Sosok Hendra Wahyudi, Ketua DPRD yang Tidak Hafal Pancasila, Ternyata Politikus PKB


Nama Hendra Wahyudi, Ketua DPRD Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, menjadi bahan pergunjingan dalam beberapa hari terakhir. Itu karena dia gagal melafalkan sila-sila Pancasila dengan mulus saat menghampiri para demonstran yang berunjukrasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja belum lama ini, di depan gedung kantornya.

Berdasarkan penelusuran Indozone.id, Hendra diketahui merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia adalah Ketua DPRD Paser untuk periode 2019-2024.

Hendra, yang lahir di Balikpapan pada 1979, dilantik sebagai Ketua DPRD Paser pada 23 September 2019 lalu, bersamaan dengan pelantikan dua wakilnya, yakni Wakil Ketua I Abdullah, dan Wakil Ketua II Fadli Imawan.

Sehari-hari, Hendra Wahyudi akrab disapa Yudi. Dia adalah anak ketiga yang lahir dari pasangan Yusriansyah Syarkawi dan Mutiarni. Dua kakaknya adalah Fahmi Fadli dan Ida Yustiani, sedangkan seorang adiknya adalah Indra Pardian.

Lulus kuliah S-1, Yudi menikah dengan Yenni Eviliana. Di awal berumah tangga, Yudi dan istrinya merintis bisnis travel. Selain itu, Yudi juga membuka jasa konsultan di wilayah Paser.

Namun, bisnis itu segera ditinggalkannya semenjak ia terjun ke dunia politik. Selain kader PKB, Yudi juga aktif di dalam kegiatan keislaman bersama Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Paser.

Di luar organisasi politik, Yudi adalah Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Paser serta Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser.

Sebelum gabung ke PKB, Yudi terlebih dahulu merupakan kader PKPI pada tahun 2013. Tahun 2016, ia loncat ke Gerindra, namun hanya bertahan sampai 2017.

Karier politiknya baru benar-benar menuai hasil saat ia bergabung bersama PKB. Selain dia, lima kursi DPRD Paser juga berhasil diduduki oleh kader PKB pada Pileg 2019 lalu.

Diduga Tak Hafal Pancasila

Sebelumnya diberitakan, Hendra Wahyudi menjadi bulan-bulanan saat menghampiri para demonstran yang berunjukrasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja belum lama ini. Pasalnya, ia lupa atau diduga tak hafal sila keempat Pancasila.

Dalam rekaman videonya yang viral di media sosial, Hendra terlihat menemui pendemo di depan gedung kantornya. Ia memakai baju safari warna abu-abu lengan panjang, senada dengan warna celananya.

Berdiri di tengah-tengah kerumunan massa yang terdiri dari mahasiswa dan sejumlah elemen buruh, Hendra tampil percaya diri saat melafalkan bunyi sila-sila Pancasila yang diikuti oleh para pendemo.

Mulanya, ia tidak menemui hambatan saat mengucapkan sila pertama hingga separuh sila keempat, "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat..."

Namun saat hendak meneruskan kalimat itu, Hendra mulai keliru. "dalam kebijaksanaan.." katanya. Dia pun disoraki oleh para demonstran. 

"Salah woiiiii! Salah! Wooooo!!! Woooo!!!" teriak demonstran.

Karena lupa, Hendra pun terlihat meminta bantuan teman di sebelahnya dengan cara dibisiki ke telinganya.

Karena cukup lama minta dibisiki, para demonstran pun terus menerus menyorakinya dan meneriakkan 'DPR Goblok, DPR Goblok! DPR Goblok!!!"

Bahkan ada seorang pendemo yang sampai sujud syukur karena mendapati ketua DPRD tidak hafal Pancasila. Pendemo yang sujud syukur itu kemudian maju ke depan, sambil berteriak, "Ya Allah, pemimpin kami gak hafal Pancasila!"

Belum ada Komentar untuk " Sosok Hendra Wahyudi, Ketua DPRD yang Tidak Hafal Pancasila, Ternyata Politikus PKB"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel