kewajiban mereka buat ngerawat gitu,” sebut akun @Dwnknprtwyx.

“Di mana-mana rakyat bawah tertekan. Saya melihat dengan mata kepala, ada percekcokan gegara penjual jalanan diusir oleh aparat. Peraturan ini harus solutif. Iya, bagi orang berada tidak masalah, bagaimana dengan yang pendapatannya minim sekali dan bersifat harian? Aduh. Semoga segera pulih,” ujar akun @UbaidilMuhaimin. 

Belum ada Komentar untuk " Pilu, Tangis Nenek Penjual Peyek Terdampak PPKM: Mau Makan Apa?"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel