Tak Satupun Muslim Uyghur Tertular Virus Corona Cek Fakta Ternyata Benar - Kabar Aljazeera

Tak Satupun Muslim Uyghur Tertular Virus Corona Cek Fakta Ternyata Benar



Penelusuran Fakta Dilansir dari Cek Fakta Liputan6.com menghubungi Steven Indra Wibowo, pengurus Yayasan Mualaf Center Indonesia untuk mendapatkan konfirmasi. Nama Hanny Kristianto dari Mualaf Center Indonesia disebut sebagai sumber kabar tersebut. "Benar, Hanny Kristianto anggota Yayasan Mualaf Center Indonesia," kata Steven Indra Wibowo kepada Senin (10/2/2020). "Hanny ada di Indonesia, sekarang di Cibubur."

Steven mengaku, kabar bahwa umat muslim Uighur bebas dari virus corona adalah benar. "Sehat menurut Muslim Federation of China itu aman."Alasannya, tambah dia, muslim Uighur menjaga kebersihan dengan wudhu, menggunakan cadar atau masker, dan tidak memakan binatang endemik yang jadi sumber penyakit, seperti kelelawar dan babi. "Mereka di sana masih aktivitas seperti biasa, ke masjid buka toko. Enggak kayak di Wuhan."

Hanny Kristianto, dari Mualaf Center Indonesia menyampaikan kabar terbaru dari Xinjiang China Kamis (6/2/2020). Katanya, informasi yang ia peroleh dari  Xinjiang ini pasti mengejutkan ahli-ahli kesehatan di dunia. Katanya,  tak satupun warga muslim Uyghur yang tertular virus corona.

Bisa jadi hal itu disebabkan gaya hidup warga muslim Uyghur bersih dan senantiasa mencuci tangan, kaki dan wajah seperti berwudhu seperti yang dianjurkan ahli kesehatan dunia.

Tim dai dari Indonesia yang berhasil masuk ke Xinjiang dan berjumpa saudara muslim Uighur, @formasi1.official dan @ayogerakbareng menyalurkan bantuan langsung ke saudara muslim Uyghur di Xinjiang.

“Sampai detik ini tidak ada satu pun saudara kita Muslim Uighur di Xinjiang yang terkena virus corona, yang terkena 200 an orang semua orang Han (komunis China).”

“Mari baca doa ini dengan iman.. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit. (HR. Abu Dawud).”

“Dulu komunis china melarang hijab dan niqab, hari ini mereka mau tidak mau berhijab berniqab.”

Cek Fakta Liputan6.com sedang mengupayakan konfirmasi langsung dari Hanny Kristianto. Pencarian dengan kata kunci 'Muslim Federation of China' tidak menghasilkan temuan ke situs lembaga tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data penyebaran wabah Virus Corona (2019-nCoV) yang dimuat JHU CSSE pada Senin (10/2/2020) pukul 18.00 WIB, di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang atau Xinjiang Uygur Autonomous Region (XUAR) terdapat 49 kasus nCoV yang terkonfirmasi -- bukan 200 seperti dalam klaim.

Sementara, baik angka kematian maupun kesembuhan dinyatakan nol. Tidak disebutkan apa latar belakang etnisitas atau agama para pasien yang terkonfirmasi 2019-nCoV.
Cek Fakta: Ahli Dunia Terkejut, Tak Satupun Warga Muslim Uighur Tertular Virus Corona? (JHU CSSE)

Dikhawatirkan, Nasib Muslim Uighur di Kamp. Berbeda dengan klaim yang menyebut bahwa 'ahli dunia terkejut karena tak satu pun warga muslim Uighur tertular virus Corona', sejumlah ilmuwan justru menyuarakan kekhawatirannya.

Salah satunya Munawwar Abdulla, peraih gelar master atau MSc dari UNSW Sydney yang saat ini bekerja sebagai manajer laboratorium dan teknisi di laboratorium ilmu saraf evolusi di Universitas Harvard.

Dalam artikel opini berjudul "Coronavirus: China’s Xinjiang camps are a neglected high-risk area and should be closed" yang dimuat situs www.hongkongfp.com dan artikel opini berjudul Uyghurs and the China Coronavirus yang dimuat situs The Diplomat, ia mengkhawatirkan kasus n-CoV di Xinjiang dikhawatirkan lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Menurut dia, PBB dan sejumlah sumber di Amerika Serikat menyebut, lebih dari 1 juta, bahkan mungkin mencapai 3 juta warga Uighur dan minoritas lainnya berada di kamp. Mereka tak bebas keluar masuk.

Pihak Barat menyebutnya sebagai kamp penahanan, sementara Beijing mengaku itu adalah fasilitas pendidikan vokasional atau fasilitas re-edukasi.

Kekhawatiran lain disuarakan Sophie Richardson, Direktur Human Rights Watch China dalam opini berjudul, WHY ARBITRARY, SECRETIVE DETENTION OF OVER A MILLION CHINESE MUSLIMS IS LIKELY TO WORSEN CORONAVIRUS SCARE | OPINION yang dimuat situs Newsweek.com pada 7 Februari 2020.

Ia menyebut, tidak ada informasi yang transparan membuat warga Uighur yang ada di negara lain nyaris putus asa untuk mengetahui kanbar keluarganya di Xinjiang.

Kekhawatiran diaspora Uighur diungkap dalam artikel berjudul "Uyghur Muslims fear impact of coronavirus on populations in camps in China" yang dibuat situs calgary.ctvnews.ca pada 2 Februari 2020.

"Ada kemungkinan, jika virus masuk ke dalam kamp, mereka akan terinfeksi dan meninggal dunia," kata Dr. Fozia Alvi, pimpinan Humanity Auxilium.

"Tak ada satu pun dari kami terjaga pada malam hari tanpa bertanya-tanya apa yang menimpa keluarga kami (di sana)," kata Babur Ilchi, juru bicara East Turkestan Association of Alberta.

Sumber : Liputan6.com






Belum ada Komentar untuk "Tak Satupun Muslim Uyghur Tertular Virus Corona Cek Fakta Ternyata Benar"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel