Kisah Sedih Bayi 8 bulan yang Telan Jarum Peniti, Tak Punya BPJS sampai Ditagih Biaya 25 Juta



Betapa malang nasib Akbar. Bayi berusia 8 bulan ini menelan jarum peniti saat orangtuanya abai mengawasi. Kondisi Akbar meyorot perhatian karena keterbatasan biaya pengobatan di rumah sakit Kabarnya, keluarga Akbar belum mempunyai BPJS. Sedangkan biaya medis untuk mengeluarkan jarum tersebut konon mencapai Rp 25 Juta.

Kisah Akbar kemudian menyebar di media sosial usai diunggah akun Facebook bernama Nv Aisyah, Selasa (4/8/2020).

" Anak burumur 8 bulan, tidak sengaja makan peniti dan sekarang berada di RS Wahidin, dimintai uang senilai 25 juta mohon bantuannya," tulis akun itu.

Berdasar penjelasan di kolom komentar, Akbar merupakan anak dari warga Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pada unggahannya, Nv Aisyah memperlihatkan penggalan foto rontgen thorax bagian dada dan perut Akbar. Di bagian lehernya, terlihat benda berupa jarum peniti.

Tak lama setelah kabar itu menyebar, Nv Aisyah kembali mengabarkan bahwa kondisi Akbar kini mulai membaik. Sejumlah elemen masyarakat datang membantu serta mengurus biaya pengobatan di rumah sakit.

" Alhamdulillah kondisi " Akbar" sekarang membaik setelah di tangani oleh pihak RS tanpa biaya sedikitpun, dan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada; #Ibu Desa kassi #pihak RS wahidin #KPI Caban 2 Jeneponto #Bidan Desa/pihak Puskesmas #Karang Taruna Des.Kassi," tulisnya.

Peristiwa bayi menelan jarum peniti ini menarik beragam komentar. Sebagian dari mereka menyayangkan kelalaian orangtua.

" Ya Allah teledor sekali orang tuanya semoga lekas sembuh nak," tulis akun Haidar Zhafran Abrisam.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Sedih Bayi 8 bulan yang Telan Jarum Peniti, Tak Punya BPJS sampai Ditagih Biaya 25 Juta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel