Suaminya Dipateni Oleh Mertua Sendiri, Sang Istri Mengaku Tak Sedih Apalagi Menyesal Ini Alasannya


Tak ada kesedihan maupun duka mendalam mewarnai kepergian Bambang Ciptadi Lubis. Istrinya, Maria Eka Susanti hanya bersikap biasa, seolah tidak terjadi apa-apa dalam hidupnya.

Padahal, kematian adalah momen paling menyedihkan bagi semua orang. Tapi nyatanya, hal ini tidak berlaku bagi Maria.

Dia bahkan tak menyesali aksi pembunuhan yang dilakukan ole ayahnya, Anuar, pada sang suami. Justru, dia bersyukur suaminya meninggal di tangan orangtua kandungnya.

“Saya tidak menyesal saya sudah habis sakitnya, karena memang sudah sering ribut dengan dia (Bambang),” ungkapnya.

Ya, selama 13 tahun menikah, diakui Maria, jika ia dan suaminya selalu terlibat pertengkaran di setiap harinya. Dan setiap itu juga, kata-kata kasar hingga hinaan selalu keluar dari mulut korban.

“Dia (Bambang) setiap ribut sering mukul dan menghina, setiap hari dipukul saya tidak sakit, yang sakit orangtua saya dihina, dia mengatakan orangtua dan keluarga kamu miskin semua, selalu seperti itu,” imbuh Maria, dilansir Tribunnews.com.

Bahkan sebelum mati terbunuh, suaminya masih sempat melakukan tindak kekerasan kepadanya, dengan memukul dan menampar kepala Maria yang saat itu kabur ke rumah orangtuanya di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Di sinilah, ayah Maria sudah tak kuasa menahan emosinya. Dia mengambil pisau badik di dalam rumah, lalu menusukkan tepat di ulu hati sang menantu hingga membuat dia seketika tumbang bersimbah darah.

Bambang sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit dr Sobirin, namun nyawanya keburu tak terselamatkan. Dia meninggal dalam perjalanan.

Belum ada Komentar untuk "Suaminya Dipateni Oleh Mertua Sendiri, Sang Istri Mengaku Tak Sedih Apalagi Menyesal Ini Alasannya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel