Update, ini 5 Kabar Baik Seputar Penanganan Virus Corona di Indonesia - Kabar Aljazeera

Update, ini 5 Kabar Baik Seputar Penanganan Virus Corona di Indonesia




Tim medis RSUP Sanglah melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah - Image from www.kompas.com

Badai corona pasti berlalu.

Jumlah korban positif virus corona terus meningkat, begitupun dengan yang meninggal dunia. Meskipun begitu, pemerintah juga dengan cepat mengambil langkah tegas untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Berikut kabar baik seputar corona.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus virus corona Covid-19 di Indonesia semakin naik secara signifikan.

Melansir laman Kompas.com, hingga Rabu (25/3/2020), total kasus infeksi corona di Indonesia yang telah dikonfirmasi mencapai 790 kasus.

Artinya, ada penambahan dari hari sebelumnya sebanyak 686 kasus.

Dari angka tersebut, 58 diantaranya meninggal dunia, dan 31 pasien dinyatakan sembuh.

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk menekan penyebaran virus corona yang masih terus terjadi.

Merangkum dari berbagai pemberitaan Kompas.com, berikut beberapa kabar baik dari kondisi penanganan virus corona di Indonesia:

Update, ini 5 Kabar Baik Seputar Penanganan Virus Corona di Indonesia

1. Pemerintah telah memulai rapid test corona

Pada Jumat (20/3/2020) lalu, Presiden Jokowi menyebut bahwa rapid test atau tes cepat deteksi virus corona (Covid-19) telah mulai dilakukan.

Lokasi pertama rapid test corona adalah Jakarta Selatan, yakni pada sejumlah warga yang diduga terinfeksi virus corona, lantaran melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah memprioritaskan wilayah yang paling rawan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, bahwa rapid test ini merupakan mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga Covid-19.

Perlu diketahui, tes ini bukan menggunakan metode swab tenggorokan, melainkan sampel darah.

2. Wisma atlet sudah mulai dioperasikan sebagai rumah sakit darurat pasien corona
Guna memenuhi kebutuhan pasien virus corona, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta telah mulai melayani pasien.

Per Rabu (25/3/2020) siang, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit darurat itu adalah sebanyak 144 orang.

Sebelumnya, Yuri menjelaskan bahwa keberadaan rumah sakit darurat corona ini bertujuan untuk menambah fasilitas ruang isolasi bagi para pasien yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Adapun pasien yang ditangani di sana adalah pasien yang tidak bisa melakukan isolasi secara mandiri di rumah (swakarantina) dengan berbagai pertimbangan medis.

3. Penyaluran kartu pra kerja dipercepat
Guna mengantisipasi para pekerja yang terkena imbas PHK dan pekerja harian lepas yang penghasilannya terdampak wabah corona, Presiden Jokowi akan mempercepat penyaluran kartu pra kerja.

Rencananya, penerima kartu tersebut akan mendapatkan Rp 1 juta setiap bulannya selama 3 hingga 4 bulan.

4. Rumah sakit rujukan penanganan corona ditambah

Seperti yang dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (17/3/2020), pemerintah telah menyediakan 227 rumah sakit rujukan tambahan.

Awalnya, rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien corona berjumlah 100. Akan tetapi, pada 10 Maret, dilakukan penambahan menjadi 132 buah.

Selain dialokasikan secara nasional, pemerintah daerah juga secara spesifik menyebutkan ada penambahan jumlah rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien corona.

Provinsi Jawa Tengah, misalnya, telah melakukan penambahan 45 rumah sakit dari sebelumnya hanya 13 rumah sakit saja.

Selain itu, tiga rumah sakit swasta juga telah bersedia untuk menjadi Rumah sakit rujukan penanganan corona, yakni Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, dan Rumah Sakit Hermina Karawang.

5. 15 juta masker disiapkan untuk hadapi corona

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, bahwa pemerintah telah menyediakan stok 15 juta masker guna menangani virus corona.

Keterangan tersebut disampaikan Yuri pada Kamis (12/3/2020) lalu. Adapun masker-masker ini didapatkan dari BUMN dan BUMD.

Akan tetapi, menurut Yuri, saat ini yang terpenting bukanlah jumlah stok masker, melainkan penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan para pasien positif corona.

Semoga kelima berita baik ini menjadi kunci sukses pemerintah dalam menghentikan penyebaran virus corona.

Dan semoga pemerintah pusat maupun daerah segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan lainnya, agar permasalahan virus corona bisa selesai, sehingga masyarakat bisa beraktivitas secara normal seperti biasanya.

0 Response to "Update, ini 5 Kabar Baik Seputar Penanganan Virus Corona di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel