Mengagetkan kejanggalan KRI nanggala 402 DI Ungkap Media Asing


 Jadi Sorotan Internasional, Media Asing Temukan 'Kejanggalan' Soal KRI Nanggala 402

Tenggelamnya KRI Nanggala 402 tak hanya menjadi perbincangan di dalam negeri, tetapi menjadi sorotan juga di dunia internasional.

Banyak pemimpin negara seperti Amerika Serikat dan Turki turut mengucapkan belasungkawa atas tenggelamnya KR Nanggala 402 ini.

Media asing juga ikut memberitakan persoalan KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali pada 21 April 2021.

Setelah sekian banyak upaya pencarian, KRI Nanggala 402 ditemukan di kedalaman 838 meter dan 53 awak KRI Nanggala 402 dinyatakan gugur.

Media asal Korea Selatan, Hankook Ilbo menyoroti beberapa 'kejanggalan' terkait peristiwa menyedihkan ini, terutama soal perawatan KRI Nanggala 402.

KRI Nanggala 402 merupakan kapal selam buatan Jerman yang diproduksi pada tahun 1978 di galangan Howaldtswerke-Deutsche Werft di Kiel.

Dan Indonesia sendiri menghadirkan KRI Nanggala 402 pada tahun 1981 sebagai alutsista laut Nusantara.

Sehingga, KRI Nanggala 402 termasuk kapal selam tua, yang di mana semestinya tidak memungkinkan untuk dilakukan latihan peluncuran torpedo.

Tak hanya itu, Hankook Ilbo menerangkan bahwa KRI Nanggala hanya mampu berada di kedalaman maksimal 150-200 meter di bawah permukaan laut, namun kapal selam tua tersebut ditemukan di kedalaman 838 meter.

"Mempertimbangkan kondisi kapal selam, diperkirakan kedalaman maksimum lambung dapat menahan 150-200m," tulis artikel tersebut, Senin 26 April 2021.

Kapasitas KRI Nanggala 402 kala itu juga dilaporkan overload, yang di mana kapal selam ini hanya bisa diisi 43 orang saja.

Fakta lainnya, dilaporkan kapal selam hanya bisa bertahan selama 25 tahun, sedangkan usia KRI Nanggala 402 telah menginjak 41 tahun.

"Mengingat kapal selam biasanya bertahan 25 tahun, mereka sudah cukup tua," katanya.

Hankook Ilbo mengklaim KRI Nanggala tidak mendapat perawatan yang semestinya selama 9 tahun terakhir dan dilaporkan kapal selam ini sudah tidak menyelam sejak 2018.

"Pemeliharaan kapal selam harus dilakukan setiap enam tahun sekali hingga masa layannya, dan setelah itu lazim dilakukan untuk memperpendek jangka waktu tersebut, yang artinya pemeliharaan kapal selam belum dilakukan selama sembilan tahun," jelasnya.

Sebelumnya, komandan KRI Nanggala 402, Heri Oktavian sempat mengeluhkan Overhaul yang selalu tertunda, padahal proses perawatan kapal selam sangatlah vital.

Keluhannya tersebut diungkapkan rekannya usai KRI Nanggala 402 tenggelam beberapa waktu lalu.

"Padahal kapal selam itu harus terus disiapkan," demikian kata rekannya menirukan Heri.



Belum ada Komentar untuk "Mengagetkan kejanggalan KRI nanggala 402 DI Ungkap Media Asing"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel