Pemulung yang Baca Quran Saat Berteduh Kehujanan, Ditinggal Ibu Kandung Sejak Usia 8 Bulan


Seorang remaja berusia 16 tahun asal Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut jadi perbincangan warganet. 

Ia bernama Muhammad Gifari Akbar. 

Foto Akbar yang bekerja sebagai pemulung, saat membaca Alquran di Jalan Braga, Bandung, Viral di media sosial. 

Ia tak mengira fotonya yang tengah mengaji itu beredar luas di media sosial. 

Di foto itu, Akbar tengah berteduh di Jalan Braga saat turun hujan. 

Sambil membawa karung untuk memulung, Akbar membaca Alquran.     

Seorang warga mengabadikan kegiatan Akbar dan mengunggahnya di media sosial. 

Sejak berumur 10 tahun, Akbar putus sekolah saat kelas 4 SD. 

Ia lantas memutuskan untuk berkelana. 

Sudah banyak daerah yang didatangi oleh Akbar. 

Ia bahkan sempat menginjakan kaki ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Lampung. 

"Awalnya dulu Akbar pergi ke luar kota itu untuk mencari ibu kandungnya." 

"Anaknya juga enggak betah diam di rumah," ujar nenek Akbar, Uti (71) ditemui di rumahnya. 

Uti menyebut, cucunya itu telah ditinggal ibu kandungnya sejak berusia 8 bulan. 

Saat itu, ibunya berkata akan bekerja ke Arab Saudi. 

Hingga kini, tak ada kabar dari ibu kandungnya. 

"Sejak bayi, Akbar belum pernah ketemu ibu kandungnya." 

"Makanya niat awal dia pergi dari rumah itu untuk mencari ibunya," katanya. 

Ayah kandung Akbar telah menikah lagi. 

Akbar disebut Uti tak betah diam di rumah dan memilih berhenti dari sekolah. 

"Setelah keluar sekolah itu, Akbar pergi dari rumah." 

"Awalnya dia ngamen terus suka mulung juga sekarang," ucapnya. 

Akbar pun kini tinggal bersama nenek dan kakeknya. 

Sejak enam tahun lalu, ia sering meninggalkan rumah berbulan-bulan. 

Jika kembali, hanya satu atau dua hari saja dia berada di rumah. 

Meski tak hidup bersama nenek dan kakeknya, Uti berpesan agar Akbar tak lupa untuk beribadah.

Salat dan membaca Alquran harus dilakulan walau berada di luar rumah. 

Uti menambahkan, jika pergi dari rumah, cucunya hanya bermodal pakaian di badan, karung untuk memulung, dan sebuah kitab suci Alquran. 

"Dari dulu saya ajarin mengaji. Jadi waktu dia pergi dari rumah, pesan saya cuma jangan lupa untuk salat dan mengaji," ujarnya. 

Ke Bandung cari rongsokan 

Ditemui di rumahnya di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Akbar menyebut baru saja tiba dari Bandung. 

Ia diantarkan seseorang dari pesantren seusai ditemukan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 

"Di foto itu saya lagi mengaji Alquran di sana." 

"Memang lagi istirahat. Daripada bosan, karena niat mau hafalin Quran, ya udah hafalin saja," ujar Muhammad Gifari Akbar, Kamis (5/11/2020). 

Akbar menceritakan, ia berada di Bandung untuk mencari rongsokan. 

Sejak beberapa tahun lalu, Akbar kerap berpergian ke luar kota. 

Ia tak tahu pasti tahun berapa ia mulai keluar dari rumah. 

Setiap pergi dari rumah, Akbar mengaku selalu membawa Alquran. 

Ia menyebut ayahnya yang mengingatkan untuk membawa Alquran. 

"Dari kecil dikasih pesan kalau mau ke mana-mana jangan lupa salat, ibadah lima waktu, sama ngaji dan zikir," kata Akbar. 

Pekan lalu sekitar hari Sabtu atau Minggu, Akbar tengah berada di Jalan Braga. 

Ia tak mengetahui jika dirinya difoto saat tengah mengaji. 

"Saya tidak tahu ada yang foto. Saya tahu dari polisi, ada foto saya di medsos." 

"Saya gak sadar ada yang foto," ucap Muhammad Gifari Akbar. 

Sehari-hari, Akbar memang bekerja mencari rongsokan. Barang rongsokan itu dijual Akbar untuk kebutuhan makan." 

"Ia tak pernah meminta uang ke ayah, nenek, atau kakeknya jika pergi dari rumah." 

"Selama di jalan dapat uang dari mulung sampah. Itu sudah dari kecil. Terakhir sekolah kelas 4 SD," ujarnya. 

Ditawari Masuk Darul Quran 

Foto remaja pemulung membaca Alquran diunggah pertama kali oleh akun @awan_rozy di instagram. 

dalam keterangannya, foto itu diambil pada Selasa 27 Oktober 2020. 

Akbar mengaku tak mengetahui sosok orang yang mengabadikan dirinya sedang mengaji. Namun usai fotonya viral, banyak yang mencari tahu soal Akbar. 

"Setelah viral, banyak yang nyari. Dari Jakarta juga ada, perwakilan ustaz Yusuf Mansur nawarin ke pesantren di Jakarta," ucap Akbar ditemui di rumahnya. 

Warga Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut memiliki keinginan untuk belajar di pesantren. Namun ia tak mau masuk ke pesantren yang jauh. 

"Kalau jauh enggak. Maunya di Garut atau Bandung saja," ujarnya. 

Hasil memulung yang didapatkan per harinya tak menentu. Paling banyak ia bisa mendapat Rp100 ribu. Hasil menjual barang rongsok itu, dipakainya untuk makan. 

"Saya paling jauh pergi ke Lampung. Ke Jakarta, Jawa juga pernah. Jalan saja kalau pergi," ucapnya. 

4 Hari Jalan ke Bandung 

Setiap berpergian dari rumah, Muhammad Gifari Akbar (16), tak pernah membawa uang. Saat pergi ke Bandung dari rumahnya di Garut, Akbar hanya berjalan kaki. 

"Jalan kaki dari Garut ke Bandung empat hari. Soalnya sambil nyari barang rongsokan. Kalau mau makan, tinggal jual aja rongsoknya," ucap Akbar, Kamis (5/11/2020). 

Sejak berusia 10 tahun, Akbar memulai petualangannya pergi dari rumah. Ia hanya bersekolah hingga kelas 4 SD. Akbar menyebut terus berjalan kaki untuk sampai ke satu daerah. 

"Waktu ke Jawa sama Lampung, paling sesekali numpang truk atau mobil bak. Lumayan lama diam di sana," katanya. 

Saking lamanya tinggal di daerah Jawa dan Lampung, Akbar pun sudah bisa berbicara bahasa kedua daerah itu. Awal mula ia pergi, karena tak betah diam di rumah. 

"Jadi kabur-kaburan, ya sampai sekarang pernah seperti ini. Pernah ngamen juga," ucapnya. 

Sebelumnya, remaja Warga Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut itu viral usai fotonya yang tengah mengaji beredar di media sosial. 

Ingin Bangun Pesantren 

Meski putus sekolah, Muhammad Gifari Akbar (16), pemulung yang viral usai fotonya mengani di Jalan Braga, Bandung beredar mempunyai niat mulia. 

Saat ditanya soal cita-cita, Akbar mengaku tak mempunyainya. Namun ia mempunyai niat untuk membuat pesantren. 

"Makanya pengen belajar di pesantren. Soalnya niat nanti kalau sudah tua, masa depannya mau bangun pesantren. Mudah-mudahan tercapai," kata Akbar, Kamis (5/11/2020). 

Meski masih memiliki orang tua, Akbar tak mau menyulitkan keluarganya. Ia memilih jalan untuk hidup mandiri dengan menjadi pemulung. 

Keluarga Akbar pun sudah terbiasa ditinggal berbulan-bulan. Mereka percaya, Akbar sudah bisa menjaga diri. 

"Setiap pergi diingatkan untuk salat lima waktu dan hafal Quran. Jadi selalu bawa (Alquran) setiap pergi," ujarnya. 

Jika berada di Garut, Akbar pun sering berkeliling bersama kakek dan neneknya. 

1 Komentar untuk "Pemulung yang Baca Quran Saat Berteduh Kehujanan, Ditinggal Ibu Kandung Sejak Usia 8 Bulan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel