Pelaksanaan Haji 2020 Diusulkan Ditunda Demi Keselamatan Jemaah - Kabar Aljazeera

Pelaksanaan Haji 2020 Diusulkan Ditunda Demi Keselamatan Jemaah



Komnas Haji dan Umrah mendesak Pemerintah Indonesia segera menunda pengiriman jemaah haji ke Tanah Suci dalam perayaan Iduladha 1441 H tahun ini. Hal tersebut demi melindungi kesehatan dan keselamatan jemaah dari penyebaran wabah Covid-19.

"Komnas Haji dan Umrah mendorong agar Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Agama segera mengambil kebijakan tegas dengan menunda pengiriman misi haji Indonesia tahun 2020. Sebab pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir, termasuk di Indonesia maupun di negara tuan rumah, Arab Saudi,"  kata Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj dalam keterangan pers, Jumat (22/5/2020).

Dia mengatakan, pemerintah sampai saat ini belum juga memastikan kebijakan haji. Belum diputuskan apakah pemerintah akan tetap memberangkatkan misi haji Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya atau menunda/meniadakan karena masih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah kerajaan Arab Saudi.


Penyelenggaraan musim haji 2020 jadwalnya akan digelar pada akhir Juli mendatang. Sedangkan menurut jadwal pemberangkatan, penerbangan kloter pertama jemaah haji Indonesia sudah harus dilakukan 26 Juni.

Dengan waktu yang semakin mendesak dan mepet, sejumlah pihak khususnya jemaah haji semakin gelisah. Sementara Pemerintah Arab Saudi saat ini masih berjibaku melawan pandemi virus Coviid- 19 yang masih mewabah di negara tersebut.

Ketidakpastian itu berimbas kepada persiapan Kementerian Agama sebagai leading sector penyelenggara ibadah haji. "Berbagai persiapan yang seharusnya telah selesai atau sudah dalam proses belum bisa dijalankan," ujarnya.

Manasik atau pelatihan tata cara ibadah bagi jemaah, penyiapan dokumen paspor dan visa, koordinasi panitia pusat dan daerah, serta pembekalan petugas menjadi tidak maksimal.

Bahkan untuk kontrak-kontrak pemenuhan berbagai kebutuhan di Arab Saudi seperti pemondokan, pengadaan katering dan transportasi belum bisa dijalankan.

Pemerintah Arab Saudi sendiri meminta semua negara pengirim misi haji untuk menunda kontrak-kontrak bisnis terkait agenda haji. Maklumat tersebut sampai sekarang belum dicabut, padahal penyelenggaraan haji makin dekat dan sudah di depan mata.

Bila ternyata penyelenggaran ibadah haji tetap dilaksanakan dikhawatirkan Kementerian Agama tidak memiliki waktu yang cukup, sehingga persiapan tidak matang karena terburu-buru, dan bisa berakibat fatal karena layanan tidak optimal.

"Dengan situasi seperti sekarang sangat sulit mewujudkan kegiatan haji yang ideal," tuturnya.

Merujuk pada jadwal penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya, memasuki akhir Ramadan biasanya berbagai persiapan kebutuhan dan keperluan yang fundamental biasanya sudah mampu diselesaikan oleh Kemenag.

Setelah Lebaran, Kemenag tinggal malakukan finalisasi persiapan-persiapan teknis, petugas di negara Arab Saudi siap menyambut kedatangan jemaah.

Tanpa menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi, seharusnya Presiden segera mengambil kebijakan demi keselamatan jiwa ratusan ribu jemaah berikut ribuan petugas yang berasal dari berbagai instansi di luar Kemenag.

Siapa yang akan bertanggungjawab dan bisa menjamin bila ratusan ribu orang tersebut tidak terinfeksi Covid-19 baik dalam proses di tanah air maupun saat berada di Arab Saudi akibat berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai negara yang juga belum bebas dari Covid-19.

Sangat sulit menerapkan strategi social dinstancing maupun physical distancing pada saat penyelenggaraan ibadah haji, terutama pada saat agenda-agenda krusial seperti thawaf, wukuf, sa’i, lempar jumrah saat 1,3 juta orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul pada saat yang bersamaan.

"Sangat berisiko memberangkatkan jemaah saat ini," ungkapnya.

0 Response to "Pelaksanaan Haji 2020 Diusulkan Ditunda Demi Keselamatan Jemaah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel