Mengenaskan, Dicerai Suami dan Diusir Orang Tua, Wanita ini Jual Baju Bekas di Jalan Ketiga Anaknya Kelaparan. Kisahnya Viral di Media Sosial


Kisah hidup seorang ibu bersama ketiga anaknya yang harus menjual bajunya ini sedang viral di media sosial. Kisah sedih ini menjadi viral setelah diunggah oleh grup Facebook Serantau Nusantara.

Begini kisahnya

Dikutip TribunnewsBogor.com, Hermina, itulah nama perempuan itu. Sebelumnya, wanita berusia 26 tahun ini memiliki suami dan kehidupannya cukup bahagia. Namun pernikahan itu tak berlangsung lama, saat ia mengandung anak ketiganya, ia bercerai dengan suaminya karena tindakan suaminya sendiri.

Selama menjalin rumah tangga dengan suaminya, Hermina selalu mendapat perlakuan kasar. Suaminya sering memukul dirinya tanpa alasan yang jelas. Tak tahan akan perlakuan itu, Hermina pun memutuskan untuk berpisah dari suaminya.

Setelah bercerai, ia pulang ke kampung halamannya. Ia berharap dengan kedatangannya ini bisa membuatnya terbantu oleh kehadiran kedua orangtuanya. Namun sayang, harapannya tak sesuai. Kondisi ekonomi yang dialami orangtuanya ternyata sedang memburuk sehingga tidak bisa menampung Hermina bersama anak-anaknya.

Perkataan yang mungkin menyinggung perasaannya itu membuat dirinya pergi dari rumah orangtuanya. Saat itu ia tidak tahu mau tinggal di mana. Jangankan tempat tinggal, untuk makan saja ia tidak tahu harus cari ke mana.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjual semua baju miliknya. Itu adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukannya saat itu.

Namun, tak ada satu orang pun yang mau membeli dagangannya itu. Ia pun hanya bisa tertunduk lesu saat menggendong anaknya. Sementara ketiga anaknya tertidur meski perutnya sedang kelaparan.

Kisah ini langsung mendapat banyak reaksi dari netizen. Banyak netizen yang merasa terenyuh saat melihat foto-foto tersebut.

2 Komentar untuk "Mengenaskan, Dicerai Suami dan Diusir Orang Tua, Wanita ini Jual Baju Bekas di Jalan Ketiga Anaknya Kelaparan. Kisahnya Viral di Media Sosial"

  1. Makanya para dermawan,ada baiknya sesekali turun ke masyarakat untuk mengetahui kondisi seperti ini,supaya segera ada penanganan!

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel