Siap-siap, Dosen dan Guru Jadi Kelompok Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 Buatan China

 


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa para dosen dan guru merupakan kelompok pertama yang bakal disuntik vaksin COVID-19.

Hal ini disampaikan Muhadjir saat menjadi pembicara pada webinar yang digelar UMY, Senin (28/9/2020) lalu.

"Para dosen dan guru merupakan prioritas untuk penerima vaksin pertama," kata Muhadjir.

Menurut Muhadjir, vaksin COVID-19 asal China akan tiba di Indonesia pada akhir tahun ini. Selain vaksin impor, kata Muhadjir, Indonesia juga mengembangkan vaksin sendiri.

Muhadjir mengatakan bahwa 147 juta warga Indonesia akan divaksin pada tahap pertama.

"Itu nanti relawannya juga para mahasiswa," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menerima kunjungan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dan Menteri Kesehatan Terawan Putranto, Jumat (2/10/2020).

Kedatangan dua menteri untuk bermaksud membahas persiapan kedatangan vaksin COVID-19 dari China pada November 2020 mendatang.

Melalui keterangan Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi, Ma'ruf mengatakan bahwa faktor kehalalan bukan persoalan utama yang akan mempersulit pendistribusian vaksin COVID-19 dari China.

"Jadi (soal kehalalan) ini tidak akan menghambat apa pun. Itulah yang dijelaskan oleh wakil presiden, maka jangan ada anggapan proses untuk kehalalan vaksin itu akan menghambat, karena itu sama sekali tidak menghambat," kata Baidlowi dilansir ANTARA.

Ma'ruf yang juga masih menjadi Ketua Umum MUI mengatakan bahwa kehalalan vaksin memang penting untuk dipastikan sebelum didistribusikan ke masyarakat. 

Namun dalam kondisi darurat kesehatan di masa pandemi, vaksin yang tidak halal pun bisa diberikan.

"Jadi wakil presiden menjelaskan vaksin itu kalau halal ya bagus, tidak ada masalah; tetapi kalau misalnya tidak halal ya tidak masalah karena itu dalam kondisi darurat, sehingga kemudian tidak masalah dipakai. Bisa dipakai juga kalau pun misalnya dia (vaksin) tidak halal, karena kondisinya darurat," jelas Baidlowi.

Sumber indozone.id

Belum ada Komentar untuk "Siap-siap, Dosen dan Guru Jadi Kelompok Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 Buatan China"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel