Seorang Pria Muslim Ini Bernama ‘Slamet Hari Natal’, Begini Ceritanya Saat Lahiran


Mungkin hanya sedikit muslim di Indonesia ini yang bahagia dengan datangnya hari Natal, Pak Slamet salah satunya. Alasannya sederhana karena hari kelahiran pak Slamet bersamaan dengan peringatan Natal yaitu 25 Desember.

Tetapi perayaan hari Natal setiap tahun mengandung makna tersendiri bagi pak Slamet yang muslim, mengapa? karena nama panjang Pak Slamet adalah Slamet Hari Natal.

Nama yang cukup unik ini diberikan orang tua Pak Slamet ketika beliau lahir pada 25 Desember 1962 yang lalu.

Ceritanya, bidan yang membantu kelahiran Pak Slamet memberi saran nama yang sesuai dengan perayaan Natal pada saat itu, maka orangtua Pak Slamet memutuskan memberinya nama Slamet Hari Natal.

Setelah dewasa nama tersebut semakin melekat dan bahkan Pak Slamet mendapat panggilan akrab dari teman-temannya yaitu Slamet Yesus.

Saking unik dan nggak umumnya, Pak Slamet mengaku sering merasa kesusahan saat mengurus segala administrasi, seperti administrasi kependudukan, dan lain sebagainya.

Pria yang tinggal di Jalan Sangadi, RT 24 RW 8, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini bercerita banyak orang, termasuk orang dari kelurahan yang tidak percaya namanya benar-benar Slamet Hari Natal.

“Padahal liat aja nih KTPnya, 100% nggak bo’ong!”, ujar Pak Slamet sambil memperlihatkan KTP nya.

“Tiap saya mengurus sesuatu yang membutuhkan KTP selalu gitu. ‘Ini sungguh-sungguh ato cuma main-main?” kata Pak Slamet sambil meniru yang diomongkan petugas administrasi.

Malah kadang urusannya itu jadi lama karena semua petugas penasaran dan ingin tahu namanya yang tertera di KTP. Pak Slamet juga menjelaskan kalau setiap mengurus KTP selalu ada kendala.

Sampai saat ini hampir semua orang yang baru mengenalnya tidak percaya namanya seperti itu.

Bahkan tiap kali anaknya mengurus sesuatu yang membutuhkan nama dirinya, petugas selalu tidak percaya. Sampai-sampai Pak Slamet harus mengirim foto KTP-nya buat anaknya yang lagi bertugas sebagai prajurit di Brigade Infanteri (Brigif) 24 Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Slamet Hari Natal saat ini sudah berusia 56 tahun. Pak Slamet merupakan anak kedua dari pasangan Ngatinah dan Syamsuri. Pak Slamet hanya memiliki seorang saudara, yaitu kakak perempuannya yang bernama Mujiati.

Meski bernama Slamet Hari Natal dan seorang Muslim, ia mengaku tidak pernah mendapat makian ataupun sindiran dari orang-orang sekitarnya. Menurutnya, warga kampung dan teman-temannya memiliki rasa toleransi yang tinggi.

“Tidak pernah (dicaci). Di sini sudah toleran,” kata pak Slamet Hari Natal.

Belum ada Komentar untuk "Seorang Pria Muslim Ini Bernama ‘Slamet Hari Natal’, Begini Ceritanya Saat Lahiran"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel