Hina Jilbab Panjang, Calon Bupati Sukoharjo Dituntut untuk Meminta Maaf


Salah satu Calon Bupati Sukoharjo tahun 2020, Etik Suryani diduga mengucapkan perihal penistaan agama pada saat kampanye yang dilakukan di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (28/11) lalu. 

Dalam sebuah rekaman video yang beredar, terlihat awalnya Etik berkampanye seperti biasa, hingga kemudian akhirnya muncul kalimat "Ora usah nganggo krudung dowo. Krudung dowo gor nggo ngapusi tok nggo opo, nggih" (Tidak usah memakai kerudung panjang. Kerudung panjang hanya untuk menipu buat apa, ya).

Sontak pernyataan tersebut hingga kini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kelompok Muslimah Solo Raya yang merasa sakit hati, kecewa, dan marah terhadap pernyataan Calon Bupati Sukoharjo tersebut. 

"Seorang muslim ketika dia melecehkan Alquran, kami pun akan marah. Saya 22 tahun sebagai orang Islam, saya tahu persis di dalam Alquran, bahwa memanjangkan kerudung itu adalah perintahnya Allah dan fungsinya itu untuk melindungi bukan untuk ngapusi," ungkap Dewi, Perwakilan Muslimah Solo Raya, saat konferensi pers di Sekretariat Abdul Jalil, Banjarsari, Solo, Jumat (04/12).

Sementara itu Retno, warga asli Sukoharjo, yang juga mewakili Muslimah Solo Raya juga mengaku sakit hati dengan pernyataan Calon Bupati Sukoharjo tersebut.

"Saya selaku warganya dari Ibu Etik, sangat sangat sakit hati banget. Karena yang dinistakan itu adalah firman Allah, perintah Allah. Siapa pun umat Islam jika Alquran dinistakan akan marah," paparnya. 

Melalui pertemuannya dengan rekan media tersebut, perwakilan Muslimah Solo Raya meminta Etik Suryani untuk melakukan 3 hal.

"Kami meminta Eti taubat nasuha. Dia harus meminta maaf kepada seluruh umat Islam secara terbuka. Kalau perlu ditulis di media massa, ditulis di koran satu halaman permintaan maafnya untuk umat Islam seluruh dunia. Ketiga harus taat proses hukum tidak kebal hukum. Itu permintaan kami sebagai seorang muslimah yang sudah dilecehkan," pungkas Dewi.

Kepolisian Diminta Adil dan Transparan

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendesak aparat kepolisian untuk menyelidiki dan mengusut dugaan penghinaan terhadap Jilbab yang dilakukan oleh Calon Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam sebuah acara bersama warga di Desa Gumpang, Kartasura, Sukoharjo pada sabtu, (28/11/2020) yang lalu.

“Meminta Kepolisian segera mengusut dan memproses hukum terhadap Ibu Hj. Etty Suryani secara profesional, transparan dan adil,” kata sekertaris DSKS Suwondo dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com pada kamis, (3/12/2020).

Sebelumnya, beredar video dari Calon Bupati yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut di media sosial, dalam video itu, Etik menyinggung soal jilbab besar yang digunakan oknum tertentu untuk menipu atau membohongi.

“Ora usah nganggo kudung dowo, kudung dowo gur nggo ngapusi thok nggo opo (tidak usah pakai kerudung panjang, kerudung panjang hanya buat Mmnipu untuk apa-red),” ungkapnya kepada sejumlah warga.

Suwondo juga meminta Etik yang juga istri dari Bupati Sukoharjo Wardoyo untuk menarik kembali ucapannya dan mengakui atas  kesalahannya.

“Beristighfar dan bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla atas segala kekhilafan yang dilakukan dan meminta maaf kepada umat Islam dan disebarkan ke media massa, cetak, elektronik dan sosial,” paparnya.

Lebih lanjut, Suwondo menilai kata kata dari Etty sebuah penghinaan kepada pengguna jilbab, karena yang di sebut kerudung panjang yang di pakai oleh muslimah adalah jilbab yang di kenakan oleh para muslimah sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah dalam Al qur’an.

“Penghinaan kepada jilbab (yang disebutnya kerudung panjang), yang dianggap sebagai alat kebohongan semata. Pernyataan itu jelas menggambarkan bahwa menurut beliau, jilbab hanya sebagai alat untuk membohongi dan tidak berguna,” pungkasnya.

Belum ada Komentar untuk "Hina Jilbab Panjang, Calon Bupati Sukoharjo Dituntut untuk Meminta Maaf"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel