Malam Nisfu Syaban 2020 Jangan Sampai Terlewatkan! Doa Tak Akan Tertolak dan Dosa-dosa Diampuni dengan Amalan Ini - Kabar Aljazeera

Malam Nisfu Syaban 2020 Jangan Sampai Terlewatkan! Doa Tak Akan Tertolak dan Dosa-dosa Diampuni dengan Amalan Ini



Malam Nisfu Syaban 2020 – Dalam sejarah Islam, Bulan Sya’ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa penting.

Diantaranya adalah peristiwa berpindahnya arah kiblat dari Masjidil Aqsha Palestina menuju Kabah (QS al-Baqarah: 144). Kemudian peristiwa Turunnya ayat yang menganjurkan untuk membaca shalawat (QS. al-Ahzab: 56). Lalu peristiwa Diangkatnya catatan amal manusia juga terjadi di bulan Sya’ban.

Mungkin banyak yang masih bingung apa sebenarnya arti dari Nisfu Syaban itu sendiri?

Arti Nisfu Syaban
Dari segi linguistik, Nisfu berarti Pertengahan. Kemudian Syaban adalah bulan Syaban itu sendiri, yang jatuh sebelum bulan Ramadhan. Jadi Nisfu Syaban adalah Sebuah malam yang terjadi di pertengahan bulan Ramadhan. Tepatnya di tanggal 14 malam 15 bulan Syaban.

Imam Abdurrahman al-Shafury dalam kitab “Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab al-Nafais” mengatakan bahwa kata Syaban merupakan singkatan dari huruf syin yang berarti kemuliaan (al-syarafu), huruf ‘ain yang berarti derajat dan kedudukan yang tinggi atau terhormat (al-uluw), huruf ba’ yang berarti kebaikan (al-birr), huruf alif yang berarti kasih sayang (al-ulfah), dan huruf nun yang berarti cahaya (an-nur).

Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan Syaban dengan ibadah sudah menjadi tradisi bagi umat Islam di Indonesia. Pada malam Nisfu Sya’ban, Biasanya mereka membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali yang dilanjutkan dengan berdoa.

Doa Tak Akan Tertolak di Malam Nisfu Syaban

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan al-Dailami, Imam ‘Asakir, dan al-Baihaqy, Rasulullah Saw bersabda: “Khomsu layaalin laa turaddu fiihinna ad-da’watu. Awwalu lailatin min Rajaba wa lailatun-nishfi min sya’baana wa lailatul jum’ati wa lailatayil-‘iidaini.”

Artinya: “Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha.”

“Man ahya lailatal-‘iidaini wa lailatan-nishfi min sya’baan lam yamut qalbuhu yauma tamuutul-qulub.” Artinya: “Siapa saja yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam Nisfu Syaban, niscaya tidaklah akan mati hatinya pada hari dimana pada hari itu semua hati menjadi mati”.

“Wa qad jumi’a du’aa’un ma’tsuurun munasibun li haalin khaashin bi lailatin-nishfi min sya’baana. Yaqra’uha al-muslimuuna tilkal-lailata al-maimuunata furaadaa wa jam’an fii jawaami’ihim wa ghairiha. Yulaqqinuhum ahaduhum dzalikad-du’aa aw yad’uu wa hum yu’minuuna kama huwa ma’lum. Wa kaifiyatuhu: tuqro’u awwalan qabla dzalikad-du’a ba’da shalaatil maghrib suuratu Yasin.”

Artinya: “Sungguh telah dikumpulkan doa mathur yang terkait khusus dengan malam Nisfu Syaban. Doa tersebut dibaca oleh para muslimin pada malam yang diberikan anugerah, baik secara sendiri-sendiri maupun beramai ramai. Seorang dari mereka membacakan (mentalqin) doa tersebut dan jamaah mengikutinya atau ada juga salah seorang yang berdoa dan jamaah mengaminkan saja sebagaimana maklumnya. Adapun caranya: membaca surat Yasin 3 x setelah magrib, baru dilanjutkan dengan berdoa”

Selain itu juga memperbanyak puasa di bulan Syaban. Menghidupkan malam dalam hal ini yakni memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban.

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban;

Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam urutan kalender qamariyah. Sya’ban berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung.

Bulan ini menjadi jalan umat Islam untuk kian mempersiapkan diri menghadapi bulan paling istimewa sesudahnya, yakni Ramadlan.

Keutamaan Bulan Sya’ban
Dalam hadits riwayat Imam Nasai, Rasulullah bersabda, “Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan.

Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.”

Menyadari keutamaan bulan ini, sebagian ulama tak hanya menganjurkan puasa, tapi juga meningkatkan frekuensi doa, memperbanyak dua kalimat syhahadat, dan istighfar, khususnya pada malam pertengahan Sya’ban (nisfu Sya’ban).

Di samping diyakini sebagai momen penyerahan rekapitulasi keseluruhan amal kepada Allah, Sya’ban juga mengandung jejak sejarah penting dalam Islam.

Di antaranya, pengalihan kiblat yang semula dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, serta turunnya ayat anjuran untuk bershalawat untuk Nabi Muhammad, yaitu Surat Al-Ahzab ayat 56.

Setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Pertama, memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

“(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia. Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,

0 Response to "Malam Nisfu Syaban 2020 Jangan Sampai Terlewatkan! Doa Tak Akan Tertolak dan Dosa-dosa Diampuni dengan Amalan Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel