Jokowi: Pemerintah Tidak Melarang Masyarakat Gelar Salat Idul Fitri - Kabar Aljazeera

Jokowi: Pemerintah Tidak Melarang Masyarakat Gelar Salat Idul Fitri



Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah tidak pernah melarang masyarakat untuk bisa melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri.

Karena itu, Ia meminta jajarannya untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan saat beribadah Salat Idul Fitri.

“Saya minta betul-betul dijelaskan, diberi pemahaman, disosialisasikan bahwa pemerintah tidak melarang untuk beribadah,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut Jokowi, pemerintah lewat Kementerian Agama (Kemenag) mengibau supaya masyarakat bisa meningkatkan ibadahnya di tengah pendemi virus Korona atau Covid-19 ini. Sehingga pemerintah tidak melarang masyarakat menjalankan ibadah termasuk melaksanakan Salat Idul Fitri.

“Justru pemerintah melalui kementerian agama mendorong umat beragama untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah masing-masing,” ujarnya.

Namun demikian Jokowi berharap masyarakat yang melakukan ibadah Salat Idul Fitri bisa menerapkan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sehingga bisa meredam penyebaran virus Korona di tanah air.

“Yang kita imbau, kita atur adalah peribadahatan sesuai protokol kesehatan dan anjuran ibadah di rumah yang bisa dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 28/2020 terkait panduan kaifiat (tata cara) takbir dan Salat Idul Fitri di tengah pandemi virus Korona.

Dalam fatwa MUI tersebut, disebutkan bahwa Salat Idul Fitri boleh dilakukan di rumah secara berjemaah atau sendiri. Hal itu diutamakan bagi umat Islam di daerah penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

“Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid),” ujar Sekjen MUI Anwar Abbas.

Jika Salat Idul Fitri dilakukan secara berjemaah, maka jumlah jemaah minimal empat orang yang terdiri dari satu orang imam dan tiga orang makmum.

Jika jemaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, maka Salat Idul Fitri boleh dilakukan berjemaah tanpa khotbah.

Pasar Ramai Sesak

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan terkait sebentar lagi masyarakat akan merayakan Idul Fitri.

“Saya minta protokol kesehatan betul-betul dipastikan di lapangan terutama menjelang Idul Fitri dan pada saat Idul Fitri,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, saat pasar tradisional sudah mulai buka jelang perayaan Idul Fitri ini. Dibukanya pasar tradisional ini akan memungkinkan berkumpulnya jumlah masyarakat. Sehingga protokol kesehatan harus terus dilakukan masyarakat.

“Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini sudah mulai ramai karena masyarakat banyak yang belanja dalam rangka hari raya,” katanya.

“Saya ingin dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, memakai masker, petugas di lapangan betul-betul bekerja untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus,” tambahnya.

Jokowi juga mengajak masyarakat bersama pemerintah memutus‎ penyebaran virus Korona. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan menjaga jarak.

“Kunci pengendalian penyebaran covid ini adalah kedisplinan kita semua untuk cuci tangan, untuk menjaga jarak aman, untuk memakai masker dan menghindari kerumuman atau keramaian atau konsentrasi massa,‎” pungkasnya. 

Sumber JawaPos.com

0 Response to "Jokowi: Pemerintah Tidak Melarang Masyarakat Gelar Salat Idul Fitri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel