Gempa M 9,1 dan Potensi Tsunami 20 Meter Selatan Jawa: Lanjutan Hasil Riset Seperti Apa?


Penelitian atau riset adanya potensi gempa Maginitudo (M) 9,1 dengan tsunami setinggi 20 meter di selatan Jawa perlu ditindaklanjuti.

Ahli Geofisika Hery Harjono, mengaharapkan sekaligus mendorong agar hasil penelitian tersebut agar perlu dilanjutkan, untuk memetakan potensi bencana di Indonesia.

Hery menjelaskan bahwa hasil kajian dari Global Geophysics Reasearch Group ITB perlu diperdalam dengan menerjunkan kapal riset dengan memakan biaya yang sangat mahal.

"Apa yang perlu kita lakukan ke depan. Sebagai ilmuwan tentu saya berharap ada penelitian lanjutan. Mengingat letaknya di tengah samudra Hindia mau tak mau melibatkan riset dengan menggunakan kapal riset. Itu pernah kami lakukan di Sumatera. Jelas mahal," ucap Hery yang dikutip Portal Surabaya pada Jumat 2 Oktober 2020.

Ia juga memaparkan bahwa peneliti ITB bisa melakukan kerja sama Internasional dengan pihak lain yang terkait untuk meringankan beban pembiayaan penelitian tersebut.

"Mendeploy (meletakkan) OBS (Ocean Bottom Seismograph) di dua segmen juga penting, sehingga kita dapat mengetahui lebih detil apa yang terjadi di dasar laut itu. Meletakkan acoustic GPS mungkin msh impian kita. Lakukan apa yang mungkin saja," katanya.

Baca Juga: Bukan Cuma Pulau Jawa, Gempa Bumi Megathrust dan Tsunami 20 Meter Ancam 10 Daerah Ini

Menurut Hery, ia mengapresiasi penelitian tentang tsunami semakin intens dilakukan setelah peristiwa gempa Aceh pada 2004 silam.

Hery juga mengingatkan bahwa tingkah alam akan cendrung selalu berulang atau seperti siklus yang berputar.

Pemda menurut hemat saya hasil-hasil riset perlu diperhatikan. Hasil riset ini misalnya perlu ditanggapi positif, bukan mengabaikannya dengan skenario yang ilmuwan sampaikan," ujar Hery.

Baca Juga: Gempa Megathrust dan Tsunami 20 Meter Ancam Bali, Kepala BPBD Siapkan Hal Ini Jika Gempa Terjadi

Hery yang juga merupakan mantan Deputi Kepala LIPI Bidang Ilmu Pengetahuan itu berharap bahwa hasil kajian para ilmuan bisa digunakan untuk menata ruang wilayah yang berpotensi terjadinya bencana alam.

Hal tersebut menerutnya juga telah dilakukan Jepang, termasuk bencana gempa dan tsunami.

"Masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Skenario para ilmuwan ini justru peringatan bagi kita terutama yang tinggal di pantai selatan, untuk selalu siap siaga. Tentu peran Pemda amat penting," pungkas Hery.

Sumber portasurabaya

Belum ada Komentar untuk "Gempa M 9,1 dan Potensi Tsunami 20 Meter Selatan Jawa: Lanjutan Hasil Riset Seperti Apa?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel