Inilah Sosok Perawat RS Siloam Diminta Pelaku Bersujud & Mohon Maaf, Setelah Bersujud Endingnya Bikin Nyesek


Sosok Perawat RS Siloam Kristina Romauli Simatupang, Gadis Asal Medan, Tinggal di Banyuasin

Sosok Kristina Romauli Simatupang/Kristina Ramauli (28) dicari warganet disebabkan perawat RS Siloam Palembang ini jadi korban kekerasan keluarga pasien.

Sesuai dengan nama lengkapnya, Kristina Romauli Simatupang, sosok perawat ini merupakan gadis berdarah Batak atau Medan.

Saat ini, Kristina Romauli (28) menetap di Kompleks Griya Sukajadi, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Sehari-hari, Kristina Romauli bekerja sebagai perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumsel.

Kristina Romauli dianiaya oleh keluarga pasien yang bernama Jason Tjakrawinata (38).

Penganiayaan ini terjadi di dalam RS Siloam Sriwijaya Palembang Kamis (15/4) sekitar 13.40 WIB.

Di hadapan penyidik Polrestabes Palembang, Kristina menuturkan kejadian penganiayaan ini berawal ketika Kristina dipanggil untuk menemui Jason Tjakrawinata di ruang IPD 6 di kamar 6026.

“Saya bersama teman menemuinya, tapi teman saya disuruh pergi, dia menanyakan bagaimana cara saya melepas infus di tangan anaknya,” ujar Kristina Romauli, Jumat (16/4/2021).

Belum sempat Kristina menjawab, Jason Tjakrawinata langsung memukul wajahnya.

Meski sempat dilerai oleh perawat lainnya, tapi Jason Tjakrawinata tetap memukul kembali wajah korban.

“Kejadian itu didengar petugas keamanan rumah sakit, lalu menenangkan pelaku dan meminta perawat lain menggantikan saya,” ungkap Kristina Romauli Simatupang.

Tak hanya itu, CRS diminta untuk bersujud dan memohon maaf.

Namun, lagi-lagi korban ditendang oleh pelaku di bagian perut hingga akhirnya dipisahkan oleh perawat yang lain.

Atas kejadian itu, Kristina Romauli Simatupang mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut.

Lalu Kristina Romauli Simatupang, sosok perawat RS Siloam ini, melapor kejadian itu ke Polrestabes Palembang.

Akibat peristiwa tersebut,Trending #SavePerawatIndonesia,

Di media sosial Twitter, warganet menggaungkan tanda pagar (tagar) #SavePerawatIndonesia untuk menyatakan dukungan terhadap korban, dan mengecam kekerasan yang terjadi. Dari pantauan Kompas.com, hingga Sabtu (17/4/2021) pukul 6.40 WIB, tagar #SavePerawatIndonesia menduduki posisi ke-3 trending topic Twitter Indonesia dengan lebih dari 14 ribu twit menggunakan tagar itu telah dicuitkan oleh warganet.




















Penganiayaan terhadap seorang perawat berinisial CRS oleh seorang keluarga pasien, JT tengah ramai di media sosial.

CRS telah meminta maaf kepada keluarga pasien, namun JT tetap menganiayanya.

Aksi tersebut direkam oleh seorang petugas keamanan rumah sakit dan viral di media sosial.

Tak lama berselang setelah video viral, kasus penganiayaan tersebut segera ditangani oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang dan sekarang pelaku sudah di tahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, kasus penganiayaan menimpa CRS tersebut lantaran salah melepaskan infus di tangan pasien yang merupakan anak dari terduga pelaku. 

Perawat itu bahkan mengatakan sempat berlutut kepada pelaku agar memaafkannya, namun pelaku malah marah dan menendang perut perawat tersebut.

Peristiwa tersebut viral setelah detik-detik video penganiayaan itu tersebar di jagat maya. 

Sementara itu Direktur Keperawatan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Tata mengatakan, pihak rumah sakit sangat menyayangkan perbuatan keluarga pasien yang melakukan penganiayaan kepada seorang perawat. 

Dia menjelaskan, kronologi terjadinya penganiayaan perawat hingga viral. Awalnya pasien yang merupakan anak pelaku sudah diperbolehkan pulang. Untuk itu, korban sebagai perawat melakukan tugasnya melepaskan infus yang terpasang di tubuh pasien.

"Pelepasan infus sudah sesuai SOP yang ada. Namun karena usia anak yang dirawat masih 2 tahun dan gerakannya terlalu lincah, sehingga plaster terlepas dan mengeluarkan darah. Alhasil, perawat langsung mengganti dengan perban yang baru hingga darah pasien tidak keluar lagi,"  Ungkap tata kepada Wartawan

Selanjutnya, Kepala Ruangan RS Siloam Sriwijaya mendatangi ibu pasien dan meminta maaf atas kejadian yang sempat terjadi. 

"Itu ayah pasien (pelaku) belum datang karena posisinya lagi di Kayu Agung, masalah sudah dianggap selesai karena kepala ruangan kami mendatangi ibu pasien," katanya. 

Namun saat pelaku datang, istrinya mengadu  menceritakan kronologi kepada suaminya dan akhirnya sang suami tersulut emosinya.

Pelaku lalu memanggil Perawat untuk menemuinya di ruang perawatan, dan CRS kemudian datang bersama beberapa orang rekannya yang lain.

Belum sempat menjelaskan kejadian tersebut, JT yang marah langsung menampar wajah CRS.

Tak hanya itu, CRS diminta untuk bersujud dan memohon maaf.

Namun, lagi-lagi korban ditendang oleh pelaku di bagian perut hingga akhirnya dipisahkan oleh perawat yang lain.

Akibat kejadian itu, korban mengalami memar di bagian mata sebelah kiri, sakit bagian bibir dan perut.

Belum ada Komentar untuk "Inilah Sosok Perawat RS Siloam Diminta Pelaku Bersujud & Mohon Maaf, Setelah Bersujud Endingnya Bikin Nyesek"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel